IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )

IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )
Kejutan


__ADS_3

Seharian ini, Max benar benar sibuk, Apalagi dia juga tidak mendapatkan kabar apapun dari istri nya.


Kehidupan rumah tangga mereka juga semakin baik, Dan kini Baby Max sudah bisa berjalan karena memang usia nya yang sudah setahun lebih, Setahun setengah lebih tepatnya.


Dan Baby Max juga sudah mulai menunjukan jiwa jiwa aktifnya, dimana dia akan terus saja berlari kemana pun yang dia sukai di rumah besarnya.


" Kemana mereka ?? Kenapa tidak menghubungi ku sejak pagi tadi ? " Tanya Max pada dirinya sendiri, Karena ponsel miliknya tidak ada pemberitahuan apapun sejak pagi.


Karena memang Irene sama sekali tidak memberinya kabar berita.


" Dimana kau sayang ? Kenapa ponsel mu tidka bisa di hubungi ??" Tanya Max lagi karena dia mulai khawatir saat ini.


Tapi meeting mereka masih berjalan, Lalu apa yang harus di lakukan Max saat ini ??


Akhir nya karena sikap profesional yang selalu di junjung tinggi olehnya, Maka Max pun harus bisa lebih bersabar lagi.


mungkin istrinya sedang di dapur mungkin ?


Atau mungkin sibuk dengan Baby Max putranya.


Lain Max di kantor, Lain lagi Irene yang tengah begitu sibuk dan Terus saja berburu dengan waktu.


Hanya tinggal satu masakan lagi, Mie rumput laut, Makanan khas negaranya saat ada yang berulang tahun.


" Maxim, No sayang, Jangan ganggu Mommy Nak, Sebentar lagi Daddy akan pulang sayang. "


" Baby lapar Mom, Baby lapar. " Ucap Baby Max yang memanggil nama nya Baby karena dia tidak tau apa itu Baby.


" Bukan Baby sayang, Tapi Max. "


" No, Im Baby. !" Jawab Maxim yang tetap saja memanggil dirinya dengan sebutan Baby.


" Baik, pergi lah bersama aunty Laura, Nanti Mommy akan menyusul. " Irene kembali melihat Jam dan sekarang sudah hampir jam 5 sore, Yang itu artinya sebentar lagi suami nya akan pulang dari kantor dan sampai di rumah mereka.


Irene pun langsung bersiap untuk mandi karena sebentar lagi pasti suaminya .


" Tolong hidangkan di meja ya, Aku tidak sempat lagi. "


" Siap Nyonya. " Jawab para pelayan itu.


Irene pun langsung bergegas menuju kamar nya untuk mandi dan bersiap, Dia akan menyambut suami nya sore ini.

__ADS_1


Karena hari ini adalah hari spesial mereka berdua.


Mandi secepat kilat, Dan dandan apa kadarnya bersama Maxim, Irene dan Maxim pun sudah menunggu kedatangan pria yang paling mereka cintai yang bernama Max Anderson.


Irene juga sudah mendapatkan kabar bahwa suaminya sudah sampai di gerbang utama dan akan sampai sebentar lagi ke rumah mereka.


Jantung nya berdetak tak karuan bersama Para pelayan rumah dan beberapa orang penjaga untuk menyambut kedatangan suaminya.


Sampai dimana Max sudah sampai di depan pintu utama dan...


Duaar...


Treettt...


" Selamat ulang tahun suami ku...."


Deg !


Max kaget dengan apa yang di terimanya saat ini, Karena ini adalah pertama kalinya dia merayakan ulang tahunnya lagi setelah kematian sang Daddy.


Max terdiam dan menatap kosong pada barisan para pekerja rumah tangganya bersama Irene yang juga ikut serta dalam pesta ulang tahunnya kali ini.


Dia berjinjit agar bisa menyamakan tubuh mereka berdua, Agar Irene lebih mudah mencium suaminya.


" Sayang..." Max melihat ke arah istri dan anaknya yang ikut meramaikan perayaan ulang tahun nya hari ini.


" Daddy, Celamat ulang tayun..." Ucap Maxim dengan gaya bicaranya yang celat khas anak anak seusianya memang.


" Thanks Honey, Terima kasih dengan kejutan ini, Begitu juga dengan Kamu Boy, Terima kasih karena telah membuat pesta kejutan seperti ini untuk Daddy. "


"Ayo tiup lilinnya lebih dulu, Dan jangan lupa make a wish nya. " Max pun mengangguk karena dia memang akan berdoa pada Tuhan untuk keberlangsungan hidup nya.


Tuhan...terima kasih atas apa yang telah kau berikan pada ku, Harta, Cinta dan kebahagiaan seperti ini, Terima kasih telah memberikan ku seorang istri yang sangat luar biasa seperti nya, Dan juga putra yang tak kalah luar biasa nya.


Tuhan, Terima lah doa hamba mu ini, Agar aku bisa terus merasakan kebahagiaan ini, Jangan biarkan air mata nya menetes karena ku.


So thanks for all.


" Byuhhh..." Max meniup lilin yang berada di atas cake yang dia tau bahwa ini buatan istri nya sendiri karena Max paham dengan aroma nya.


" Yee ..Sekarang ayo makan, Mandi nya nanti saja. Sekarang ayo makan dulu, Aku sudah masak banyak hari ini. " Irene langsung membawa Max ke meja makan karena mereka semua akan mengadakan acara makan malam atas bertambahnya usia sang Tuan rumah.

__ADS_1


Tidak terkecuali, Irene meminta mereka semua para pekerja rumah tangganya ikut makan bersama mereka, Walau tidak makan di meja yang sama, Setidaknya Irene mengajak mereka untuk makan dari meja yang sama .


Irene selalu menegaskan pada para Payan rumah, Jika apa yang di makan nya, Maka mereka semua juga harus ikut memakan makanan yang sama.


Jadi tidak ada lagi yang berbeda di antara mereka selain atasan dan bawahan.


Max sudah di bawa duduk oleh istrinya di kursi yang memang menjadi tempat duduk dan singgasana miliknya.


" Ini nama nya mie rumput laut, Di negara ku akan ada makanan ini setiap kali ada anggota keluarga yang bertambah usia, Jadi bisa di katakan ini sebuah tradisi, Dan saat ini aku sedang melakukan tradisi bersama suami ku, Jadi ayo di makan. "


Cup...


Max memberikan kecupan manis di kening istrinya karena telah mengurus nya dengan baik.


Apalagi kini mereka makan dari meja yang sama dengan para keluarga besar mereka.


Acara makan malam pun sudah selesai, Saat nya mereka untuk kembali ke kamar karena Max belum membersihkan dirinya.


Dan Setelah selesai, Irene langsung menghampiri suaminya yang baru saja keluar dari kamar mandi mereka dengan membawa sesuatu di balik punggung nya.


" Apa yang kamu sembunyikan dari ku Sayang ??" Irene hanya tersenyum mendengar pertanyaan dari suaminya.


Melihat istrinya yang tersenyum seperti itu membuat Max semakin penasaran dengan apa yang di bawa istrinya.


" Berikan tangan kamu sayang. " Pinta Irene pada Max, Dan Max tetap memberikan nya walau dia sedikit curiga dengan semua ini.


" Tutup mata kamu sejenak, Setelah aku mengatakan buka kamu baru boleh membukanya . " Tutur Irene pada Max yang menuruti apa yang di katakan Irene pada. ya


Sampai dimana Irene pun tak kalah deg deg kan sama seperti yang di rasakan Max saat ini mungkin.


" Sayang, Apa ini sudah bisa di buka ??" Tanya Max pada istrinya.


Irene pun juga bersiap untuk reaksi yang akan di tunjukan Max padanya nanti.


" Sekarang buka !!" Max langsung membuka matanya dan melihat anda benda pipih yang bertuliskan pregnant di sertai gambar hati di Sana.


" Sayang ???" Panggil Max pada Irene.


Melihat istrinya yang menganggukkan kepalanya membuat Max pun langsung memeluk tubuh Irene dengan di iringi kata kata cinta dari bibirnya yang terus mengucap syukur pada Tuhan.


...🤍🤍🤍...

__ADS_1


__ADS_2