
" Sayang, I Miss you..." Max mulai mencumbu bahu mukus istrinya yang terpampang begitu nyata di depan matanya.
Dia akan gila setiap kali melihat kulit indah istrinya seperti ini.
Kini sepasang suami istri itu tengah berpelukan dan bersandar di kepala ranjang mereka, saling mencurahkan kasih sayang mereka yang luar biasa.
Irene bersandar dengan manja di dada bidang suaminya, dan Max juga memeluk tubuh istrinya.
" Apa yang kamu pikiran Sayang ?? Apa anak anak berbuat ulah lagi ??" Irene menggelengkan kepalanya, Karena anak anak tidak ada yang berulah.
" Lalu apa yang kamu pikirkan sayang ??" Irene terlihat menghela nafasnya halus, Dia memikirkan Justin, Kenapa terlihat sangat berbeda sekali menurut Irene.
" Justin, Anaknya rekan bisnis kamu sayang. "
" Justin ?? Ada apa dengan Justin ? kamu tidak berpikir bahwa kamu menginginkan anak muda itu bukan ??" Merasa perkataan suaminya yang menurutnya aneh, Irene pun langsung menatap ke arah suaminya.
Apa Max berpikir bahwa Irene menyukai anak di bawah umur ? seperti sugar Mommy yang memelihara bayi laki laki yang bisa memuaskan hasratnya ??
Lagi pula untuk apa Irene mencari yang seperti itu jika suaminya aja sudah bisa dan sangat sangat bisa memuaskan hasratnya, Bahkan Irene selalu terkapar saat mereka selesai bercinta.
Malah suaminya ini yang seperti tidak ada lelahnya saja.
" Jangan berpikir yang tidak tidak, Karena apa yang kamu pikirkan itu belum tentu terjadi sayang, Aku memikirkan Justin bukan untuk diri ku sendiri seperti apa yang kamu pikirkan. "
" Lalu untuk apa jika bukan untuk kamu ?? untuk apa memikirkannya ??" Tanya Max yang masih tak percaya dengan apa yang di pikirkan istrinya ini.
__ADS_1
" Begini sayang, Aku melihat Justin itu sangat introver bukan ? bahkan dia seperti tidak nyaman di pestanya tadi, Tapi saat aku meninggalkan Celine ke toilet, dan saat aku kembali, Aku melihat Justin yang bisa bersikap biasa saja bersama Celine, bahkan yang membuat aku tidka habis pikir adalah, Saat Justin menyuapi Celine, Itu sangat aneh sayang. apa Justin merasa nyaman dengan Celine ? apa Justin anak tunggal ??" Tanya Irene pada Max, Dia juga memainkan buku dada bidang suaminya yang membuat suaminya itu di kagumi banyak orang dengan pesonanya.
Apalagi jika Max berada di kolam renang dengan memakai celana kolor, Itu bisa membuat banyak wanita kejang kejang karena pesona suami bulenya, Apalagi dada bidang yang di tumbuhi bulu buku halus, Dan bongkahan otot yang berjejer rapi di perut suaminya.
Dan yang membuat itu semakin sempurna adalah warna kulit suaminya yang eksotis, Khas pria bule, Itu membuat bukan hanya Irene saja yang jatuh cinta, Tapi banyak wanita juga yang jatuh dalam pesona suaminya.
Kembali pada cerita mereka yang membahas tentang Justin, Irene dan Max kembali fokus pada pembahasan mereka berdua.
" Memangnya ada apa ?? Justin memang anak tunggal, Dan yang ku ketahui juga, Justin itu anak selingkuhan Tuan Amer, Tapi selingkuhannya itu meninggal saat melahirkan Justin, Dan Justin di bawa oleh Tuan Amer, Karena istrinya yang tidak bisa memiliki anak, maka dia membawa Justin. Dan beruntungnya Istri Tuan Amer itu sangat baik dan bisa menerima Justin sebagai putranya. Walau hanya dari selingkuhan, Tapi cinta dan Kasih Nyonya Araya luar biasa untuk Justin, Itu terbukti aku melihatnya sendiri. " Irene yang mendengarkan cerita dari suaminya pun mengerti jika beban yang di tanggung Justin adalah bebas mental keluarganya.
" Apa Justin tau ibu nya yang sudah meninggal ??" Max pun mengangguk mendengar pertanyaan dari suaminya.
" Sedekat apa kamu dan Tuan Amer ? hingga kamu bisa tau sejauh ini ?? Bahkan Tuan Amer menceritakan maslaah internal keluarganya. " Max menghela nafasnya panjang.
" Sebenarnya Tian Amer meminta ku untuk menjodohkan Celine dan Justin, Bahkan saat usia Celine baru dua tahun, Dan berarti sudah terhitung sejak tiga tahun ini. " Irene kaget karena suaminya menyembunyikan maslaah ini, Apalagi selama tiga tahun ini ?
Ini benar benar tidak bisa di percaya.
" Kamu tau ?? Aku bukan bermaksud membohongi kamu atau menyembunyikan hal ini, Tapi ya rasa nya ini tidak perlu di ceritakan lagi karena aku menolaknya. Aku tidak akan memaksakan kehendak ku pada anak anak ku soal jodoh mereka, Aku akan membebaskan mereka dalam memilih jodoh, Tapi harus dengan pemantauan kita sebagai orang tua. " Irene menatap kagum pada suaminya yang semakin dewasa dan berpikir dengan baik.
Suaminya ini benar benar sudah banyak perubahan, Karena Max semakin luar biasa dalam menyikapi permasalahan rumah tangga mereka.
" Kenapa kamu menolaknya ?? Bagaimana jika mereka memang berjodoh ?? Apalagi melihat Justin yang terlihat nyaman bersama Celine. Aku jadi ingin mengundang mereka makam malam, Atau aku ingin mengajak nyonya Araya untuk berbisnis bersama, Aku ingin membuka usaha baru ku, Bagaimana jika kami membuat restoran khusus desert, Atau bidang fashion ? karena Nyonya Araya itu sangat modis menurutku. " Max pun hanya tersenyum saja mendengar penuturan istrinya yang juga semakin dewasa, Irene semakin luar biasa, Bahkan sejak dulu juga Irena sudah seluar biasa itu.
Hanya dia saja yang terlalu menutup matanya , Sehingga ya dia tidka bisa melihat ketulusan itu dan malah semakin membuatnya tertekan batin nya.
__ADS_1
Di tengah tengah cerita malam mereka tentang Celine dan Justin, Ponsel Max berdering dan itu panggilan dati Boy.
Dan apa berita yang di sampaikan Boy membuat Max diam membatu di tempat tidurnya, Dia terus mendengarkan apa yang d jelaskan Boy padanya.
Melihat suaminya yang terdiam seperti itu membuat Irene semakin penasaran dan mengambil alih ponsel milik suaminya.
" Ya, Halo Boy, Ada apa ?? Kenapa suami ku terlihat shock ?" Tanya Irene yang sudah mengambil alih ponsel milik Max.
Mendengar apa yang di jelaskan Boy juga, membuat Dada Irene seperti di hantam baru Yangs sangat besar.
" Baik, Tolong urus semuanya, Kami akan datang secepat mungkin ke rumah sakit. Tunggu kami Boy, Aku percaya pada mu. "
" Terima kasih Nyonya. " Balas Boy pada istri bos nya,.
Setelah sambungan teleponnya bersama Boy terputus, Irene pun segera bersiap untuk mengganti pakaiannya, Namun kenapa Max masih diam di tempatnya seperti itu ??
" Sayang, Ayo bersiap, Kit harus mengurus surat surat kepulangan ibu. " Max menatap wajah istrinya yang terlihat panik, Sementara Max, Dia bingung harus melakukan apa saat ini.
Harus kah dia ikut bersama Irene dan pergi mengurus jenazah ibunya ?? Tapi kenapa rasa nya berat sekali untuk memaafkan ibu kandungnya ??
" Jangan biarkan Tuhan menurunkan bencana untuk ku karena kamu yang tidak memaafkan ibu mu, Bahkan saat nyawa nya sudah tiada pun kamu tidak pernah menjenguknya sama sekali. Apa sekeras itu kah hati kamu ??"
" Hati ku memang sakit, tapi sakit apa itu, Aku tidka tau. Apa itu sakit karena membencinya, Atau rasa sakit karena kehilangan nya. ?"
...🤍🤍🤍...
__ADS_1