IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )

IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )
Bertemu


__ADS_3

Max terus saja memalingkan wajah nya dari wanita yang sejak tadi tak beranjak dari tempat nya.


Karena memang sejak tadi Irene terus saja menemani nya dan mengajak nya bicara, tapi tidak sedikit pun Max menanggapi nya.


Dan hal itu membuat nya sedih, Bagaimana tidak sedih jika Max, pria yang di cintai nya terus saja memalingkan wajah dari nya.


" Maaf, Jika menganggu mu, Aku akan pergi..." Seperti nya Max membutuhkan waktu sendirian pikir Irene.


Karena dia tidak menganggap nya disini, Mungkin Max masih terpukul dengan keadaan nya saat ini.


Dokter tidak mengatakan nya lumpuh total, tapi untuk sementara memang ini lah yang terjadi.


Max sulit menggerakkan kedua kaki nya karena dan inilah yang terjadi saat ini.


Dan itu yang menyebabkan rasa percaya diri nya hilang.


" Jangan pergi..." Panggil Max dengan lirih, dia tidak berani mengangkat wajah nya menatap wanita cantik yang penuh dnegan kesempurnaan itu Dimata nya saat ini


Irene cantik, baik hati, apalagi yang kurang dari nya ?


Saat ini Max lah yang merasa kurang dengan diri nya.


Sementara Irene yang sudah hampir keluar dari ruangan Max pun menghentikan langkah nya karena mendengar suara pria yang di cintai nya.


" Huh, " Irene menghela nafas nya panjang sebelum dia kembali menghampiri pria yang terlihat lemah di atas tempat tidur nya.


" Kenapa terus menundukan wajah ? memalingkan wajah ? apa tidak ingin melihat ku lagi ??" Max terlihat tidak seperti biasa nya lagi.


Jika dulu pria ini terus saja berkata kasar pada nya, Maka kini tidak lagi, Karena Max yang sekarang sangat berbeda.


" Aku harus pulang dulu, ini sudah sore, Aku janji, besok pagi aku datang lagi. "


" Ya sudah pergi saja ! lagi pula mana ada wanita sempurna seperti mu yang mau menerima pria lumpuh seperti ku. "


' Tidak bisa kah tidak membicarakan hal ini lagi ? tidak kah mendengar apa kata dokter tadi jika ini hanya sementara ??"


" Tapi tetap saja sementara ini aku tetap lumpuh !"


" Terserah saja lah ! aku lelah. Aku pulang. " Irene tidak ingin ada pertengkaran lagi di antara mereka, maka akan lebih panjang lagi nanti nya.


Dia lebih memilih meninggalkan Max di rumah sakit, dan memutuskan untuk kembali lagi besok pagi.


Bukan dia tidak memikirkan Max, Tapi dia juga memiliki Maxim di rumah, maka dia harus tega pada Max demi Maxim.


...🤍🤍...


Keesokan hari nya, Irene juga telah bersiap siap untuk membawa Maxim bertemu Daddy nya, Semoga saat melihat Maxim semangat Max berubah menjadi lebih semangat lagi.


" Ayo kita bersiap bertemu Daddy sayang, Semoga Daddy bahagia saat melihat kamu nanti. " Senyum Irene mengembang saat membayangkan bagaimana reaksi Max saat melihat Maxim nanti nya.

__ADS_1


Kini, Irena dan Maxim sudah berada di dalam mobil dan menuju rumah sakit, Lagi pula hati ini adalah jadwal kontrol putra nya, Seperti berat badan, dan lain nya lagi.


Senyuman terus terukir indah di wajah cantik milik Irene, Dia begitu anggun berjalan dengan menggendong Baby Maxim untuk bertemu Daddy nya.


Bahkan banyak mata yang menatap ke arah nya, Melihat seorang wanita cantik dengan membawa bayi bule yang sangat tampan dengan mata indah nya jika terbuka.


Ceklek...


" Morning Daddy--"


Deg !


Jantung Irene berdetak kencang saat melihat seorang wanita yang tengah membantu Max.


" Maaf telah mengangguk " Irene hendak pergi dari ruangan Max.


Senyuman indah nya yang sepanjang jalan tadi tiba tiba saja luntur, Kini wajah cantik dan bahagia nya berubah murung kala melihat seorang wanita yang di ketahui nya adalah calon istri Max, tengah memeluk tubuh kekar nya.


Kau bodoh Irene, kenapa kau bisa melupakan bahwa pria itu sudah mau menikah.


Kenapa kau bisa melupakan nya ? kenapa kau bisa lupa Irene ?? kenapa ?


Sementara Max, Dia yang melihat kedatangan Irene yang tidak sendirian hanya bisa diam membeku, Apalagi saat melihat Irene tengah menggendong bayi, Yang hanya bisa di lihat Max bahwa rambut nya sangat pirang seperti rambut milik nya, Milik Mendiang ayah nya juga.


" Siapa yang mengijinkan mu pergi ??" Suara berat milik Max menghentikan langkah Irene, hati nya kembali sakit, karena dia sudah terlalu tinggi memupuk harapan nya, Tapi kembali di hempaskan dengan kenyataan pahit seperti ini.


" Honey, Siapa dia ?? Apa kau mengenal nya ??"


" Aku---"


" Maaf saya salah kamar. " Sahut Irene dengan cepat memotong ucapan Max.


Dia tidak ingin Max mengatakan hal yang sesungguh nya.


" Apa maksud mu mengatakan itu semua ?? " Max tidak terima dengan penuturan yang di katakan Irene pada nya.


Salah kamar ? maaf ? Apa maksud nya ??


" Apa maksud mu mengatakan kau salah kamar ?? Dan kau menyembunyikan kehamilan mu selama ini ? Dan melahirkan seorang anak ku bukan ??" Irene terdiam, dia bingung harus mengatakan apa saat ini.


" Honey, Apa maksud nya ini, Siapa dia ??"


" Diam !!! diam kata ku !! Kau tidak berhak ikut campur dalam urusan ku !!" Angeline kaget saat mendengar bentakan yang menggelegar dari calon suami nya.


" Tapi aku calon istri mu !"


" Tidak usah saat ini !!!"


" Max, Kau tidak bisa melakukan ini pada ku, Hanya karena perempuan tidak jelas seperti nya. " Sakit sekali hati Irene saat ini.

__ADS_1


Dia berada di antara sepasang kekasih yang sedang bertengkar seperti ini.


" Maaf, Saya permisi. "


" Berhenti kata ku !!"


" Max, Biarkan dia pergi. "


" Aku bilang berhenti!!!"


Brugh...


" Max!!!" Angeline kaget saat Max terjatuh dari tempat tidur nya saat hendak mencegah Irene yang hendak pergi


" Selesaikan lebih dulu masalah anda Tuan, Setelah nya baru temui aku lagi. "


" Tidak !! Aku tidak ingin kau pergi ! Jangan berani melangkah selangkah pun keluar dari ruangan ini Irene !!!"


" Maaf Tuan..." Irene pun kembali melangkahkan kaki nya walau sangat berat rasa nya.


Tapi, Max tidak menyerah begitu saja, Sebisa mungkin dia mencegah Irene untuk pergi.


Demi Tuhan, Dia tidak ingin Irene pergi meninggalkan nya lagi, Tidak akan.


Apalagi Irene membawa anak nya, Max tidak ingin kehilangan Irene lagi, Apalagi juga anak yang belum pernah di lihat nya.


Kenapa Max bisa yakin jika itu anak nya, Ya karena memang hati nya yang mengatakan seperti itu.


" Jangan tinggalkan aku lagi Irene !! Aku mohon..." Max berusaha sekuat tenaga yang dia miliki saat ini, Dia menyeret tubuh nya di lantai demi bisa mencapai Irene.


Melihat Max yang seperti itu membuat Irene tidak tega pada nya, Tapi ada calon istri nya bukan ??


" Irene !! Jangan tinggalkan aku ! Aku mohon Irene !!! Aku mohon jangan tinggalkan aku..." Max semakin menjerit histeris saat melihat Irene benar benar meninggalkan nya lagi.


Tanpa bisa melihat anak nya.


Dia juga tau bagaimana perasaan Irene saat ini, Pasti Irene kembali merasakan sakit hati nya yang entah keberapa kali nya, dan itu karena Max.


Max lah penyebab utama semua kesulitan Irene.


" Irene...Aku mencintai muu !! Aku mencintai mu Irene !!!!!" Teriak Max lagi dengan air mata yang berlinang.


Bahkan dia menepis dengan kasar tangan Angeline yang hendak membantu nya.


Kenapa kaki nya lumpuh seperti ini ? Walau hanya sementara ??


Kenapa Tuhan ?? Kenapa ??


...🤍🤍...

__ADS_1


__ADS_2