
Max langsung terbang ke Swiss saat itu juga, Karena Perjalanan ke Swiss cukup menyita banyak waktu.
Maka Max memutuskan untu berangkat malam itu juga setelah dia terbangun dari mimpi nya.
Kalian tau apa yang di rasakan nya saat ini ? dia dilema di antara dua pilihan yang membuat nya semakin tidak mengerti dengan diri nya sendiri.
Dia ingin membenci Irene yang telah meninggalkan nya dan membuat nya tersiksa begini, Tapi dia juga merindukan Irene, Semua yang pernah di lakukan wanita itu untuk nya begitu berkesan bagi nya.
Hingga membuat Max begitu frustasi mencari nya, Satu yang terus menjadi pertanyaan bagi nya.
Apa tujuan nya mencari Irene ? Kenapa dia rela terbang jauh jauh ke Swiss untuk mencari Irene ? Bahkan dia juga tidak yakin apakah Irene memang ada di sana atau tidak !
Kini, Dia sudah sampai di Swiss dan dalam perjalanan menuju tempat dimana mimpi nya terjadi.
Max Dejavu, Dia seperti masuk ke dalam mimpi nya sendiri saat melewati Padang rumput yang dekat dengan sungai, Dia meminta supir nya untuk berhenti karena dia melihat seorang wanita yang memakai gaun putih dan topi pantai di kepala nya.
" Berhenti. " Seruan Max membuat Supir langsung mengentikan mobil nya.
Tidak ingin membuang banyak waktu, Langsung keluar dari mobil nya dan menuju wanita tersebut.
Hati nya sudah berdebar saat ini, Kaki nya juga terasa sangat berat untuk melangkah.
Tapi dia harus kuat demi--? Entah demi apa dia memang harus kuat bukan ?
Max terus memaksa diri nya untuk berjalan ke arah wanita itu, Dan saat sampai di dekat nya, Dia mencium aroma Parfume yang sama.
Benar kah ini Irene nya ? Irene yang di cari nya ??
" Irene ??"
Deg !
Jantung Max berdetak kencang saat melihat siapa yang ada di hadapan nya, Dunia nya seakan berhenti berputra saat ini, Dia benar benar menyesal.
" Ya Tuan ??"
__ADS_1
" Kau bukan orang yang ku cari !" Max langsung meninggalkan wanita itu.
Wanita yang di duga nya Irene ternyata bukan Irene, Dia telah salah, Salah karena itu memang bukan Irene.
Brak !
Max membanting pintu mobil nya dengan kasar karena dia kembali emosi saat yang di nanti nya ternyata bukan yang di inginkan nya, Wanita tadi bukan Irene.
" Kita kemana Tuan ??"
" Jalan ! Kita ke Villa, Aku ingin tidur !" Titah nya tak terbantah kan.
Kedua tangan nya mengepal erat, Emosi nya kembali muncul karena tidak menemukan Irene nya disana.
Sementara itu, Saat mobil nya sudah berjalan, dia tidak lagi memperdulikan sekeliling nya, Karena dia melewati gerombolan orang yabg tengah membopong seorang wanita hamil yang baru saja terpeleset dan masuk ke dalam sungai.
Beruntung sungai tidak terlalu deras dan para pengawal nya bisa menyelamatkan wanita hamil tersebut.
Ya, Irene memang tercebur ke dalam sungai karena dia terpeleset, Beruntung Nathan yang memang jago berenang langsung sigap bersama para pengawal nya untuk menyelamatkan Irene.
" Tuan, Setidak nya kita harus mencapai sedikit lebih jauh dari sini untuk menaiki Helikopter nya, Karena disini banyak temanan warga, Kita tidak mungkin mendaratkan heli nya di kawasan ini !" Nathan menganggukkan kepala nya karena dia tau peraturan tinggal disini.
" Lakukan yang terbaik, Adik ku kedinginan, Aku takut dia terkena hipotermia nanti nya. " Memang benar, Air di Swiss ini sangat dingin, Apalagi di desa ini, Sebisa mungkin Nathan menghangatkan tubuh adik nya dengan menyelimuti nya.
Dia sangat takut sekali jika adik nya kenapa kenapa, Apalagi kini adik nya tengah mengandung saat ini, Nathan tidak ingin terjadi apapun pada kedua nya.
" Sayang, Irene...Bukan mata nya Dik, Ini kakak sayang, Irene..." Nathan terus menyerukan nama Irene agar adik nya itu segera sadar, Namun tidak juga.
Sementara itu, Di dalam mobil nya Max kembali marah marah entah karena apa.
Tapi dia sangat marah saat ini, Dada nya terasa sesak, Sulit sekali bernafas rasa nya, Apalagi kenapa dia tiba tiba kedinginan ? Seperti orang yang sedang hipotermia.
" Siapa yang menyuruh mu menyalakan AC sangat dingin seperti ini sialan ?? matikan AC nya ! dan hidupkan penghangat nya ! aku kedinginan bodoh !" Bibir nya mulai membiru, Tubuh nya juga bergetar saat ini.
Entah lah, Entah kenapa dia tiba tiba saja kedinginan seperti ini, Tubuh nya menggigil, Dingin sekali rasa nya saat ini, Max benar benar tidak sanggup lagi.
__ADS_1
" Lebih cepat ! Aku ingin tidur ! Tu-tubuh ku kedinginan sialan---!" Walau begitu dia masih bisa mengumpat supir nya.
Entah lah, Dia juga tidak mengerti, kenapa bisa seperti ini.
Setelah sampai di villa nya, Max langsung berjalan dengan tergesa gesa memasuki Villa nya dan masuk ke kamar.
Max menyelimuti tubuh nya dengan selimut tebal, Menghidupkan penghangat ruangan nya dengan cukup panas, Tapi itu juga belum membuat nya menghangat, Yang ada rasa nya semakin dingin, Dada nya juga semakin sesak sekali.
" Apa ini, Kenapa ?? Aku kenapa ???" Tanya Max pada diri nya sendiri yang terus saja merasa kedinginan.
Di perjalanan sana, Irene sudah di bawa Nathan di dalam helikopter untuk menuju rumah sakit besar di kota.
Setelah sampai di rumah sakit, Nathan langsung membawa Irene bertemu dokter untuk di periksa lagi.
" To-tolong adik saya dokter, Adik saya sedang mengandung. " Nathan masih panik memikirkan keadaan adik nya.
Dan tim dokter langsung menangani Irene saat itu juga, kepanikan semakin terasa, Nathan terus saja berdoa untuk keselamatan adik nya dan kandungan nya, Walau bagaimana pun, Anak yang di kandung Irene itu tetap keponakan nya, Karena di dalam tubuh nya nanti juga mengalir darah yang sama, Dia dan Irene adalah saudara kandung, Jadi, Terima tidak terima dia memang harus menerima nya bukan ?
Akhir nya, Nathan bisa bernafas lega saat dokter mengatakan bahwa Irene baik baik saja, Tapi tadi banyak meminum air hingga paru paru nya terisi banyak air.
Maka mereka telah berusaha mengeluarkan nya.
Kini, Irene tengah tertidur dan dalam keadaan tidur, Mereka juga sudah memindahkan Irene ke ruang rawat biasa.
" Jangan lagi melakukan hal itu sayang, Kakak tidak bisa kehilangan kamu, Kamu itu adik kakak satu satu nya, Kakak sayang sama kamu, Jadi jangan tinggalkan kakak lagi. " Nathan kembali mengusap wajah adik nya.
Demi Tuhan, Tadi saat di perjalanan, Nathan terus berdoa untuk keselamatan adik nya, Terus mengecek nafas Irene, Karena ya karena dia sangat takut jika Irene kenapa kenapa.
" Tidur lah, Kakak bersihkan diri dulu. " Nathan pin meninggalkan Irene di tempat tidur nya dan mulai membersihkan diri nya.
Beruntung dia tepat waktu, Jika tidak, Entah apa yang akan terjadi pada adik kesayangan nya itu.
Nathan tidak bisa membayangkan dan tidak ingin membayangkan nya lebih jauh lagi.
Karena itu sangat menakutkan bagi nya.
__ADS_1
...🤍❤️...