IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )

IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )
Keputusan


__ADS_3

Irene telah mengambil keputusan yang menurut nya tepat saat ini, Dia akan kembali tinggal di Paris bersama kakak nya


Dimana setelah keluar dari rumah sakit, Irene akan mulai bekerja dan duduk di perusahaan kakak nya.


Dia akan mengambil alih perusahaan Entertainment yang baru saja di akusisi oleh Jonathan Rhys Broiler, Kakak nya.


" Kamu yakin Ren ? Akan bekerja ?? Apa tidak sebaik nya kamu dirumah saja bersama Maxim ??" Jonathan masih berusaha untuk menggoyahkan keinginan adik nya untuk bekerja.


Kasihan Maxim yang masih sangat membutuhkan nya, ASI, itu lah yang di beratkan Nathan.


Karena Maxim menerima ASI eksklusif dari Mommy nya.


" Kakak tenang saja, Aku akan baik baik saja, Max akan baik baik saja, Dia anak yang baik, Dia mengerti keadaan Mommy nya. " Setidak nya sekarang dia ingin menjadi wanita yang lebih mandiri.


Jika di tanya apa dia tidak takut bertemu Max nanti nya ? Pria yang telah menjadi ayah dari bayi nya ?


Maka dengan tegas Irene mengatakan bahwa dia tidak takut sama sekali, dia akan menghadapi Max bagaimana pun cara nya.


Karena sudah cukup apa yang di rasakan nya selama ini, Nathan memang egois mengurung nya, Tapi dia juga tidak bisa menyalahkan kakak nya begitu saja.


Bagaimana pun, Nathan hanya ingin melindungi nya, Karena yang pernah dia dengar, bahwa Max terus mencari nya dan memantau semua tempat yang berbatas namakan Jonathan.


Maka tidak menutup kemungkinan juga bahwa Max akan datang secepat mungkin di hadapan nya.


" Baik jika itu sudah menjadi keputusan kamu, Kakak tidka bisa memaksamu lagi, Karena kakak tau, bahwa kamu bisa menyelesaikan ini semua, Tolong bawa pengawal kemana pun kamu pergi. !" Irene pun mengiyakan apa yang di perintahkan kakak nya untuk membawa serta pengawal untuk nya.


Tidak masalah, Hanya pengawal bukan ??


Kini, Irene tengah menyusui putra nya, Max nya menyedot air untuk sumber kehidupan nya itu penuh dengan semangat.

__ADS_1


" Maafkan Mommy sayang, Kamu tidak bisa merasakan keutuhan sebuah keluarga yang hangat, Mommy juga tidak bisa menjanjikan apapun untuk kamu selain cinta kasih mommy yang tidak terbatas untuk kamu, Saat ini, Kamu adalah tujuan utama hidup mommy, Karena melihat kamu tumbuh dan sehat saja itu sudah menjadi kebahagiaan bagi Mommy, Dan terus memberikan senyum indah kamu untuk Mommy sayang..." tangan mungil nan lembut milik Baby Max menggenggam erat jari Mommy nya.


Seakan Baby Max tengah memberikan nya semangat dan kekuatan, Tanpa terasa, air mata Irene jatuh membasahi pipi nya, Bukan hanya pipi nya, Tapi juga jatuh di pipi putra nya.


Senyuman Baby Max membuat hati Irene semakin luruh, Hancur berantakan, Bagaimana bisa anak nya sudah sekuat ini, Sementara dia sendiri masih harus menguatkan hati dan diri nya untuk menyambut hari esok.


Hari dimana bisa saja dia bertemu dengan Max Anderson nanti nya.


Kuat kah dia bertemu dengan pria yang pertama bagi nya ? Yang menjamah tubuh nya, Menikmati nya berkali kali, menyakiti nya juga berkali kali namun masih bisa di maafkan nya karena dia mencintai pria kejam itu.


Tapi kini ?? Dia mencoba kuat, Karena pada kenyataan nya dia tidak sekuat itu, Benar benar tidak sekuat itu Tuhan.


...🤍🤍...


" Dimana kau sebenar nya ?? dan apa yang ku rasakan ini ?? Dada ku selalu sesak saat mengingat nama mu, " Max menatap kosong pemandangan di depan nya,.


Dia meratapi nasib nya kini, Nasib yang tidak berpihak pada nya,.



Selanjut nya, Dia kembali memfokuskan pandangan nya ke depan, Entah apa yang di lihat nya disana, Tapi yang pasti bukan masa depan nya bersama anak anak nya.


Tapi tunggu, Sejak kapan dia memikirkan ada anak di kehidupan nya ? Apa itu benar ?? Jika Irene nya hamil dan mengandung anak nya ?


Jika memang iya, Seharus nya Irene sudah akan melahirkan, Atau bahkan mungkin saja sudah melahirkan anak nya.


Karena apa yang di hitung nya sangat pas, Sejak kepergian Irene dari hidup nya yang semakin hampa terasa tanpa kehadiran nya.


" Anak buah melihat Tuan Jonathan beberapa hari yang lalu di bandara, Tapi beliau hanya sendirian saja, dengan pengawalan ketat, Terlihat juga Tuan Jonathan mendatangi sebuah perusahaan Entertainment yang telah di akusisi oleh nya Tuan. ". Boy memberikan informasi pada bos nya yang terlihat galau setiap hari nya.

__ADS_1


Dan hari hari Max memang seperti itu, Duduk termenung melihat air di depan nya sana, entah mengapa dia selalu teringat saat diri nya dsn Irene di dalam kolam renang,.


Dia juga tidak tau, kenapa bisa memikirkan hal seperti itu, Hal yang membuat nya kembali tersulut emosi karena Irene meninggalkan nya


" Terus pantau dia ! Aku yakin cepat atau lambat wanita itu akan muncul kepermukaan, Dan saat itu tiba, Maka aku sendiri yang akan menangkap nya lagi !" Kedua tangan Max terkepal erat mengingat bagaimana keadaan nya saat baru di tinggal Irene, Harus beberapa kali di rawat di rumah sakit yang sebenar nya tidak pernah di alami Max sama sekali.


Dan karena wanita itu lah dia harus bolak balik keluar masuk rumah sakit karena penyakit yang sama sekali tidak di mengerti nya dsn masuk di dalam akal sehat nya.


Melihat dan mendengar apa yang di ucapkan Bos nya membuat Boy hanya bisa menghembuskan nafas nya berat.


Dia tidak habis pikir, Bagaimana bisa bos nya itu selalu menyangkal perasaan nya yang sebenar nya dia itu sangat mencintai Irene.


Tapi gengsi dsn kekerasan hati nya sang seperti batu itu pula yang menutupi perasaan yang tidak di sadari nya sedikit pun.


Perasaan cinta yang begitu dalam, Dan hanya tertaut pada sebuah nama yang di kenal nya sebagai Irene !


Wanita yang telah memuaskan hasrat nya.


" Baik, Jika begitu saya permisi Tuan !" Setelah kepergian Boy, Max kembali pada lamunan nya.


Lamunan dimana dia membayang kan bagaimana jika memang Irene saat itu mengandung benih nya, Lalu seperti apa anak nya sekarang ?


Apakah mirip dengan nya ?? Atau mirip dnegan Irene yang sangat cantik ??


Bugh...Bugh...Bugh...


" Kenapa kau selalu membuat ku sesak setiap kali mengingat wajah mu ? Nama mu dan seluruh yang ada pada diri mu ??? Kenapa Irene ??? Kenapa ????!!!" Max menjerit sekuat tenaga nya sambil terus memukuli dada nya yang memang terasa sangat sesak.


" Ini kah yang kau inginkan Irene ?? Inikah ?? Kesakitan ku seperti ini ??? Jika iya, Maka aku mengucapkan selamat pada mu ! Selamat karena kau telah menyiksa ku ! Menyiksa batin ku !! Kau berhasil Irene ! Kau berhasil menghancurkan segala nya !! Dan aku membenci mu !!!" Dada Max semakin saat dia berkata membenci Irene, Dan disana pula dada nya semakin sakit dan sesak.

__ADS_1


...🤍❤️...


__ADS_2