IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )

IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )
Merawat Bayi


__ADS_3

Seharian penuh Irene benar benar menjadi perawat dadakan untuk kekasih nya ini.


Bagaimana dia merawat dan menyuapi makan Max memang sudah seperti tengah merawat bayi besar.


Manja, Dia juga heran kenapa Max bisa berubah menjadi semanja ini, Apalagi saat dia memompa ASI untuk putra mereka.


" Kenapa melihat ku seperti itu ??" Tanya Irene pada Max yang sejak tadi terus menatap ke arah nya.


" Itu besar sekali, Bagaimana rasa nya jika aku juga ikut menikmati nya ??"


Blush...


Wajah Irene bersemu merah, Bukan lagi tapi sudah seperti tomat organik yang sangat merah menggoda warna nya saat ini.


Kenapa Max mengatakan hal sefrontal itu ? Apalagi ini soal aset nya bukan ??


Jadi kenapa bisa segampang itu Max mengatakan nya besar sekali ?


" Jangan seperti itu ! Nanti kamu juga yang menginginkan nya. "


" Aku memang menginginkan nya, Bagaimana jika--"


" Bukan kah kamu sudah mengatakan nya ? Sudah berjanji untuk tidak melakukan hal lebih pada ku ?? Hingga kita menikah nanti ??" Max sedikit berpikir dan memang benar jika dia telah berjanji seperti itu pada Irene.


Tapi kenapa juga dia harus berjanji seperti itu jika ini menyiksa nya ? Melakukan hal itu pada Irene juga tidak benar.


Itu sama saja dia menganggap rendah harga diri Irene sebagai wanita, Dan Max tidak ingin Irene merasa seperti itu.


" Huh ! Aku baik baik saja Honey. Sudah aku ingin mandi dulu. " Irene langsung menghentikan kegiatan nya saat Max mengatakan ingin mandi.

__ADS_1


Bukan kah tadi pria ini masih demam ? Lalu kenapa saat ini dia ingin mandi ??


" Kamu demam, Tidak boleh mandi dulu. "


" Aku sudah baik baik saja karena telah makan mie buatan mu, Taukah kau dulu aku bisa menghancurkan seluruh peralatan makan hanya karena mereka semua tidak bisa memasak makanan seperti mu, Bahkan aku bisa marah hanya karena potongan buah yang ku makan tidak sesuai dengan yang kau buat untuk ku, Aku rasa aku yang mengidam saat kau hamil Baby Max dulu !"


Deg !


Jantung Irene berdetak sangat kencang saat ini, Apa yang di dengar nya tadi ?? Max yang mengidam selama dia mengandung Baby Maxim ? Benar kah itu ??


" Aku tidak berbohong Honey, Bahkan Boy juga mengatakan hal yang sama. Aku tidak bisa mengangkat kepala ku jika sudah hujan di pagi hari. Tubuh ku lemas tak berdaya, Aku tidak bisa memakan apapun itu bentuk makanan nya, Aku hanya bisa minum susu dan makan roti saja. Mungkin karena makanan itu yang tidak pernah kau buatkan unyuk ku. " Mata Irene langsung berembun mendengarkan kebenaran yang di katakan kekasih nya ini.


Benar kah itu ?? Jika Max yang mengalami ngidam nya ? Sementara Irene memang tidak merasakan hal itu sedikit pun.


Dia tidak pernah menginginkan hal hal aneh seperti yang di rasakan orang hamil pada umum nya.


" Hey, Kenapa menangis ??" Max menghapus air mata yang mengalir di pipi calon istri nya itu.


Menghapus nya dengan lembut dan mengecup kedua mata indah yang selalu membuat Max tertarik setiap kali melihat nya setelah mengetahui siapa pemilik mata indah ini.


" Benar kah jika kamu yang merasa kan semua itu ?? Saat aku mengandung Baby Max ??"


" Aku tidak memaksa mu untuk percaya pada ku, Karana aku sendiri pun tidak tau kebenaran nya iya atau tidak jika aku yang merasakan ngidam nya saat kau hamil, Tapi memang itu yang ku rasakan saat itu, Mood ku tidak baik baik saja dan sering hancur tiba tiba, Ya seperti yang ku katakan tadi aku bisa marah dan menghancurkan peralatan makan hanya karena makanan nya tidak sesuai, Bahkan besar dan bentuk potongan buah nya saja pun aku bisa marah dan memaki mereka semua. "


Grep...


" Hey, Kenapa menangis lagi ?? aku baik baik saja. "


" Maafkan aku, Karena selama kehamilan ku kamu yang tersiksa, Maafkan aku. " Tangis Irene pecah di dada bidang Max.

__ADS_1


Begitu juga dengan Max, Dia tidak tega melihat dan mendengar tangisan Irene yang seperti ini.


" Sudah, Kenapa minta maaf, Aku baik baik Saja. Aku tidak apa apa, Tapi mungkin itu balasan dari Tuhan karena dia ingin aku menyadari kesalahan ku pada mu, Bahkan itu belum seberapa di bandingkan perjuangan mu melahirkan Baby Max saat itu, Apalagi aku mendengar dari Nathan, Jika kau melahirkan Dengan normal, Seharus nya aku yang meminta maaf pada mu karena aku tidak menemani mu di detik detik terakhir mu berjuang untuk Baby Max, Andai saja saat itu saat, di Swiss Nathan tidak membawa mu, Mungkin saat dirumah sakit kita sudah bertemu sejak lama." Dia kembali teringat saat melihat Irene dirumah sakit dan memanggil nya.


Namun karena keadaan tubuh nya yang lemas dan juga seperti merasakan kontraksi nya juga.


Dia sakit saat perjalanan menuju villa nya waktu itu.


" Sudah jangan menangis lagi, Yang terpenting saat ini Tuhan telah baik untuk mempersatukan kita lagi. Tuhan telah memaafkan ku bukan ?? Apa aku bisa hidup lebih baik lagi ?? Apa Tuhan menerima ku sebagai umat nya ??" Irene pun langsung melepaskan pelukan nya terhadap Max.


Dia menatap wajah tampan kekasih nya itu dengan tatapan penuh cinta dan kasih sayang yang di miliki nya untuk Max.


" Tuhan itu maha penyayang, Tuhan juga maha pemaaf, Seberapa pun kesalahan yang di perbuat umat nya, Tuhan akan memaafkan nya jika memang dia bersungguh sungguh untuk bertaubat dan hidup lebih baik lagi. Tuhan tidak akan melaknat umat nya jika mereka ingin bertaubat dan hidup lebih baik lagi. " Max mengerti.


Kenapa dia bisa jatuh cinta pada Irene, Itu karena Irene adalah paket lengkap.


Dia cantik, Beriman, Taat, Pandai memasak, Dan yang paling utama adalah kesabaran dan keluasan hati nya yang membuat Max benar benar merasa beruntung bisa memiliki nya.


Max sangat bersyukur atas Rahmat Tuhan yang telah memberikan nya sosok wanita cantik berhati lembut dan seluas samudra itu.


Bidadari tak bersayap ini milik nya bukan ?? Hanya Max yang memiliki nya kan ??


" Tolong bantu aku untuk hidup lebih baik lagi ke depan nya, Aku ingin hidup lebih bahagia dari ini, Aku ingin menjalani hari hari ku bersama mu, Bukan hanya dengan ku, Tapi dengan Baby Max dan juga anak anak kita nanti nya, Tolong ajari dan tuntun pria yang buta akan kasih sayang Tuhan ini, Tolong bantu aku untuk mengenali Tuhan dan lebih dekat dengan nya. Aku mohon bantu aku untuk bisa menjadi pria hebat untuk mu dan untuk anak anak kita. " Irene pun menganggukkan kepala nya.


Lalu Max pun kembali memeluk tubuh mungil nan seksi nya.


" Aku akan menemani mu, Mari hidup lebih baik dan lebih bahagia lagi dari ini. "


...🤍🤍🤍...

__ADS_1


__ADS_2