
" Laskar cepat bantu aku!" perintah Aning pada Laskar yang hanya melihatnya bermain.
"kenapa kamu diam saja seperti patung, ayolah bantu aku memeriksa apakah masakanku sudah matang, aku sedang memotong daging" kata Aning yang sedang bermain masak-masakan
Laskar melihat hal-hal ini dengan ekspresi aku tidak mau diseluruh wajahnya, ini adalah mainan perempuan bagaimana bisa dia laki-laki memainkan ini. Tapi Aning terus menyeretnya, ia hanya bisa bermain dengan kesal.
Rifa melihat wajah Arya kemudian dia teringat orang asing yang mengunjunginya lima tahun lalu bukankah dia? Mungkinkah dia benar-benar ayah Laskar? Rifa menggelengkan kepalanya yang pusing, biarlah Leiya menyelesaikan masalahnya sendiri, aku tidak akan ikut campur.
Rani, istri Long mengajak Leiya memasak hotpot. Dengan cuaca yang sejuk dan pemandangan hijau di depannya akan sangat enak makan makanan yang berkuah dan panas apalagi kalau pedas.
Leiya membantu membersihkan bahan-bahan sedangkan Rani dengan terampil menumis dan memasak untuk kuahnya, dan Rifa? Oh dia ikut bermain-main dengan si kecil bersama Baltic
Bai dan Long menyiapkan tempat untuk makan bersama nantinya.
" Aya pria itu melihatmu terus dari tadi, katakan padaku apakah kalian pasangan bertengkar?" tanya Rani penasaran dengan mereka apalagi sikap Leiya yang dari tadi canggung bahkan mencuci sayur saja sampai beberapa kali.
" Kak jangan bicara omong kosong, dia hanya bosku di perusahaan" jelas Leiya
" Perlu bantuan?" tanya Bai yang tiba-tiba sudah berada di sebelah Leiya dan membuat Leiya kaget.
" Brengsek!" spontan Leiya dan segera menyingkir menjauh, ada apa dengan orang ini? Sangat aneh, aku ingin cepat pulang!
" Oh, kamu bisa tolong memindahkan kompor ini ke sana, kita akan segera makan setelah semuanya berkumpul" ujar Rina dengan santainya menyuruh Arya memindahkan pot, jika sekertaris Arya ada di sini maka dia pasti akan tercengang, bosnya tidak pernah diperintah dengan patuh oleh siapapun, kecuali kakeknya.
" Oke"
Baltic yang sedang bermain dengan Rifa, Laskar, dan Aning merasa senang tanpa menyadari kalau ada pohon yang rapuh di sebelah mereka.
Kreeek
Laskar yang pendengarannya tajam melihat ke atas dengan waspada, ia melihat pohon yang hampir jatuh segera minggir.
" Aning, paman, ibu baptis cepat mundur, pohon itu akan rubuh!" kata Laskar memberi peringatan
Mereka segera mundur, tapi Baltic yang menunduk ke bawah melihat ada anak-anak yang bermain di sana! Ekspresinya berubah khawatir
" Aku tidak bisa pergi, bagaimana jika pohon itu mengenai anak-anak di bawah?" kata Baltic bergegas menghalangi pohon agar tidak jatuh meluncur ke bawah. Dan ia sendiri jatuh karena inersia, untung ada pohon kecil untuk pijakannya. Tapi itu tidak bertahan lama karena ia juga mulai roboh karena beban di atasnya melebihi batas.
Laskar segera menjadi cemas, mencari-cari alat apa yang bisa digunakan untuk menolong pamannya. Ia segera ingat kaleng kecil yang ia berikan untuk ibu baptisnya.
" Ibu baptis, cepat berikan kaleng itu!" kata Laskar
__ADS_1
Rifa yang sedang cemas merasa bingung dengan permintaan Laskar tapi tetap menyerahkannya.
Laskar segera menekan tombol di kaleng kecil itu dan berjalan mengitari pohon yang kuat, segera ada tali panjang muncul dan ujungnya seperti alat pancing. Ia melemparkan ke arah Baltic.
" Paman, tancapkan saja itu ke tanah untuk menopang pohon itu, cepat!"
Baltic segera mengangguk dan menancapkannya, ia berteriak ke anak-anak di bawah agar segera pergi bersama orang tua mereka karena takut pohon itu akan jatuh mengenai mereka.
Setelah memanjat ke atas dan semua orang di bawah sudah pergi, mereka menghela nafas lega
" Apakah kamu baik-baik saja? Coba aku lihat" kata Rifa memeriksa seluruh tubuh Baltic dan ternyata punggung, tangan, dan lengannya tergores cabang-cabang dan mengeluarkan darah.
" Oke tidak apa-apa, aku masih hidup juga beruntung" ujar Baltic terkekeh
Tiba-tiba
Bang.....
Pohon itu jatuh bersama pohon kecil di bawahnya, tali yang diikat itu terputus.
Aning yang ketakutan dari tadi sudah bersembunyi dipelukan Rifa.
....
Semua orang segera bergegas ke sana dengan cepat, Leiya sangat khawatir sampai kakinya lemas dan jatuh beberapa kali. Untung ada Arya yang membantunya, mereka segera sampai ke lokasi.
Leiya dan Rani segera menghampiri anak-anak mereka dengan cemas, melihat mereka tidak apa-apa. Hati yang khawatir akhirnya tenang, melihat pohon yang tumbang di bawah berurutan dengan ngeri.
" Anak-anak sangat baik jadi apakah kalian melupakan aku? Yah memang hanya Rifa yang selalu memikirkan aku, sayang terima kasih" kata Baltic dengan genit ke arah Rifa
" Diamlah! Ayo cepat ke rumah sakit, bagaimana kamu masih bisa tertawa!" kata Rifa dengan marah menyeret Baltic untuk kembali dibantu dengan Bai.
" Aku pasti akan menyelidiki ini dengan cermat dan memberikan penjelasan dan kompensasi dengan baik" kata Arya dengan muram
" Selidiki dengan hati-hati dan jangan salahkan dirimu. Itu di luar dugaan semua orang, mungkin ini hanya kecelakaan. Kamu tahu akhir-akhir ini daerah di sini rawan hujan lebat" kata Long
Lalu Long pun membawa keluarganya pulang, Leiya melihat Laskar dia tidak terluka dan sudah tenang tidak lagi takut, Leiya lega lalu mengajak Laskar kembali ke tenda.
" Aku akan mengantarmu pulang" tawar Arya
Leiya mengangguk tapi tidak segera pergi, ia mengambil mangkok untuk Laskar dan mulai makan.
__ADS_1
" Ayo sayang isi energimu terlebih dahulu, pasti kamu sangat lemas" kata Leiya mengambil bakso dan lainnya ke dalam mangkuk Laskar.
Sudut bibir Arya berkedut melihat adegan ini, sungguh sangat berbeda dari tampilan awalnya yang ketakutan.
" Ayo presiden makan juga, semua bahan masih banyak. Jika tidak dimakan sayang sekali" kata Leiya lalu makan sendiri tanpa memerdulikannya.
" Yah aku akan makan"
......................
Keluarga Tuan Pras dan keluarga Ning memberikan penjelasan tentang kejadian dalam perjamuan hari itu, mereka memberitahu kalau lampu jatuh karena kelalaian pegawainya dan insiden lampu semuanya padam karena listrik tidak kuat daya. Dan mereka telah memberi pelajaran pada pegawainya itu.
Mereka memberi kompensasi pada setiap keluarga yang datang untuk menenangkan emosi mereka.
Tapi reputasi pasangan Dio dan Yami menjadi buruk, mereka melecehkan saudara angkatnya tapi dia tidak membalas malah menolong mereka, entah apakah dia hidup atau mati para keluarga tidak mengetahui apalagi kalau sampai cacat, sungguh keluarga yang tidak memuntahkan tulang setelah makan.
Yami kesal dengan orang-orang itu, dia berpura-pura sedih dan mengatakan saudara angkatnya tidak tahu kemana setelah kejadian itu, entah terluka atau tidak dia ingin memberikan kompensasi.
Dengan aktingnya yang luar biasa, para keluarga bangsawan di kota Y ada yang tertipu dan merasa kasihan padanya.
" Dasal ******! Setiap kenapa kamu selalu membuat kekacauan ditempatku" kesal Yami
Teringat hadiah dari perjamuan itu, Yami membuka hadiah dari Leiya. Jika dia memposting hadiah Leiya yang buruk maka pasti akan menarik simpati orang dan berpikir Leiya memberikan hadiah yang ceroboh dan terlalu murah.
Melihat isi hadiah itu adalah sepasang sarung tangan yang warnanya jelek, dia segera mempostingnya.
Terima kasih saudari, hadiahmu terlalu berharga...
Orang awam yang melihatnya pasti hanya mengira sarung tangan biasa, tapi para keluarga kaya tahu kalau sarung tangan itu buatan Anti! Mereka sangat iri.
*Itu adalah desain Anti! Dia sangat sulit dihubungi, bagaimana saudarimu sangat beruntung bisa mendapatkannya...
Betul sekali di lantai atas, lihat sulaman di pojoknya ada inisial T, itu pasti desain Anti!
Waah aku juga ingin saudariku memberiku sarung tangan seperti ituuu
Itu tidak mungkin, apakah suadarimu kaya dan mengenal Anti? Jangan bermimpi kawan^~^
Itu mungkin saja, kudengar Anti akan melelang salah satu desainnya dipesta amal*
Melihat komentar semua yang positif, Yami marah dan melempar teleponnya.
__ADS_1
" Bagaimana ****** itu mengenal Anti!"
Melihat kalau Anti akan hadir dalam acara lelang amal, Yami membuat rencana untuk merebut Anti ke sisinya, jangan sampai ****** itu terhubung dengan Anti lagi!