
Irene menghampiri suami nya yang tengah menatap gelap nya malam dari balkon kamar mereka.
Setelah perdebatan nya tadi bersama wanita yang berstatus ibu nya, Max langsung masuk ke kamar nya.
Dan benar saja dugaan , Jika suami nya disini.
Max langsung melihat ke arah perut nya saat merasa ada sepasang tangan yang melingkar di pinggang nya.
Tangan mulus dengan sebuah cincin pernikahan berlian bermata biru itu adalah milik istri nya.
" Kenapa tidak turun untuk makan malam ?? Aku menunggu kamu disana, Tapi kamu tidak tampak turun. " Adu istri nya dengan manja.
Kini Max memutar tubuh nya dan langsung membalikan posisi mereka.
Kini Max dan Irene saling berpelukan dimana Irene yang tenggelam di dalam tubuh besar suami nya.
" Maaf, Tapi aku masih kenyang, "
" Kalau begitu aku bawakan salad buah saja mau ?? Atau susu jahe ?? Teh hijau atau mau yang lain nya ??" Irene berusaha menawarkan sesuatu pada suami nya berharap suami nya mau memakan sesuatu.
Karena Irene tau bahwa saat ini suami nya dalam keadaan sedih, Mungkin karena ibu nya tadi.
Irene tidak habis pikir, Bagaimana bisa ada ibu seperti mertua nya itu ?? Jahat sekali dia.
Kasihan suami nya bukan ??
" Atau mau cake ?? Aku ada menyimpan cake di kulkas, Ada pudding coklat susu juga, mau ??" Max hanya tersenyum dan menggelengkan kepala nya saja.
" Lalu ingin apa ?? Jangan seperti ini, Aku juga ikut sedih melihat mu begini. " Ucap nya dengan suara yang sangat rendah.
Dia merasa tidak bisa merubah suasana hati suami nya yang memang sedang tidak baik baik saja.
" Seperti ini saja, Biarkan begini dan temani aku. Aku tidak membutuhkan makanan saat ini, Aku membutuhkan kamu saja, Seperti ini saja. " Tutur Max pada istri blasteran surga milik nya.
Irene pun tidak bisa mengatakan apapun lagi, Dia membiarkan tubuh nya berada di dalam pelukan suami nya.
__ADS_1
Mereka masih berdiri dengan berdiam diri seperti itu, Sampai dia juga merasa kasihan pada istri nya, Akhir nya Max pun membawa Irene duduk di kursi santai.
Irene menepuk kedua paha nya agar Max mau tidur di pangkuan nya saat ini.
Max pun melakukan nya, Dia merebahkan diri nya dalam pangkuan sang istri tercinta nya.
Irene melakukan hal yang di inginkan suami nya saat ini, Kebersamaan seperti ini kah yang di inginkan suami nya ??
Usapan usapan lembut Irene berikan di kepala suami nya yang berhiaskan rambut berwarna blonde seperti milik Maxim putra mereka.
Namun Irene terkejut saat melihat ternyata ada bekas luka jahitan di kepala suami nya.
" Luka apa ini sayang ??"
" Luka iri tidak seberapa, Karena ada luka yang lebih dari itu. " Jawab Max pada Irene.
" Luka apa ?? Luka ini cukup panjang, Ada beberapa jahitan disini. "
" Itu tidak banyak, Hanya 15 jahitan Saja. " Jawab Max.
15 jahitan itu hanya kata Max ?? itu banyak dan pasti nya sakit.
" Bagaimana tidak sakit jika luka ini begitu panjang, Pasti saat itu banyak darah yang keluar kan ??"
Cup...
Max mencium tangan istri nya dan meletakan tangan Irene di pipi nya.
Max begitu nyaman saat seperti ini bersama Irene, seakan beban yang di tanggung nya hilang sudah.
" Kamu ingin tau kenapa aku bisa terluka seperti ini ?? Kamu ingin mengetahui kisah nya ??" Irene mengangguk dengan antusias karena dia ingin mengetahui kenapa luka itu bisa ada di kepala suami nya.
" Luka ini aku dapatkan saat usia ku 16 tahun, Saat Daddy ku sakit, Dan aku harus menemani nya, Aku harus pulang pergi rumah sakit dan kantor Daddy, Aku harus mulai belajar tentang perusahaan, Dan saat Daddy di nyatakan koma, Saat itu juga aku mengalami kecelakaan motor, Aku terjatuh di aspal, Dan saat itu juga aku melihat ibu ku jalan bersama kekasih nya yang saat itu seumuran dengan ku." Bukan hanya Max yang merasakan sakit nya, Tapi Irene juga merasakan sakit yang di rasakan suami nya itu.
Usia 16 tahun, Usia yang terbilang fase menuju dewasa, Dimana mereka sudah bisa menilai sesuatu dari segala sudut pandang berbeda.
__ADS_1
Dan Max melakukan nya, Saat dia berjuang di perusahaan demi Daddy nya, Di saat itu juga ibu nya menyakiti hati nya, Bukan hanya hati nya saja, Tapi juga hidup nya yang di hancurkan begitu saja.
Tidak sampai disitu, Di saat pemakaman ayah nya, Setelah berjuang namun Tuhan berkata lain, Ibu nya malah tengah berlibur di Maldives bersama teman teman sosialita nya dan baru pulang keesokan hari nya.
" Bukan hanya sekali, Tapi dia menyakiti hati ku berkali kali, Dia bukan lagi menghancurkan hati ku, Tapi dia menghancurkan kepercayaan ku kepada semua wanita, dia yang membuat ku sangat membenci yang nama nya wanita, Dia yang membuat ku marah dengan kehidupan ini, Hingga tanpa sadar aku telah menyakiti hati mu, Wanita setulus diri mu. " Irene terdiam cukup lama.
Sampai dia kembali mengusap kepala suami nya yang kini semakin erat memeluk pinggang nya.
Bahkan Max juga menyembunyikan wajah nya di perut rata sang istri.
" Boleh kah aku menangis saat ini ?? Apa Tuhan sangat membenci ku hingga aku harus merasakan ini semua ??"
" Menangis lah sayang, Tidak ada yang melarang seorang pria menangis. Karena apa yang kamu rasakan itu pasti sangat berat. "
" Orang selalu melihat hidup ku dari sisi lain nya, Tanpa mereka tau sisi hidup ku yang lain nya sangat buruk, Kehidupan ku hancur tanpa ada orang yang tau, Apa jika aku menceritakan kisah menyeramkan ini mereka akan simpatik pada ku ?? Tidak bukan ??"
" Mereka akan mentertawakan ku, Mentertawakan kehidupan ku yang menyedihkan ini. "
" Sayang ..."
" Kenapa Tuhan memperlakukan ku tidak adil sayang ?? Kenapa Tuhan memberikan ku kehidupan yang tidak layak ini ?? Mereka mengetahui aku hidup enak dan bergelimang harta, Tanpa mereka tau bagaimana keras nya aku berjuang untuk mencapai semua ini, Bahkan aku keluar masuk penjara hanya karena berkelahi dengan para berandalan, Aku bandar narkoba terbesar di negara ini, Aku membangun kerajaan bisnis ku sendiri dengan susah payah agar mereka tidak meremehkan ku, Karena setelah Daddy meninggal, Mereka meninggalkan perusahaan kami begitu saja tanpa kejelasan, Hingga saat aku terpuruk, Seseorang menawarkan kerja sama dengan ku, Jika aku bisa membunuh orang yang menjadi target nya, Aku melakukan itu, Di usia ku yang 17 tahun, Aku sudah menjadi bandar narkoba dan pembunuh bayaran. Aku begitu banyak melakukan dosa, Aku ingin menebus semua dosa dosa ku, Aku ingin hidup lebih baik lagi sayang..." Betapa sakit nya hati Irene saat mendengar cerita hidup suami nya.
Dia tidak sendirian, Karena hidup Irene juga tak kalah menyedihkan nya dari Max.
Mereka sama sama memiliki hidup yang begitu buruk, Tapi bukankah saat ini kehidupan mereka sudah baik baik saja ??
Irene bahagia bersama Max dan juga putra mereka.
Lalu apa lagi ??
" Apa kamu tau ?? Jika tuhan maha pemaaf ??" Max menggelengkan kepala nya karena tidak tidak tau kapan terakhir kali dia beribadah.
" Tuhan maha pemaaf sayang, Apa kamu tau jika tuhan tidak akan pernah memberikan cobaan pada hamba nya jika tidak bisa melewati nya ? Tuhan memberikan kamu cobaan ini, Karena Tuhan tau bahwa kamu bisa. Kamu mampu untuk melewati semua ini. "
...🤍🤍🤍 ...
__ADS_1