
Irene sudah terbangun dari tidurnya tapi suaminya belum juga menunjukkan tanda-tanda dia akan bangun.
Sejak tadi malam hingga kini Max terus memeluk tubuhnya dan tidak pernah melepaskannya sedikitpun.
Entah apa yang terjadi pada suaminya, tapi yang pasti mungkin itu sangat menyakitkan bagi suaminya.
Apakah ini kembali berhubungan dengan ibu mertuanya ? jika iya maka Irene akan terpaksa lagi bertemu kembali ibu mertuanya untuk mengatakan bahwa apa yang telah dilakukannya ini salah.
Tapi dia harus menyelesaikan semua permasalahan, semua permasalahan masa lalu suaminya dan ibu mertuanya.
Di usap dengan lembut rahang tegas yang ditumbuhi bulu-bulu halus.
Wajah yang selalu membuatnya jatuh cinta setiap saat, Wajah yang pernah menatap angkuh padanya dul, kini terlihat begitu berbeda.
Tidak ada lagi wajah angkuh pria itu di hadapannya, yang ada hanya wajah pria rapuh yang membutuhkan kasih sayang darinya.
" Aku mencintaimu suamiku. " Irene mengucap kan kata cinta dengan berbisik di telinga suaminya.
Dia pun meninggalkan suaminya yang masih tertidur di atas ranjang mereka, Pagi ini Irene akan membuatkan sarapan kesukaan suaminya yaitu mie dengan isi yang lengkap.
Karena setiap kali memakan mie buatannya, suaminya itu akan baik-baik saja dan kembali seperti semula.
Irene terus melakukan kegiatannya sampai kakak iparnya Christine datang menghampirinya.
" Apa yang kamu masak Irene ?" tanya Christine pada adik iparnya yang sudah berada di dapur sepagi ini.
" Aku mau masak mie untuk suamiku kak, karena aku tahu setiap kali dia mau makan mie buat aku Max akan kembali seperti semula."
" Kakak sendiri apa yang kakak lakukan di sini?" Tanya Irene pada kakak iparnya karena dia juga melihat Cristine yang sudah turun ke dapur.
" Aku hanya ingin membuat nasi goreng untuk suamiku, suamiku juga ingin meminta aku masakan chicken wings untuknya."
" Ya sudah ayo kita masuk bersama " Akhirnya kedua wanita itu pun masa bersama-sama.
Di mana Irene memasak mie untuk suaminya dan Cristine memasak nasi goreng untuk suaminya juga.
Sampai di mana masakan Irene lah yang lebih dulu selesai karena memang Irene yang memasak ebih dulu, Irene Membawa masakan nya dan dengan secangkir teh melati hangat untuk suaminya.
Dia berharap suaminya sudah bangun dan saat memakan masakannya nanti mood suaminya akan kembali seperti semulanya.
Tapi dia salah, Saat Irene masuk ke kamarnya dan membawa sarapan untuk suaminya ternyata Max sudah bangun dan menatap kosong ke arah depan.
Tatapan kosong suaminya membuat hatinya sakit, Pasti begitu berat beban yang ditanggung suaminya saat ini.
__ADS_1
Perlahan-lahan Irene berjalan ke arah sofa Dan meletakkan sarapan tadi di sana.
Dia kembali berjalan menghampiri suaminya yang duduk di tepi tempat tidur mereka. Irene pun langsung bersimpuh di depan suaminya dan menggenggam kedua tangannya.
" Good morning ." Sapa Irene pada suaminya dengan senyum cerah miliknya.
Irene berharap dengan senyuman dan sapaannya pagi ini membuat Max kembali bersemangat.
Karena dia berharap banyak untuk itu.
" Sejak kapan sudah bangun ? kenapa tidak mencari aku ke dapur? bukankah biasanya kamu akan menyusul ku ke dapur jika di pagi hari ?" Tanya Irene pada suaminya.
Berharap Max akan meresponnya kali ini.
" Aku baru saja bangun sayang, apa yang kau bawa untukku pagi ini ,?" Tanya Max kepada Irene.
Dia pun menarik tangan istrinya dan mendudukkan tubuh Irene di atas pangkuannya.
Irene pun langsung memeluk suaminya yang terlihat sangat rapuh pagi ini.
" Tenanglah, ada aku di sini yang selalu memelukmu. "
" Terima kasih sayang, karena kamu telah hadir dalam hidupku, mengisi kekosongan ku dan kehampaan yang kurasakan. terima kasih untuk seluruh cinta yang kau berikan padaku dengan tulus. "
Cup
" Karena cinta sejati adalah sebuah perasaan saling mengasihi dan saling menyayangi tanpa mengharap imbalan apapun. hanya orang yang benar-benar tulus mencintai lah yang mengerti apa arti cinta sejati yang sebenarnya. jadi aku berharap kamu bisa merasakan ketulusan hatiku untuk mencintaimu tanpa mengharapkan balasannya karena sejak dulu pun aku sudah mencintaimu walau aku tahu itu berat. " Max mengangguk kan kepalanya karena memang yang dirasakannya saat ini adalah kebahagiaan yang begitu luar biasa.
Cintanya Irene, kasih sayangnya dan ketulusan hatinya lah yang mampu membuat Max bertahan dengan semua beban masa lalunya.
Maka dia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk mengakhiri beban ini dan menghapuskan semua perasaan gitu.
Dia hanya ingin hidup bahagia bersama anak dan istrinya.
" Bersiaplah lebih dulu aku akan mengajakmu bertemu Daddy hari ini "
" Bertemu dengan Daddy ?" Tanya Irene lagi pada Max.
Max hanya menganggukkan kepalanya karena memang dia sudah berniat pada dirinya sendiri untuk memperkenalkan Irene pada Daddy nya, berharap Daddy nya bisa merestui rumah tangga yang bersama Irene.
" Iya sayang kita akan bertemu Daddy hari ini, jadi bersiaplah, jika memungkinkan kita akan membawa baby Maxim juga ."
" Aku akan segera bersiap, Sarapan lah lebih dulu karena aku sudah membuatnya dengan penuh cinta untukmu."
__ADS_1
Cup...
Irene kembali memberikan kecupan di kening suaminya dan selalu ke kamar mandi.
" Aku mencintaimu suamiku. " Ucapnya dengan begitu tulus dan senyuman yang begitu merekah untukmu.
Mendapatkan perhatian seperti itu dari istrinya membuat hati Max begitu tenang.
Damai, damai sekali hatinya kalau melihat wajah Irene yang tersenyum bahagia untuknya. dan tujuan hidupnya saat ini adalah untuk membahagiakan Irene.
karena Irene lah yang utama bagi hidupnya saat ini begitu pula dengan baby Max.
Dia ingin anaknya tidak kekurangan apapun dalam hidupnya, termasuk cinta kasih dari kedua orang tuanya.
Max tidak akan membiarkan anak-anaknya merasakan apa yang pernah dirasakan yang dulu karena itu sangat menyakitkan.
Maka dari itu sebisa mungkin Max akan mewujudkan rumah tangga yang yang harmonis untuk anak-anak nya kelak.
Karena dia berpikir saat ini jika kehidupan rumah tangganya harmonis, maka dia akan bisa mewujudkan kehidupan yang lebih baik untuk anak anak nya.
Jauh lebih baik dari kehidupannya dulu.
Melihat sarapan yang sudah tertata rapi di meja sofa itu membuat Hati Max menghangat karena perlakuan Irene padanya yang sangat luar biasa.
Diambil Max selembar surat yang terselip di bawah sendok makan.
aku mencintaimu suamiku, teruslah tersenyum untuk kami.
aku yakin kamu adalah Dede yang hebat untuk anak-anak kita, jadi jangan putus asa suamiku karena ada aku yang akan selalu mencintaimu.
love you Dario Max Anderson ❤️*,.
Max kembali melipat surat yang disengaja ditulis tangan oleh istrinya, lagi-lagi surat yang berisikan pernyataan cinta dari istrinya.
Max jadi berpikir, apakah begitu besar rasa cinta Irene untuknya hingga bisa melupakan rasa sakit yang pernah ditorehkan yang begitu saja.
" Aku juga mencintaimu istriku" Balas Max yang melanjutkan kegiatannya untuk memakan sarapan pagi ini.
Sarapan mie kesukaannya, Bahkan yang membuatnya gemas adalah nugget hati yang berada di tengah-tengah bumi buatan istrinya.
Apakah Irene sedang menggombal untuknya dengan hati itu ?
...🤍🤍🤍...
__ADS_1