IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )

IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )
Bertemu


__ADS_3

Hari ini, Max lagi yang bertugas mengantarkan Celine ke sekolah, Sementara Maxim tengah mengadakan Camping di hutan lindung bersama teman teman sekelasnya bersama guru dan timnya.


Tidak sendiri, Max mengantar Celine bersama istri tercintanya, siapa lagi jika bukan Irene.


Putri kecil mereka itu sibuk berceloteh ria ke sana ke mari hingga membuat suasana mobil mereka menjadi ramai karena tingkah nya.


Namun tiba tiba, Celine berteriak pada Daddy-nya untuk menghentikan mobilnya.


" Daddy, Berhenti !"


Ciiitttt....


Max langsung menginjak remnya saat itu juga, Tak lupa dia juga langsung merentangkan sebelah tangannya untuk menahan tubuh anak istrinya yang bisa saja terluka jika jika dia tidak menahannya.


" Sayang, Kalian baik baik saja ??" Tanya Max yang begitu khawatir dengan keadaan anak dan istrinya.


Wajah Irene memucat, Begitu juga dengan Celine yang juga terguncang.


" Maafkan aku, Aku telah lalai. " Walau sebenarnya bukan dari kelalaiannya menyetir, Max tetap minta maaf kepada anak dan istrinya.


" Iya, Kami baik baik saja sayang, Lagi pula Celine kenapa sayang ?? kenapa meminta Daddy berhenti secara mendadak ? memangnya ada apa sayang ??" Celine pun tersadar dan mencari ke sekelilingnya, Dia melihat anak yang ingin di carinya.


" Di sana Daddy, Tadi Celine melihat Kakak itu, Celine melihat kakak kakak yang menggendong adiknya, Tapi Celine tidak m lihatnya lagi saat ini. "


" Kakak siapa sayang ?? Celine lihat siapa ??" Tanya Irene juga yang ingin memastikan apa yang di lihat putri kecilnya ini.


" Kakak yang menggendong adiknya Mom, Kakak itu tadi, Dia---itu Mom Dad, Itu kakak itu. " Celine menunjuk seorang anak laki laki yang ingin menyebrang jalan dengan membawa sesuatu di bajunya.


Dan ternyata dia di kejar orang di belakangnya.


" Daddy, Ayo itu kakaknya, Itu kakak itu, orang orang itu mengejarnya. " Suara Celine semakin melengking meminta Daddy-nya untuk mengejar anak laki laki yang usianya mungkin sekitar 10 tahun itu.


Max benar benar berlari dan keluar dari mobilnya untuk mengejar anak itu sesuai keinginan Celine.


" Tuan, Tolong jangan sakiti Aku, Aku hanya ingin memberikan roti ini untuk adik ku tuan. "


" Hey ! pencuri !!!" Teriak beberapa orang di sana yang meneriaki anak itu pencuri.

__ADS_1


Melihat kepanikan anak itu, Max langsung melindunginya.


" Apa yang di curi anak ini hingga kalian meneriakinya pencuri ??" Tanya Max yang menatap tajam pada pria buntal yang menjadi ketua pengerahan itu.


Max menduga pria itu adalah pemilik toko roti yang di ambil anak ini.


" Dia mencuri roti di toko istriku. " Benar dugaan Max, Bahwa anak ini mengambil roti dari toko pria buntal itu.


" Katakan berapa yang harus ku bayar untuk sebuah roti yang bahkan pembantu di rumah ku saja bisa membuat yang lebih enak dari ini, Apalagi istri ku !" Tidak terima dengan penghinaan orang itu, Pria buntal tadi malah meninggikan suaranya di hadapan Max yang itu adalah perbuatan fatal baginya.


" Jagan pernah meninggikan suara mu di depan ku jika tidak ingin aku menggeser kerongkongan mu !!" Pria buntal lagi langsung menciut mendengar suara Max yang terdengar penuh ancaman yang datar dan syarat akan makna yang mengerikan.


" Ambil uang ini, Dan enyah dari hadapan ku !" Max melemparkan beberapa lembar uang yang diambil dari dompet dan mencampakkannya ke wajah pria buntal itu.


Dia tidak menyangka hanya karena sepotong roti Anak sekecil ini sampai diteriaki pencuri, sungguh miris sekali.


Setelah pria mental itu pergi max pun langsung melihat ke arah anak yang ketakutan sejak tadi.


" Siapa namamu ? dan kenapa kau mencuri seperti ini ?" Tanya Max pada anak itu.


" adikku sedang sakit di rumah Tuan, dia tidak bisa berjalan sejak usianya 1 tahun, "


Belum sempat anak itu menjawab, Celine dan Irene susah datang menghampiri mereka.


" Kakak Tampan..."


Duar !!!


Betapa kagetnya Max dan Irene saat mendengar anak usia 5 tahun itu memanggil anak laki-laki itu dengan sebutan kakak tampan ? luar biasa sekali kamu Celine.


" Sayang, siapa yang mengajari kamu memanggil orang seperti itu Celine ? mami tidak pernah mengajarkan kamu untuk memanggil orang seperti itu. "


" Maaf Mom, tapi kakak ini memang tampan. Siapa nama kakak tampan ??" Ya Tuhan...


Max sampai memijat kepalanya karena sakit memikirkan Celine yang mulai centil seperti ini.


" Halo Kakak tampan, Kenalin, Nama aku Celine Max Anderson. Nama kakak tampan siapa sih ??" Kecentilan Celine semakin menjadi jadi saat melihat senyuman anak laki laki yang di panggilnya kakak tampan.

__ADS_1


" Nama ku Arga, Permisi Tuan, Aku harus pulang untuk memberikan roti ini pad adik ku, Mungkin dia sudah menungguku pulang. " Arga hendak pamit namun tangan mungil Celine langsung mencegahnya.


" Kakak tampan, Ini Celine punya uang buat beli roti untuk adik kakak, kakak tinggal dimana ? Biar Celine main nanti sama Mommy dan Daddy Celine. " Max semakin tak habis pikir dengan putrinya, Tapi Irene menguatkannya untuk menghadapi putri kecil mereka yang memang luar biasa itu tingkahnya.


" Aku tinggal di ujung sana, Cari saja aku, Tapi maaf, rumah ku tidak layak untuk kalian kunjungi, Sekali lagi terima kasih. " Arga langsung berlari setelah mendapatkan roti dan uang untuk adiknya.


Dia tidak malu mengambil uang itu karena memang dia membutuhkannya,.


" Sudah ayo sayang, Kita kembali ke mobil, Nanti kamu terlambat, dan mungkin memang sudah terlambat . " Ajak Irene pada putri cantiknya yang masih menatap kepergian Arga.


" Kakak tampan, Nanti kalau sudah besar seperti Mommy, Celine mau menikah menjadi pacarnya kakak tampan ahh..."


" Hah ???" Max kaget dengan keinginan putrinya yang mengatakan ingin menjadi pacarnya Arga.


" Kenapa Dad ? Celine cantik, Dan kakak tampan juga tampan, Celine akan menjadi pacarnya nanti, Celine pastikan itu. " Max masih terdiam dan terkaget kaget dengan keinginan putrinya.


Di saat anak seusia Celine ingin menjadi dokter atau guru sebagai cita citanya, Celine dengan segala kerandoman tingkahnya ingin menjadi pacar Arga ?? Anak Kumal yang memang tampan menurut Max, Tapi tidak benar bukan ??


anak seusia Celine berpikirnya hingga sejauh itu ??


" Sudah lah sayang, Namanya juga anak anak. " Irene mencoba membuat suaminya sabar dengan tingkah putri mereka yang memang seluar biasa itu.


" Sabar apanya Sayang ?? Astaga Celine ?? Usia mu masih kecil nak, kenapa sudah memikirkan pacaran ??" Max kembali memijat kepalanya.


" Daddy Mommy, ayo berangkat sekolah, Nanti Celine terlambat. " Jerit anak centil itu dari dalam mobil Daddy-nya.


" Ya sayang, Mommy dan Daddy akan menyusul kamu. " Jawab Irene.


Dia ingin menggandeng tangan suaminya, Tapi Max lebih dulu berjalan meninggalkannya.


Sadar akan istrinya yang masih berada di belakangnya, Max langsung kembali menghampiri Irene dan menggandeng tangannya.


" Maafkan aku sayang, Aku terlalu shock dengan putri kita hingga meninggalkan mu. " Irene hanya tersenyum saja dan memaklumi keterkejutan suaminya.


" Tidak apa, Lagi pula aku juga kaget dengan tingkah putri kita, Padahal seusianya, Aku masih bermain Barbie di rumah dan takut keluar dari rumah untuk bertemu orang banyak. "


" Sudah lah, Jangan membahas ini lagi, Kepala ku rasanya mau meledak. "

__ADS_1


...🤍🤍🤍...


__ADS_2