IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )

IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )
Tertipu


__ADS_3

Bugh...


" Sialan !! Bajingan kau Nathan !! Aku akan membunuh mu sialan !!!" Max benar benar kesal saat ini, Dia tidak sabar degan semua yang di lakukan Nathan pada nya.


" Susah payah aku bekerja keras di perusahaan mu tanpa kau gaji sepeser pun demi menghormati calon istri ku, Tapi kau menipu ku sialan !! Jika aku tau hanya di pulau pribadi mu, Akan ku seret kau untuk pulang dan mengurus perusahaan mu itu sialan !! Aahh... Jonathan Rhys Broiler !!!" Max menghantam Nathan dengan bantal sofa yang ada di dekat nya.


Sementara Nathan tidak bisa berkutik lagi dengan ke brutalan seorang Max Anderson yang akan menjadi adik ipar nya ini.


Dia juga merasa bersalah telah menipu Max, Begitu juga dengan Max yang merasa tertipu oleh Nathan.


" Hubby, Sudah..."


" Biar Honey !! biar ku ledakan kepala kakak mu ini agar dia tau bagaimana aku berusaha untuk mengurus perusahaan nya dan dia telah menipu ku dengan hanya berlibur di pulau pribadi nya, Lepas Irene, Akan ku kuliti hidup hidup kakak mu ini. " Nathan bangun dari posisi nya yang dari tadi memang di tindih oleh tubuh besar Max .


Dia juga harus menerima hantaman bertubi tubi satu bantal sofa yang di gunakan Max untuk menghantam nya.


" Aku sudah minta maaf, Lalu apa lagi ??".


" Maaf kata mu iya ?? Sini kau ?? Akan ku cabut kedua biji mata mu itu agar kau tidak bisa melihat dunia ini sekalian !!"


" Hubby sudah... Maafkan kakak ya..." Irene terus membujuk Calon suami nya ini.


Irene menahan Max sementara Cristine berusaha melindungi suami nya dari calon adik ipar mereka itu.


Dia juga tidak tega melihat suami nya yang habis di hajar oleh Max, Walau tidak benar benar di hajar, Hanya di pukuli dengan bantal sofa yang terbuat dari bulu angsa premium itu, Tapi tetap saja dia tidak tega melihat suami nya di pukuli seperti itu.


Nathan bangkit dan merapikan penampilan nya karena habis di amuk oleh calon adik ipar nya yang tidak tertandingi itu tenaga nya, Bahkan hanya untuk bangkit saja Nathan tidak mampu melawan Max.


Maka jadi lah dia yang seperti itu, Habis di hajar oleh kebrutalan Max hingga menyebabkan seluruh bulu angsa di bantal itu bertaburan di lantai rumah nya.


" Maaf apa nya ?? Dia telah menipu ku, Dia mengatakan pergi ke Turki, Ke Cappadocia itu, Tapi dia hanya di pulau pribadi nya yang jarak tempuh nya bahkan tidak sampai satu jam, Sialan sekali kakak mu itu, Aku bersusah payah mengurus perusahaan nya, Bahkan aku sampai mematahkan tangan pria yang telah mencuri uang nya, Lalu dia ---?? Aaahhkkk...Aku benar benar ingin membunuh nya saat ini. " Semua terdiam mendengar penuturan yang di katakan pria bule itu.

__ADS_1


Apa kata nya tadi ?? Mematahkan tangan ?? tangan siapa ?? Irene bertanya tanya dalam hati nya.


" Ya, Aku memang mematahkan tangan karyawan nya !!! Itu beruntung aku hanya mematahkan tangan nya saja, Karena biasa nya, jika berani mengkhianati ku, Aku akan meledakan kepala nya, Paling tidak merobek isi perut nya dan mengeluarkan semua organ dalam nya Dan---"


" Hueeekkk " Cristine mual mendengar kata kata yang keluar dari bibir Max.


Kenapa pria bule itu begitu Tabang nya mengatakan hal menyeramkan seperti itu ?? Meledakan kepala, Membelah perut dan mengeluarkan isi perut, kenapa terdengar seperti psikopat atau mafia mafia yang ada di film itu ??


Menyeramkan sekali.


" Mau tau bagaimana aku melakukan nya ?? Sini biar ku tunjukan cara nya, "


" Sudah !! sudah cukup !!!" Nathan tidak tahan lagi jika harus bergelut dengan Max yang memang tenaga nya jauh dia atas nya.


" Jangan !!!" Teriak Cristine dan Irene bersamaan.


Mereka takut jika Max benar benar akan melakukan hal itu pada Nathan yang sebenar nya juga Max tidak akan melakukan itu pada Nathan.


" Aaahhkkk...Sakit !!!" Teriak Nathan penuh prihatin karena rasa sakit yang di rasakan nya.


" Hubby,. "


" Sayang..." Irene dan Cristine kembali menjerit histeris kerena melihat apa yang di lakukan Max pada Nathan.


" Mati kau !!!" Max langsung meninggalkan Nathan setelah dia berhasil menancapkan gigi terawat nya di kulit lengan Nathan.


Setelah kepergian Max, Cristine langsung melihat tangan suami nya yang meninggalkan bekas gigitan yang luar biasa mengerikan nya.


Gigi besar Max tercetak jelas di lengan suami nya, Sementara Irene juga merasa prihatin dengan kakak nya, Tapi dia juga kasihan melihat calon suami nya yang sudah di tipu oleh kakak nya.


Ya walau Nathan sudah minta maaf, Tapi tidak seharusnya berbohong bukan ??

__ADS_1


Melihat Irene yang seperti nya juga merasa kecewa pada nya, Nathan pun langsung meminta maaf pada adik nya itu, Ya dia juga merasa keterlaluan karena telah menipu Max yang benar benar tulus membantu nya tanpa meminta balasan apapun, Tapi dia dengan tega menipu nya.


" Nia sayang, Maafkan kakak ya, Kakak tidak bermaksud seperti itu, Kakak hanya--"


" Sudah lah kak, Aku mau melihat Max dulu, Dia pasti sedang sangat kesal saat ini. " Irene pun memutuskan untuk menyusul Max yang pasti sedang kesal saat ini.


Dan ternyata benar saat ini Max hanya berdiam diri dan meminum Wine yang langsung dari botol nya tanpa gelas sama sekali.


Merasa Ada seseorang yang mengambil botol Wine nya membuat Max langsung melihat ke arah nya.


" Aku buatkan Teh atau susu saja ya, Cuaca nya cukup dingin malam ini, Jadi lebih baik minum susu saja ya, Atau mau aku buatkan mie ??" Irene mencoba menawar kan banyak hal berharap calon suami nya ini bisa menghentikan kebiasaan buruk nya ini meminum minuman beralkohol seperti ini.


Max tidak menjawab nya, Dia hanya menatap Irene dalam dalam dan langsung menarik tengkuk nya dan mencium bibir nya.


Bukan hanya mencium bibi nya saja, Max juga melummat semua yang ada di bibir Irene, Bahkan lidah nya sudah berselancar mengeksplor rongga mulut wanita cantik nya itu.


Begitu juga dengan Irene, Dia hanya bisa pasrah saja mendapatkan perlakuan seperti ini dari Max, Jika dulu Max melakukan nya dengan kasar, Maka kali ini dan saat ini Max melakukan nya dengan penuh kelembutan dan penghayatan.


" Huh !" Dia membuang nafas nya berat setelah melampiaskan kekesalan nya pada Nathan dan kini dia juga menghapus bibir Irene yang bertambah volume nya karena ciuman mereka tadi.


" Maafkan aku Honey...Im so sorry..." Ucap Max penuh dengan penyesalan pada wanita nya itu.


Irene hanya menganggukkan kepala nya saja menanggapi perlakuan pria nya.


" Sudah, Aku baik baik saja, " Irene pun langsung memeluk tubuh kekar Max yang juga membalas pelukan nya.


Kedua nya saling berpelukan layak nya Teletubbies yang melakukan itu.


" Tolong maafkan kak Nathan, Dia juga menyesal melakukan ini ke kamu. "


" Sudah lah, Aku tidak ingin membahas nya lagi, Jika mengingat itu membuat ku kembali ingin mencekik leher nya. "

__ADS_1


...🤍🤍🤍 ...


__ADS_2