
Pagi ini, Max benar benar kesal karena saat dia bangun Nathan sudah berangkat ke Turki, Karena Cristine meminta liburan di Cappadocia dan menaiki balon udara seperti yang terlihat indah saat di berita berita dan media masa.
Maka Nathan membawa nya malam itu juga ke Turki dengan pesawat pribadi nya sendiri.
" Sudah jangan terus cemberut seperti itu, Nanti tampan nya berkurang. " Max hanya bisa mencebik saja saat Irene menggoda nya seperti itu.
Kini dia berdiri di depan Irene yang masih sibuk mengancingkan satu persatu kancing kemeja nya seperti yang pernah di lakukan nya dulu yang sering di lakukan nya.
" Jika bukan kakak mu, sudah ku cekik leher nya sampai dia pingsan. "
Puk...
" Auuhh..." Bukan sakit, Tapi Max kaget saat Irene berani memukul nya seperti ini.
" Jangan seperti itu, Dia kakak ku sayang. "
" Kan ku katakan jika bukan kakak mu Honey, Huh ! Its oke, aku akan melakukan ini demi kau. " Irene tersenyum lembut pada kekasih nya ini yang sudah begitu berbesar hati untuk membantu nya
" Aku tidak mau tau, Jika kita menikah nanti dia harus mengurus nya. "
" Iya, Aku sudah mengatakan nya pada kakak. kita akan tinggal di mana nanti ??"
" Kamu mau nya dimana ?? "
" Aku suka rumah itu, Tapi kenapa tidak ada bunga nya sama sekali ?? aku ingin menanam banyak bunga Lily dirumah kita nanti. " Sebenar nya Max berat mengiyakan keinginan Irene untuk tinggal Dirumah yang penuh dengan kenangan pahit bagi Irene.
Dimana dulu dia sering menyiksa kekasih nya ini.
" Boleh tidak ??" Wow !
Jantung Max berdetak kencang saat ini.
Inikah kekasih nya ?? Irene ?? kenapa bisa bersikap seperti ini.
Apalagi kini dengan manja nya Irene mengalungkan kedua tangan nya di leger sang kekasih hati pujaan hati nya juga.
" Jika kau seperti ini terus aku bisa gila Irene ! Kau membuat ku tidak bisa bernafas dengan baik. " Dada nya bergemuruh saat mendapatkan perlakukan Irene yang manja seperti ini.
Bagaimana bisa Irene berubah seperti ini ??
__ADS_1
" Apa aku boleh bermanja seperti ini dengan kekasih ku ?? Seperti ini ??" Sumpah demi Tuhan, Max benar benar tidak bisa saat ini jika Irene terus bersikap seperti ini.
Cup...
" Lalukan apa pun yang kau ingin kan pada ku, selagi itu hanya aku. Ingat, Kau hanya milik ku, Jangan pernah memberikan apapun milik mu pada orang lain, Termasuk senyuman indah ini. Aku tidak ingin mereka jatuh hati pada mu jika melihat senyuman indah mu ini. " Irene mengangguk dengan lucu.
Dia langsung memeluk tubuh besar Max yang dulu sering di peluk nya saat malam, Saat laki laki ini benar benar sudah terlelap dalam tidur nyenyak nya.
Kini dia bisa dengan leluasa dan sesuka hati nya memeluk pria ini.
Pria yang selalu di rindukan nya saat mereka berpisah, Pria yang selalu ingin di miliki nya dan merasakan kasih sayang nya.
Dan kini Tuhan telah mengabulkan keinginan nya.
Dia bisa bersatu kembali, Dan ada Baby Max di antara mereka yang semakin mengeratkan tali kasih kedua nya.
" Sudah hampir jam 7, Ayo turun ke bawah. Kita akan sarapan. " Max pun menggandeng tangan Irene dengan lembut.
Kedua nya saling memberikan senyuman indah saat wajah mereka saling menatap satu sama lain.
Bahkan sepanjang langkah Mereka menuruni satu persatu anak tangga membuat para pelayan menatap kagum pada kedua nya.
Terlihat sangat cocok dan terlihat sangat luar biasa.
" Aku mencintai mu Joanathania Rhys Anderson..."
Blush...
Wajah Irene tersipu malu saat mendapatkan bisikan kata cinta dari pria yang tengah menggenggam tangan nya ini.
Luar biasa sekali bukan ? Hanya karena kata kata sederhana seperti itu saja Irene bisa begitu jatuh hati dalam pesona seorang Dario Max Anderson.
Irene dengan telaten dan cekatan menyiapkan sarapan pagi untuk calon suami nya ini.
Sarapan pagi ini hanya roti isi dengan salad buah.
Irene juga menyiapkan cemilan untuk Max.
" Apa ini sayang ??"
__ADS_1
" Bekal..." Jawab nya dengan cepat karena memang itu bekal yang memang di siapkan nya untuk Max.
" Bekal ??" Ulang Max sekali lagi.
Pertama kali dalam hidup nya selama dewasa ini, Dia membawa bekal.
Aneh, Jelas ini sangat aneh menurut nya dan bagi kehidupan nya yang memang bergelimang harta.
" Iya, Ini bekal untuk kamu. "
" Iya aku tau, Tapi untuk apa membawa bekal ?? Aku tidak pernah membawa nya sama sekali. Dan ini, Kenapa warna nya seperti ini ?? Pink ?? Oh God Irene, Apa ini sayang ??"
" Sayang ku...Daddy nya Baby Max, Ini adalah latihan, latihan untuk kamu sebagai suami ku nanti. Karena setelah kita menikah nanti, Kamu akan membawa bekal setiap hari nya, Bekal makan siang kamu, Atau hanya sekedar cemilan, Aku dulu pernah memiliki cita cita, Jika aku menikah nanti. Aku ingin mengantarkan suami ku pergi bekerja sampai ke depan pintu rumah, Merapikan pakaian nya sekali lagi sebelum berangkat, Dan membawakan nya bekal seperti ini. " Boleh kah Max menjerit saat ini ??
Irene menjadikan nya kelinci percobaan untuk semua angan dan cita cita nya di masa lalu.
Oke, Dia bisa melakukan apapun untuk Irene, Tapi jika harus membawa bekal dan menenteng nya kotak berwarna pink dan mungkin ada warna lain nya lagi, Rasa nya pasti aneh dah ya, Max akan canggung nanti nya.
" Ini juga botol minum untuk kamu sayang, Aku membuatkan infus water untuk kamu, Agar kamu tetap sehat dan kuat, Oke..."
Cup...
" Aku mencintai mu Daddy Baby Max..." Max hanya bisa menghembuskan nafas nya panjang saat kedua tangan kekar berotot nya menenteng kotak bekal dan botol air minum yang kata calon istri nya itu infus water.
Ini masih latihan Max, Ingat kata nya bahwa ini masih latihan.
Dan mungkin saja kau akan menemukan kerja langsung nya nanti saat kalian benar benar menikah dan menjalani rumah tangga kalian berdua.
" Oke fine...Aku akan membawa nya. Because I love you ! I love you so much. " Tekan max agar Irene tau jika dia melakukan ini semua karena dia benar benar sangat mencintai kekasih hati nya ini.
" Me too..." Balas Irene lagi.
Max pun memberikan ciuman dalam di kening Irene sebelum dia benar benar berangkat ke kantor pria menyebalkan itu dan melakukan meeting yang kata nya sangat penting itu.
Max jadi berpikir, Seberapa penting dan hebat nya klien nya Nathan hari ini.
Jika itu tidak penting, Max benar benar akan mencekik leher pria itu nanti nya.
...🤍🤍🤍 ...
__ADS_1