IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )

IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )
Bahagia


__ADS_3

Max terus saja menatap ke layar tv di depannya yang sedang menampilkan perkembangan janin yang tengah di kandung istrinya.


Dia tidak menyangka seperti ini kah rasanya menemani sang istri periksa kandungan ??


Mereka benar benar menjalani kehidupan rumah tangga yang sesuai dengan impiannya.


Genggaman tangan Max tak pernah lepas sedikitpun dari tangan Irene, Dimana saat ini dia juga tengah memangku putranya.


Bahkan tatapan Max begitu lembut dan haru kala melihat kantung rahim istrinya yang berisi janin mereka.


Betapa bahagianya Max menyaksikan semua ini.


Semua yang di dapatkannya saat ini adalah benar benar berkah dari Tuhan untuk hidupnya agar bisa lebih baik lagi.


" Semua nya sehat ya Tuan, Baik Ibu dan anaknya, Hanya perlu memperhatikan asupan gizi dan jangan terlalu lelah ya. " Dokter pun menyudahi pemeriksaannya terhadap calon pasangan itu.


Di mana terlihat sang pria yang begitu sangat mencintai istrinya, Begitu juga dengan sang wanita yang begitu bahagia mendapatkan perhatian yang luar biasa dari suaminya.


Benar benar definisi hubungan rumah tangga yang harmonis.


" Apa ada hal hal lain yang harus di jaga dok ?? soal vitamin dan lain lain nya ??" Max terlihat begitu antusias dengan pemeriksaan ini.


Dia seperti menemukan kebahagiaannya kali ini.


Pertanyaan dari Max di maklumi oleh pria ini, mungkin dia terlalu bersemangat atau bagaiman, entah lah.


Tapi yang pasti ke khawatiran yang di rasakan Max sangat beralasan karena dia tidak pernah melakukan hal ini sebelumnya.


" Untuk semua nya sehat, vitamin akan saya resep kan disini, dan jangan terlalu pro dalam berhubungan ya, Harus di perhatikan cara nya. "


Blush...


Wajah Irene tersipu malu saat mendapatkan wejangan seperti ini dokter kandungannya.

__ADS_1


Jika dulu dia selalu periksa di temani kakaknya, maka kali ini dia periksa di temani suaminya langsung, dan di beritahu tentang tata cara berhubungan badan.


" Berarti kami tetap boleh melakukannya, tapi harus dengan gerakan lembut dok ??" Dokter tersebut mengangguk dengan pertanyaan Max.


Cukup lama mereka di dalam ruangan dokter kandungan tadi dengan segala pertanyaan yang di layangkan Max pada dokternya.


Kini keduanya sudah keluar dari ruangan dokter tersebut dan Max ingin membawa Irene beserta Maxim untuk jalan-jalan seperti ke mall mungkin.


" Kita ke mall sayang. kita akan makan menemani Maxim bermain di sana. karena aku ingin melihat dan membahagiakan putraku saat dia bermain dengan dunianya. " Irene pun setuju dengan apa yang dikatakan suaminya.


Karena selain dia tidak pernah membawa Maxim keluar dari rumahnya, dia juga tidak pernah membawa Maxim untuk bermain.


Maka jadilah hari ini mereka yang akan membawa anak mereka bermain di tempat bermain.


Keduanya sudah berjalan bergandengan tangan layaknya anak remaja, karena ini adalah pertama kalinya baik Max maupun Irene melakukan kencan mereka.


Bisakah ini dikatakan kencan ?? karena memang ini adalah pertama kalinya mereka berjalan bertiga di mana tanpa pengawalan dan tanpa pengasuhnya Maxim.


Max terlihat begitu gagah dengan menggendong putranya dan sebelah tangannya lagi menggenggam tangan istrinya.


" Daddy Maxim ingin bermain itu. " Tunjuk bocah satu tahun setengah itu ke arah play zone anak anak.


Ada Mandi bola dan banyak lagi permainannya di sana.


" Oke boy, let's get the play. " Seru Max yang langsung membawa putranya bermain di sana.


Max benar-benar membawa putranya di area kolam yang begitu banyak bolanya.


Mereka bermain-main layaknya anak-anak yang tidak pernah merasakan hal seperti itu.


Max dan Maxim terus saja bermain tanpa memperdulikan keadaan sekitar, dan sepertinya Max menemukan kehidupannya yang baru bersama Irene dan Maxim.


" Terima kasih Tuhan, Kau telah memberikan kehidupan yang luar biasa ini untuk keluarga ku, Melihat suami ku yang terlihat sangat bahagia bersama putranya membuat hati ku benar benar tenang dengan semua ini. Aku merasakan kehidupan ku saat ini memang benar benar luar biasa, Dimana aku memiliki suami yang luar biasa, Begitu juga dengan anak anak yang kau berikan pada ku. Aku hanya meminta untuk terus melimpahkan rumah tangga hamba dengan cinta kasih mu, jangan biarkan kami merasakan hampa dan jauh dari berkah mu Tuhan. " Irene terus berdoa dalam hatinya untuk keberlangsungan hidup rumah tangganya bersama Max.

__ADS_1


Bukan hanya itu saja, Tapi Irene juga berharap agar Tuhan terus melindungi mereka semua dan menjauhkan mereka dari keburukan dan kesialan yang bisa kapan saja menghampiri mereka.


Di saat Irene tengah serius memperhatikan suami dan anaknya yang bermain dengan begitu bahagia.


Tiba tiba datang seroang wanita yang berbicara tidak sopan pada nya.


" Kau yakin bisa hidup bahagia dengannya ?? Sementara dia sudah banyak meniduri banyak wanita ?? " Irene langsung menatap pada wanita yang baru saja datang dan langsung menghakiminya seperti itu .


Di lihat Irene wanita itu dari atas sampai bawah dengan pakaian dan barang branded yang di bawanya.


Irene mengetahui bahwa wanita ini bukan wanita sembarangan.


Pasti kalangan orang kaya juga.


" Maaf saya tidak mengenal anda. " Jawab Irene pada wanita seksi di depannya.


" Aku Mia, Aku adalah wanita yang sering memuaskan hasrat birahi pria yang tengah bermain di sana, Di bandingkan dengan diri mu, Aku lah wanita simpanannya, Aku pula yang selalu memuaskan hasratnya. Bahkan dia selalu memuji keindahan tubuh ku saat kami tengah bercinta dan bergelut dalam hawa nafsu. " Dada Irene terasa sesak saat mengingat masa lalu itu.


Masa lalu kelamnya bersama Max, Dan benar yang di katakan wanita ini memang, Dulu sebelum Max menjadikannya budak nafsunya, Irene pernah melihat beberapa kali bosnya itu dengan para wanita di sekelilingnya, Bukan hanya itu saja, Selama sebulan dia bekerja dia juga sering memesan kamar hotel bosnya waktu itu.


" Kau tau ?? Dia sangat memuji saat aku bisa memuaskan hasratnya, Dia meracau dan mendesah dengan hebat saat aku mengulum alat perang nya, Bukan hanya itu saja, Aku bahkan pernah merasakan bagaimana hangatnya cairan miliknya yang membasahi rahim ku waktu itu. "


Deg !


Irene tidak menyangka jika Max pernah melakukan itu pada wanita lain karena setau nya, Max selalu memakai alat pengaman yang berbagai macam bentuknya karena Irene juga lah yang selalu membersihkan bekasnya.


Irene juga lah yang selalu membuang lusinan sarung alat tempur milik suaminya.


Entah karena faktor kehamilan atau bagaimana, Perasaan Irene menjadi lebih sensitif dari sebelum sebelumnya.


" Apa dia pernah menjilat milikmu juga seperti yang pernah di lakukannya pada ku ?? Apa dia pernah menjilat milik mu hingga basa dan keluar ??" Ya Tuhan sakitnya hati Irene saat mendengar pertanyaan wanita ini.


Kenapa hatinya sakit sekali ?? Apa benar Max pernah melakukan hal itu pada wanita ini ??

__ADS_1


Lalu kenapa hatinya terasa sakit sekali saat ini ???


...🤍🤍🤍...


__ADS_2