IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )

IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )
Merajuk


__ADS_3

Max, Irene, Maxim dan Celine sudah bersiap untuk pergi ke pesta salah satu dari rekan bisnisnya.


Kini, Mereka tengah menunggu Princess kecil mereka yang begitu centil dan heboh jika sudah bersangkutan dengan yang namanya pesta.


Pasti dia akan heboh berdandan layaknya gadis remaja yang ingin bertemu pacarnya.


" Celine siap ...!!!" Seru bocah yang baru saja turun dari kamar nya bersama sang Mommy.


Melihat gaya Celine yang begitu centil membuat Irene tersenyum saja.


Apalagi saat melihat wajah masam suami dan anak laki lakinya membuat Irene terus saja tersenyum.


" Sudah jangan kesal. " Irene pun menghampiri suaminya dan mengelus dada bidang yang berbalut jas berwarna coklat muda.


" Aku tidak kesal sayang, Hanya saja aku tidak habis pikir kenapa Celine bisa seperti itu, bukankah saat kamu melahirkannya aku berdoa semoga Putri kita menjadi putri yang cantik, anggun dan memiliki budi pekerti yang luhur ? lalu kenapa Celine terlihat seperti ini ?" Tanya Max yang merasa tidak habis pikir dengan pola tingkah Celine yang centil seperti itu.


" Jangan pernah menyesali apa yang telah terjadi, kita harus tetap bersyukur apapun yang diberikan tuhan pada kita bukan ??"


" Yaa aku tahu, Hanya saja--- ah sudahlah jangan dibahas!" Tidak ingin semakin larut dalam memikirkan tingkah Celine yang luar biasa, Max pun bergegas membawa anak dan istrinya menuju mobil yang memang telah disiapkan untuk mereka.


Mereka akan pergi ke pesta ulang tahun putra dari rekan bisnisnya, dan di sana banyak para pengusaha-pengusaha hebat lainnya lagi yang akan turut hadir dalam acara tersebut.


Maka Max juga membawa seluruh keluarganya untuk menghadiri pesta tersebut.


Selain karena memang undangan lengkap, Max juga membawa anak dan istrinya karena tema yang digunakan malam ini adalah family gathering.


" Daddy, apa di sana banyak kakak-kakak tampan seperti kak Arga ?" lagi-lagi Arga Arga dan Arga yang dibahas oleh Celine.


Max bingung harus menjawab apa, Karena putrinya ini memang sangat berbeda dari istrinya begitu juga dari dirinya.


Terkadang Max berpikir Celine mirip siapa ? Irene tidak secentil itu, lalu Max pun tidak seperti itu.


Lalu dari mana turunan sikap Celine yang seperti itu ?


Apakah bisa nurun dari Nathan yang selalu membuatnya kesal ??


" Berhenti membicarakan pria tampan Celine ! usiamu bahkan masih 5 tahun dan kau sudah membicarakan pria tampan ? memalukan !" Maxim langsung mengultimatum adiknya.


Dia tidak habis pikir usia Celine yang baru mau masuki 5 tahun sudah pandai berbicara dan menilai pria tampan.


Seharusnya di usia seperti Celine itu adiknya itu masih belajar mewarnai, menggambar dan bernyanyi layaknya anak TK pada umumnya.


Bukan malah bercerita tentang k-pop, pria tampan dan gaya fashion terkemuka.

__ADS_1


" ih kakak... Celine kan hanya bicara tentang pria tampan, bukankah itu normal ? Celine kan cewek masa iya Celine cerita tentang cewek juga kan nggak asik."


" Iya, Tapi tidak seharusnya membicarakan pria tampan ! Usia mu masih 5 tahun Celine. "


" Kakak juga masih 6 tahun. Lalu apa bedanya dengan Celine ?" Inilah Celine yang sesungguhnya yang selalu membuat kepala Max berdenyut.


Beruntung dia memiliki istri yang memang real Blasteran surga.


Bisa sabar menghadapi sikap anak anaknya yang luar biasa, Termasuk Celine tentunya.


Celine yang tidak akan bisa menerima saran apapun begitu saja, selalu berdebat dengan kakaknya memang tidak cocok dengan dirinya.


Dan apa yang dikatakan Maxim benar-benar tidak sepaham dan tidak sejalan dengan dirinya.


Maka inilah yang sering terjadi di antara dua kakak beradik tersebut, di mana Celine yang centil dan Maxim yang ketus dan terkesan agak dingin seperti Daddy-nya.


" Terserah mu ! kakak malas bicara denganmu !"


" Ya sudah ! Celine juga malas bicara sama kakak. Kakak nggak asik menyebalkan seperti Daddy !" Max yang mendengar dirinya dibawa-bawa dalam perdebatan kedua anaknya itu langsung terpancing dengan obrolan mereka.


Bukankah sejak tadi dia diam saja ? lalu kenapa dia dibawa-bawa saat ini ? bahkan Celine mengatakan dia menyebalkan.


" Kenapa Daddy yang disalahkan ? Celine juga mengatakan Daddy menyebalkan, memangnya apa salah Daddy ?" Tanya Max pada putrinya yang kini terlihat kesal dengan kakaknya itu.


Jawaban dari putrinya itu membuat Max benar-benar tidak habis pikir dengan Celine.


Putrinya itu selalu saja bisa menjawab apapun yang menjadi perdebatan dari di antara mereka.


" Celine, apa Mommy pernah mengajarkan seperti itu ?" Tanya Irene pada putrinya.


Dia tidak ingin Celine dianggap anak yang tidak punya etika dan sopan santun.


Walaupun itu pada keluarganya sendiri, setidaknya kesopanan dan kedisiplinan itulah yang utama dalam hidup.


Karena di manapun mereka berada adab dan beretika adalah yang nomor satu.


Jika kamu sudah tidak memiliki etika dan adab, Maka di mana pun kamu berada, kamu tidak akan pernah dihargai oleh orang lain.


Tapi sebaliknya, Jika kamu memiliki etika dan adab maka di mana pun kamu berada kamu akan dihargai oleh banyak orang.


Jadi hargailah dirimu sendiri baru menghargai orang lain dan kamu akan dihargai oleh orang lain.


" Tidak mom. " Jawab Celine pada Mommy-nya

__ADS_1


" Lalu kenapa mengatakan tidak menyebalkan ? bukankah itu tidak sopan namanya ??"


" Maaf...."


" Minta maaf pada Daddy dan kakak bukan kepada Mommy, Karena Celine tidak memiliki salah pada Mommy. " Jika sudah berhadapan dengan Mommy-nya yang bicara maka Celine tidak bisa berkutik lagi.


Karena apapun yang dikatakan Mommy-nya itu adalah kebenarannya.


" Maaf Dad, Maaf kakak. " Max pun terlihat begitu bangga kepada istrinya yang bisa menjaga dan mengurus anak-anak mereka.


Bahkan apa yang dikatakan Irene langsung masuk dan dicerna oleh anak-anak mereka.


Terbukti saat ini, bahwa Celine langsung bisa meminta maaf kepadanya dan juga Maxim sebagai kakak dari Celine.


" Besok juga diulangi lagi." Jawab Maxim dengan ketus.


Hal itu membuat Celine kembali kesal pada kakaknya.


Bukankah dia sudah minta maaf ? lalu kenapa kakaknya kembali membahas tentang ini lagi ?


Sadar akan keadaan yang akan kembali memanas, Irene langsung memasang ancang-ancang dan menegur Maxim.


" Kakak, bukankah adik sudah meminta maaf ? lalu kenapa tidak dimaafkan ? "


" Bukan tidak dimaafkan Mom, tapi juga nanti dia akan mengulanginya lagi. "


" Tapi setidaknya adik sudah minta maaf bukan ? Lalu apa lagi yang jadi masalah ??" Tanya Irene lagi pada putranya.


Maxim pun gantian meminta maaf pada adiknya yang tidak ingin menatap ke arahnya saat ini.


" Adik, Kakak minta maaf. " Maxim berbicara selembut mungkin, Karena dia tau bahwa adiknya ini sedang merajuk padanya.


" Adik kakak yang paling cantik, Maafkan kakak..." Bujuk Maxim lagi pada adiknya, Namun sepertinya Celine masih merajuk padanya.


" Adik, Besok kakak belikan ice cream, Tapi maafkan kakak dulu ya ??" Benar saja.


Celine langsung berbalik ke arah kakaknya dan menautkan kedua jari kelingking mereka seperti biasanya.


" Janji, Awas saja jika kakak bohong !" Maxim hanya bisa menghela nafasnya kasar, Selalu begini jika Celine merajuk dan Maxim yang meminta maaf padanya.


Maka uang jajannya lah yang akan menjadi tumbalnya.


...🤍🤍🤍...

__ADS_1


__ADS_2