
Setelah pertengkaran mereka tadi malam, Irene benar benar tertidur dengan lelap, bahkan tanpa rasa terusik sama sekali.
Dan saat dia membuka kedua matanya ternyata Max sudah tidak ada di kamar mereka.
Apa suaminya pergi lagi ?? apa suaminya meninggalkannya lagi ??
Buru-buru Irene langsung menyibak kan selimutnya dan turun dari tempat tidur.
Dia langsung mencari suaminya, di manakah Max ??
Dia ingin meminta maaf karena tadi malam sudah berbuat kasar kepada anak dan suaminya.
Irene benar-benar ingin meminta maaf atas kesalahan yang telah dibuatnya tadi malam.
Dia tidak ingin kehilangan anak dan suaminya, maka dia harus segera meminta maaf kepada Max begitu juga dengan Maxim.
Saat Irene panik mencari suaminya, pintu kamar kan terbuka dan masuklah sosok pria tampan dan gagah yang membawa nampan berisi sarapan dan segelas susu hangat untuknya.
" Good morning my love. " Irene tidak menjawabnya, dia membiarkan suaminya meletakkan nampan tersebut ke atas nakas di samping tempat tidur mereka, lalu setelahnya dia langsung memeluk tubuh besar itu.
" Maafkan aku. " Ucapnya langsung setelah memeluk tubuh suaminya.
" Hey, ada apa ? kenapa minta maaf ??" Tanya Max yang tidak mengerti karena tiba-tiba istri yang meminta maaf.
Bahkan ini Irene sudah menangis dalam pelukannya lagi.
" Hey, kenapa menangis sayang ??" Tanya Max lagi karena melihat istrinya menangis.
Irene terus pemilik tubuh suaminya dan menangis dalam dekapan suaminya.
Melihat Irene menangis pun membuat Max kembali memberikan pelukan dan usapan di punggung istrinya.
Sampai dia merasa bahwa istrinya sudah baik-baik saja, barulah Max.kembali bertanya dengan Irene.
Irene duduk di pangkuan suaminya dan mengalungkan tangannya ke leher Max.
" Ada apa sayang ? kenapa menangis lagi ??" Tanya Max sambil menghapus air mata yang membanjiri wajah istrinya.
Irene pun hanya menghilangkan kepalanya dan terus memeluk tubuh Max.
__ADS_1
" Irene sayang..."
" Aku minta maaf, seharusnya aku meminta maaf pada mu sejak tadi malam. Seharusnya aku tidak bersikap kekanakan seperti itu. Aku bahkan sampai memarahi Maxim dan membuatnya menangis. Tidak hanya itu saja, Aku bahkan menyakiti hatinya dengan membentaknya, Aku merasa sangat bersalah untuk itu. " Max hanya bisa bersabar untuk ini.
Karena apa yang baru saja di pelajari ya dari ayah Gerry, bahwa mood ibu hamil itu cenderung berbeda.
Bahkan mood ibu hamil sangat berbahaya dan berpengaruh buruk.
Jika mood ibu hamil buruk dan banyak beban pikiran, maka itu akan berakibat buruk pada janin yang telah dikandungnya.
Maka dari itu, ayah Gerry mengatakan pada Max untuk terus bersabar menghadapi Irene yang tengah mengandung saat ini.
Ibu hamil dan ibu menyusui itu sama, mood mereka benar-benar harus dijaga agar semuanya berjalan dengan baik.
Jika mau ibu hamil dan ibu menyusui buruk maka akan berakibat buruk pula pada bayi mereka.
Itu sebabnya ayah Gerry mengatakan bahwa Max harus bersabar dan mengerti keadaan dirinya.
Bukan itu saja, ibu hamil itu berkali kali lipat lebih sensitif dari wanita pada biasanya, Jangan pernah memancing emosi ibu yang tengah mengandung.
" Aku harap kamu tidak mengulanginya lagi, bukan kah aku sudah mengatakan, ceritakan apapun pada ku apa pun yang kamu alami ??" Irene pun hanya menganggukkan kepalanya saja.
" Bukan ..." jawab Irene dengan wajah tertunduk lesu.
Dia tidak tahu harus menjawab apa pada Max, karena dia juga tidak tahu kenapa dia bisa bersikap seperti itu semalam ?
" Lalu ??? Kenapa meragukan ku ? Tidak bicara pada ku langsung ?? malah memendamnya sendirian, hingga membuat kamu memarahi Maxim karena kesalahan yang pernah ku buat ??"
" Maaf..." Ucap Irene lagi dengan rasa bersalahnya yang begitu besar pada suaminya.
Benar yang di katakan suaminya, Jika seharusnya Irene bicara padanya, bukan malah memarahi Maxim hingga membuatnya menangis.
Mengingat bagaimana dia memarahi Maxim hingga menangis membuat rasa bersalah Irene semakin besar.
" Mandi lah lebih dulu, Setelah itu sarapan. Kita akan meminta maaf pada Maxim, Bukan hanya kamu saja, tapi aku juga. Aku juga ikut andil dalam kesalahan kamu, jadi aku juga harus ikut meminta maaf pada putra kita. " Irene menatap ke arah wajah suaminya yang sudah terlihat lebih segar pagi ini karena Max sudah bersih dan rapi.
Tapi sepertinya suaminya ini tidak bekerja.
" Mandilah, aku menunggu kamu disini. " Irene pun akhirnya pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
__ADS_1
15 menit Irene berada di kamar mandi, akhirnya dia pun selesai berganti pakaian dan sudah rapi.
Irene pun langsung kembali menghampiri suaminya yang tengah bekerja dengan Laptop miliknya saat ini.
" Sini sayang, Habiskan sarapan kami dan setelahnya baru kita akan minta maaf pada Maxim. " Tidak ingin membuang waktunya lagi.
Akhirnya dia memakan sarapan paginya karena suaminya saat ini tengah bekerja.
" Apa sudah selesai ??" Tanya Max pada Irene yang telah menghabiskan sarapan paginya.
" Sudah..." Jawabnya dengan mengangguk.
" Jika begitu ayo kita ke kamar Maxim, Aku rasa putra kita sudah bangun. " Max pun menggandeng tangan istrinya menuju kamar putra mereka.
Ceklek...
Pintu kamar Maxim di buka oleh Max dan benar saja, Bahwa putra mereka sudah bangun dan sudah duduk di atas tempat tidurnya dengan bermain iPad dan di suapi makan oleh Laura.
Melihat Mommy dan Daddy-nya datang membuat Maxim langsung mencampakkan Ipad-nya dan berlindung di balik tubuh Laura pengasuhnya.
Melihat Maxim yang ketakutan melihatnya dan Max membuat hati Irene sakit rasanya, Maxim takut padanya ??
Apa dia sudah sangat menyakiti hati putranya ?? Hingga membuat Maxim ketakutan seperti itu ??
" Sayang...Maxim..." Panggil Irene dengan lembut pada anaknya.
Tapi Maxim tetap bersembunyi di balik tubuh Laura.
" Maxim...Mommy ingin minta maaf sayang, Mommy telah memarahi kamu, Mommy salah sayang..." Irene mencoba mendekati putranya tapi Maxim masih tetap tidak ingin melihat ke arahnya.
" Maxim..."
" Maafkan Daddy oke...Daddy juga bersalah sama kamu, Maafkan Daddy dan Mommy ya sayang..." Melihat kedua orang taunya yang meminta maaf padanya membuat Maxim pun perlahan lahan melihat ke arah Mommy dan Daddy-nya dari balik punggung Laura.
" Maxim..." Melihat Mommy-nya menangis membuat Maxim langsung memeluk Mommy-nya.
" Mommy don't cry...Jangan menangis...Max tidak ingin melihat Mommy menangis..." Bukan hanya Irene saja yang menangis, Tapi Maxim juga menangis saat melihat Mommy-nya yang menangis seperti itu.
" Maafkan Mommy sayang, Maafkan Mommy karena telah membentak kamu, Maafkan Mommy Maxim..."
__ADS_1
...⭐⭐⭐...