
Acara pesta ulang tahun perusahaan suami nya berlangsung begitu mewah bagi Irene.
Bahkan Max tak segan segan memperkenalkan nya pada seluruh rekan bisnis dan relasi nya.
Dia sedikit tidak nyaman dengan istri istri para pengusaha itu, yang selalu memamerkan kemewahan yang mereka miliki.
Ada satu wanita yang terlihat begitu sederhana, Walau dia tau bahwa suami pria itu sangat kaya raya, bahkan tidak bisa di imbangi lagi.
Tapi dia tidak memamerkan apa yang di miliki nya saat ini.
Dan wanita itu adalah Starla Aurora Sky Alexander.
Dimana wanita itu sangat sederhana, walau usia nya beberapa tahun di bawah Irene, tapi kepiawaian nya dalam berolah kata dan pembawaan diri nya sangat luar biasa.
Irene ingin bisa menjadi wanita seperti itu, Yang bisa mendampingi suami nya.
Wanita itu tidak banyak bicara, tapi begitu di segani oleh banyak orang.
Termasuk suami nya juga.
Dan betapa beruntung nya Irene saat istri sang penguasa itu mau berteman dengan nya dan duduk di satu meja yang sama dengan diri nya.
" Salam kenal Nyonya Sky Alexander,. "
" Salam kenal Nyonya Anderson..." Balas istri yang penguasa itu.
Merek berada di satu meja yang sama, Sampai Irene di undang secara langsung untuk datang kerumah mereka yang berada di London.
Dan betapa bahagia nya Irene bisa berteman dan di undang secara langsung seperti ini.
Padahal banyak orang orang yang menjilat ingin dekat dengan mereka, tapi respon istri sang penguasa itu hanya tersenyum dan mengangguk saja.
Sangat luar biasa pembawaan nya.
" Kalau begitu saya permisi Nyonya Anderson, sampai bertemu lagi di lain waktu. " Irene hanya mengangguk dan memberi penghormatan nya.
" Terima kasih atas undangan nya Nyonya, Saya akan datang jika ada kunjungan suami ke London. Dan semoga di lancarkan segala urusan anda dan kehamilan anda. "
__ADS_1
" Ayo Baby... " Pria bernama Galaxy Sky Alexander Guero itu langsung merangkul mesra pinggang istri nya untuk segera pulang ke hotel lalu besok nya mereka akan kembali ke London.
Irene pun hendak kembali ke Kamar hotel nya, Sebelum itu dia ingin berpamitan lebih dulu pada suami nya, Tapi dia di hadang oleh wanita tua yang di ketahui nya sebagai ibu mertua nya.
" Selamat malam ibu..." Wanita tua yang di panggil ibu oleh Irene langsung menatap tak suka pada nya.
Dia tidak suka di panggil ibu oleh wanita yang juga tidak di sukai nya sebagai menantu.
Karena Irene jah dari kata standartnya untuk menjadi menantu.
" Jangan pernah memanggil ku ibu !!" Tekan Ibu Max pada Irene.
Tapi Irene tidak perduli itu, Ini waktu yang tepat bagi nya untuk menceritakan segala nya.
Dia ingin ibu mertua nya ini mengetahui trauma mendalam yang di alami suami nya.
Akibat dari perbuatan yang di lakukan nya.
" Bu, Suka tidak suka aku adalah istri Max, Ibu tau bukan siapa Max ? pria yang baru ku sebutkan nama nya adalah putra ibu, Dia adalah sosok pria yang merindukan kasih sayang seroang ibu, Tapi apa yang di dapatkan nya ?? Ibu nya sama sekali tidak merindukan nya. Ibu nya hanya sibuk dengan dunia nya sendiri tanpa tau perasaan sang putra." Irene dengan berani menatap ibu mertua nya.
Dia ingin ibu mertua nya ini sadar, bahwa kesalahan nya dimasa lalu berdampak buruk bagi suami nya.
Dia ingin semua ini benar benar berakhir dan selesai.
Walau Max sudah mulai terbuka dengan masa lalu nya, Dan berharap bisa melupakan masa lalu buruk itu, Tapi Irene ingin memberi tahu pada ibu mertua nya ini, Jika apa yang di lakukan nya itu salah, Itu berdampak sangat buruk pada suami nya.
" Tau apa kau dengan masa lalu ku ?? dan siapa kau berani mendikte ku ??? Kau hanya istri putra ku, Istri dari putra ku, Menantu yang tak aku ingin kan sama sekali. Lihat diri mu, Apa yang bisa ku banggakan dari mu?? Kau hanya sekertaris nya bukan ? Wanita yang selalu menghangatkan ranjang putra ku, Hingga kau menjebak nya dan terpaksa di nikahi oleh nya. " Sakit hati ??
Sakit hati kah Irene dengan semua ini ?? Jawaban nya adalah tidak !
Tidak sama sekali.
Irene tidak merasakan sakit apapun, Selain rasa sakit saat melihat suami nya menangis tengah malam dalam tidur nya dan memanggil ibu nya.
Ibu yang telah menorehkan banyak luka dalam hidup nya..
" Aku memang sekertaris nya, Aku juga yang menghangatkan ranjang nya setiap malam, Dan aku tidak malu mengakui itu, Bahwa dulu nya aku adalah wanita pemuas Presdir ku sendiri, Tapi aku melakukan nya demi cinta, Dan terbukti saat ini, Bahwa cinta ku bisa mengalahkan segala nya, Cinta ku bisa membawa kebahagiaan untuk suami ku, Cinta ku pula lah yang telah meruntuhkan keras nya hati suami ku yang telah mati, Mati karena perlakuan ibu nya sendiri. " Irene begitu berani menghadapi ibu mertua nya ini.
__ADS_1
Dia tidak takut apapun lagi, Karena memang apa yang di katakan nya itu adalah kebenaran nya.
Merasa terpojok, Ibu Max pun meradang, Dia pun hendak menampar menantu nya ini, Tapi dia tidak menyangka jika tangan nya di tahan oleh seseorang.
Dan betapa kaget nya dia saat melihat siapa yang menahan tangan nya saat ini.
Seorang wanita asing yang begitu seksi, Tapi tunggu, Pria di samping nya adalah keponakan nya sendiri.
" Marcel ??"
" Sayang kamu mengenal wanita tua ini ??" Tanya Maureen pada suami nya.
" Dia bibi Areu, Ibu nya kak Max. " Jawab pria bernama Marcel tadi.
" Lepas kan !! Kalian sama sama wanita rendahan !! "
" Hey !! Tua Bangka, Jaga mulut mu sebelum aku merobek nya. "
" Maureen, Sudah sayang, Malu di lihat banyak orang. " Pria yang menjadi suami wanita yang terlihat barbar itu mencoba menghentikan istri nya tapi terlambat sudah.
Maureen sudah di selimuti emosi, Dia tidak bisa menahan nya lagi.
" Dimana suami mu ?? Katakan pada nya jika ibu mertua mu ini seperti setan !!" Irene pun langsung merasa terlindungi saat melihat suami nya yang telah berada di depan nya saat ini.
Tatapan Mematikan Max berikan pada ibu nya yang tengah berdiri di hadapan nya saat ini.
Max tidak mengatakan sepatah kata pun, Dia hanya menatap datar dan tajam pada ibu nya, Bahkan rasa nya mata nya sangat panas saat ini, Dia ingin sekali melenyapkan wanita tua itu, Tapi bagaimana pun dia adalah ibu nya.
Maka Max masih memikirkan itu semua, Apalagi beberapa hari ini dia rutin beribadah bersama istri nya .
Dia juga baru mempelajari tata cara beribadah, Dia tidak ingin mengecewakan istrinya.
" Aku akan membalaskan apa yang di rasakan istri ku !! Jangan pernah keluar dari rumah mu ! Jika sampai aku melihat mu berkeliaran lagi di luar, Jangan salahkan aku jika aku membuang mu ke jalanan dan memberantas semua yang kau miliki. Cukup sudah, Aku tidak akan mentorelir lagi kesalahan mu ini, Jadi tunggu aku setelah ini !!" Max berkata dengan penuh penekanan.
Dia pun langsung meninggalkan ibu nya dan membawa Irene untuk kembali ke kamar mereka.
Baru setelah nya dia akan memberikan perhitungan pada ibu nya itu.
__ADS_1
...🤍🤍🤍...