
Nathan benar benar sangat menyesal, Karena dia telah membuat Max kesal pada nya.
Bukan nya berterima kasih, Nathan malah menipu nya .
Setelah kedua wanita itu tertidur, Kini saat nya Nathan menghampiri pria yang sudah beberapa hari ini di susah kan nya dengan segala urusan kantor nya yang memang sedang tidak baik baik saja selama dia mengurus urusan Irene waktu masa kehamilan nya,.
Bukan berarti dia menyalahkan Irene, Tapi memang Nathan lebih mementingkan kondisi Irene saat itu ketimbang perusahaan nya.
Dan ini lah akibat nya saat ini.
Perusahaan nya tidak baik baik saja, Dan dia sangat berterima kasih dengan ada nya Max, Dia bisa mengatasi semua masalah ini.
" Pergi kau jika hanya untuk kembali memancing emosi ku, Bisa bisa aku akan menenggelamkan mu di dalam kolam renang ini. " Nathan hanya bisa menghembuskan nafas nya perlahan.
Max bahkan sudah mengetahui nya walau belum mendekat pada nya.
" Kau sudah seperti cenayang saja. "
" Aku keturunan paranormal, Mau apa kau ??"
" Hah ?? Kau serius keturunan paranormal ??" Tanya Nathan yang tidak percaya dengan pernyataan dari Max.
Apa benar pria bule ini keturunan paranormal ??
Sementara Max, Dia sudah kembali ingin mencekik leher pria Asia ini, Tidak bisa kah dia mengerti apa arti dari kata kata nya ??
Kenapa semua di anggap serius oleh pria berkulit putih ini ??
__ADS_1
" Aku bukan hanya keturunan paranormal, Aku juga keturunan Vampir, aku juga keturunan Valak, apa kau juga akan bertanya apa aku serius ??" Nathan hanya bisa melongo mendengarkan apa yang baru saja di dengar nya saat ini.
" Hah ! Sudah lah ! jangan membahas nya, Kau tidak akan mengerti, Saat ini aku tau isi kepala mu hanya seputaran satu jengkal dari pusar mu !"
" Apa maksud mu ??"
" Aku rasa kau memang tidak bodoh, Jadi berpikir lah. " Nathan hanya bisa mencebik saja mendengar sindiran dari Max yang memang membuat nya tidak bisa berkata kata lagi.
Karena memang saat menyatu dengan sarang semut milik istri nya, Pipa paralon nya memang sangat di jepit dan mengigit dengan sangat legit.
Melihat reaksi wajah Nathan membuat Max semakin muak melihat nya, Karena Max yakin se yakin yakin nya jika saat ini pria itu tengah membayangkan hal peperangan abad 21+.
" Sudah ku duga ! Kau langsung membayangkan nya. "
" Sialan kau !!" Nathan tersadar karena sudah terjebak dengan jebakan yang memang telah di pasang oleh Max, Calon adik ipar nya ini.
Dia rasa ini lah saat yang tepat untuk membicarakan semua ini dengan Max.
Bagaimana persiapan pernikahan nya dengan Irene.
" Max..." Pria yang di panggil itu langsung melihat ke arah seseorang yang memanggil nya.
Pria itu berdiri dengan tegak, Kedua tangan nya di masukan ke dalam saku celana nya, dan tatapan mata nya tertuju pada satu titik, tapi Max tidak tau titik apa itu.
" Kau tau ?? Berapa lama waktu yang ku butuhkan untuk bisa kembali bertemu dengan Nia ku ?? " Max terdiam, Karena memang ini bukan lah waktu yang sebentar, dan dia tau itu.
" Itu bukan waktu yang singkat bagi ku, Dan kau tau betapa akut nya hati ku saat aku menemukan nya, Aku malah mendapati diri telah hancur dan menjadi, Ya kau tau sendiri apa maksud ku. " Ya, Max memang tau apa yang di maksud Nathan saat ini, Karena ya memang dia lah penyebab semua kesakitan Irene saat itu.
__ADS_1
" Dia mengandung, Tanpa suami, Tanpa pria yang menjadi ayah dari bayi yang di kandung nya, Dan kau ?! Kau yang menurut ku baik baik saja, Tapi aku salah. Kau tidak sedang baik baik saja, Dan maaf kan aku yang telah membawa Irene jauh dari mu, Itu ku lakukan karena aku sangat menyayangi nya, Aku takut kau kembali menyakiti hati nya. " Suara Nathan mulai terdengar bergetar.
Ada sebuah rasa yang sangat menyiksa nya disini, Tapi apa itu Max tidak tau.
" Dulu, Mommy ku sangat menyukai Bunga Lily, Lily putih, Dan Lily pink, Mommy ku sangat menyukai nya, Mommy ku juga pernah bercerita, Jika Nia kamu menikah nanti, Dia ingin melihat banyak nya bunga Lily disana, Gaun putih yang indah di pakai saat janji Suci, dan gaun pink saat resepsi, Mommy ku sangat ingin melihat putri nya terlihat seperti princess, Karena dulu Mommy ku selalu mengatakan bahwa Nia kami adalah Princess di keluarga kami, Dia pertama di tengah kegelapan, Nia kami hadir di saat perusahaan Daddy Collapse, Dan setelah hadir nya Nia, Daddy ku kembali semangat demi kehidupan princess kami, Dan sejak saat itu lah Perusahaan kami kembali bangkit, Namun itu tdiak berlangsung lama, Setelah bencana itu datang, Mommy dan Daddy ku berpesan, Jaga lah Nia mereka, Permata hati mereka. " Air mata Nathan jatuh tanpa di sadari oleh nya, Dia langsung menghapus nya.
" Ah ..Udara sedang tidak sehat saat ini, Aku rasa aku akan flu. Dan banyak debu disini yang membuat mata ku berair. " Kedua pria itu masih berdiri di tempat nya.
" Aku tidak mengerti apa yang kau rasakan, Dan jangan berpura pura bahwa kau itu kuat, Karena pada dasar nya kau tidak sekuat itu untuk menahan nya. "
" Ya, Kau benar, Karena aku memang tidak sekuat itu. Aku tidak sekuat itu untuk kembali mengingat kekejaman mereka yang telah membuat hidup kami begitu buruk. Terutama Nia kami --"
" Aku tidak tau apa yang kau rasa kan, Aku juga tidak bisa berjanji apapun pada mu selain aku akan berusaha sekuat dan semampu ku untuk terus mencintai dan menjaga Nia kalian, Aku akan selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik bagi nya, Aku hanya ingin hidup bahagia dan menebus semua dosa dosa ku pada Nia kalian. "
" Tolong jaga Nia kami, Cintai dia dengan seluruh hati ku, Tolong juga wujud kan impian Mommy ku untuk bisa melihat Princess Kesayangan nya mendapatkan pangeran berkuda nya, Pangeran yang akan membahagiakan nya, "
" Aku mencintai Princess kalian, aku benar benar sangat mencintai nya, Jadi sebisa mungkin aku akan terus berusaha menajdi yang terbaik untuk nya. "
" Kelak, Jika suatu saat kau tidak lagi mencintai nya, Tolong jangan katakan pada nya, Tolong cari aku, Katakan pada ku, Dan aku yang akan menjemput nya, Jangan pernah katakan apapun yang akan membuat hati Princess Nia kami hancur, Biarkan aku yang akan mengatakan nya, Jangan kau yang mengatakan semua itu, Karena jika suatu saat kau yang mengatakan nya, Aku tidak yakin jika dia bisa menerima semua nya. Maka biarkan aku yang akan mengatakan semua itu pada nya. " Max seperti merasa Dejavu saat ini.
Dia seperti pernah mendengar kata kata seperti ini, Tapi siapa yang mengatakan nya ??
Saat cukup lama dia terdiam, Dia baru ingat bahwa Irene juga pernah mengatakan hal yang sama seperti yang di katakan Nathan pada nya saat ini.
" Irene..." Gumam Max menyebutkan nama wanita yang paling di cintai nya.
Tanpa mereka tau, Bahwa saat ini ada seorang wanita, Wanita yang menajdi topik pembahasan kedua pria dewasa itu tengah memegang dada nya yang begitu sakit mendengarkan semua pembicaraan mereka berdua.
__ADS_1
...🤍🤍🤍...