
Max terus bertanya tanya dalam hati nya, Kenapa tiba tiba istri nya ini mengajak nya jalan berdua saja.
Karena biasa nya jika dia mengajak Irene untuk me time saja alasan terberat wanita blasteran surga itu adalah anak mereka.
Dan itu lah kebenaran nya, Tapi kini istri nya mengajak nya jalan berdua saja, Bahkan berpakaian santai seperti ini.
" Sebenar nya kita mau kemana sayang ?? Kenapa kita tidak sampai sampai ??" Tanya Max pada istri nya yang hanya memberikan nya senyuman indah yang bahkan indah nya pelangi saja pun kalah dengan wajah cantik istri nya.
Hanya dengan tersenyum saja Irene bisa meruntuhkan hati nya, Dan mungkin juga hati para pria di luar sana.
" Aku mencintai mu suami ku..."
Cittty...
Max mengerem mendadak mobil nya dan itu membuat Irene terhuyung ke depan.
Beruntung sabuk pengaman dan lengan kekar suami nya yang bisa menahan tubuh mungil Irene sehingga wanita itu baik baik saja.
" Ma-maafkan aku sayang...Maafkan aku honey..." Max begitu khawatir dengan keadaan istri nya, Bahkan dia menciumi seluruh permukaan wajah istri nya berharap Irene baik baik saja.
Irene yang baru saja mengalami kejadian ini membuat nya merasa sangat shock dengan semua kejadian yang terjadi begitu saja pada mereka.
" Maafkan aku sayang, Maafkan aku honey, A-aku minta maat sayang..." Melihat kepanikan di wajah suami nya membuat Irene kembali menormalkan degup jantung nya yang berdetak tak karuan.
" Aku baik baik saja sayang, Lagi pula apa yang membuat mu seperti ini ?? " Tanya Irene pada suami nya.
Dia juga kaget saat tiba tiba Max mengerem mobil yang tengah mereka tumpangi itu secara mendadak dan itu membuat mereka bisa saja terluka dengan kejadian ini.
" A-aku kaget saat mendengar kata kata kamu. "
" Kaget ??" Ulang Irene lagi.
__ADS_1
Apa maksud suami nya ini yang berkata kaget .
' Iya, Aku kaget, Saat kamu mengatakan kata kata tadi. "
" Kata kata apa ??" Max pun menatap malu pada istri nya.
Hal itu membuat Irene tersenyum jahil pada suami nya.
Dia pin langsung mendekatkan wajah mereka berdua hingga hidung mancung kedua nya bersentuhan.
" Apa karena aku mengatakan, Aku mencintai mu ??" Irene sengaja menggoda suami nya hingga membuat Max benat benar benar salah tingkah saat ini akibat ulah istri blasteran surga nya.
" Sudah lah, Kamu membuat ku sudah bernafas. " Max pun kembali menjalan kan mesin mobil nya karena dia tidak tahan dengan gombalan yang di lakukan istri nya.
" Kamu harus terbiasa mendengar nya, Aku akan terus dan akan selalu mengatakan bahwa aku mencintai mu, Sejak dulu, Sekarang dan aku berharap Tuhan membiarkan ku untuk terus mencintai mu selama nya. " Hati Max menghangat saat mendengar kata kata cinta yang begitu luar biasa untuk istri nya.
Jika biasa nya suami yang begitu sangat mencintai istri nya, Maka tidak bagi Irene, Karena dia lah yang begitu mencintai suami nya.
" Kita sudah sampai sayang, Apa ini tempat nya ??" Tanya Max yang melihat sekitar nya sampai dia membaca sebuah tulisan yang membuat nya langsung menatap k arah istri nya.
" Apa ini sayang ?? Psikolog ?? Untuk apa ?? " Tanya Max lagi yang merasa sangat aneh dengan tempat yang sama sekali belum pernah di kunjungi nya.
" Ayo turun. " Ajak Irene pada Max, Tapi tangan nya langsung di tarik oleh suami nya saat Irene hendak membuka pintu mobil mereka.
" Katakan apa maksud nya ini sayang ?? Untuk apa kita kesini ?? Apa yang membuat mu membawa ku kesini ? Ke tempat seperti ini ?? Apa yang kamu sembunyikan dari ku. ??" Tanya Max beruntun yang dia memang tidak mengetahui apapun dengan apa yang di rencanakan istri nya saat ini.
" Sayang, Aku rasa kita buruh teman untuk cerita, Maksud ku kita--"
" Tidak !! Aku tidak membutuhkan apapun dan siapa pun !! aku baik baik saja !!" Suara Max mulai meninggi karena tiba tiba saja emosi nya memuncak saat mendengar kata demi kata yang keluar dari bibir istri nya.
" Sekarang ayo pulang !!" Max kembali bersiap menyalakan mobil nya lagi, Namun kali ini Irene mencegah nya.
__ADS_1
Merasa Irene yang mencegah nya untuk menyalakan mobil mereka membuat Max semakin tidak habis pikir dengan jalan pikiran istri nya.
" Apa maksud nya ini sayang ?? Kenapa kamu membawa ku kesini ?? Aku tidak membutuhkan semua ini, Aku baik baik saja, Apa kamu berpikir bahwa aku sakit ?? aku gila ??" Irene langsung membantah omongan suami nya yang mengatakan diri nya sakit dan gila.
" Demi Tuhan aku tidak pernah bermaksud seperti itu, Aku hanya ingin masa lalu ku bisa ku lupakan, Aku ingin berdamai dengan masa lalu ku, begitu juga dengan kamu, Aku harap kamu bisa melupakan masa lalu kamu dan berdamai dengan semua itu. "
" Masa lalu apa yang kamu maksud ?? aku baik baik saja ! Tidak ada yang harus di khawatir kan. !" Max masih tidak menerima saran dari istri nya.
Karena dia merasa baik baik saja, Dia juga tidak membutuhkan semuanya.
" Sayang, Kamu percaya sama aku kan ??"
" Aku percaya sama kamu, Tapi tidka seperti ini sayang, Baik aku atau pun kamu, Kita tidak membutuhkan ini semua, Aku dan kamu bisa melewati ini semua. "
" Apa dengan menangis dalam keadaan tidur itu bisa di katakan baik baik saja ?? menangisi kegagalan kamu sebagai anak ?? Maaf, Aku tidak bermaksud seperti itu, Tapi aku ingin suami ku hidup baik baik saja, Tanpa beban masa lalu nya, Begitu juga dengan aku. Aku ingin hidup baik baik saja bersama kamu dan anak anak kita nanti tanpa di hantui oleh masa lalu kita, Bukan hanya kamu yang memiliki masa lalu kelam, Tapi aku juga. Aku juga merasakan hal yang sama, Hanya saja permasalahan kita berbeda sayang. " Max menatap wajah istri nya yang tengah menjelaskan semua yang di rasakan istri nya itu.
Max benar benar tidak pernah terpikir untuk pergi ke tempat seperti ini.
" Jika kamu tidak mau ikut, Tidak apa apa, Aku sendiri saja. Nanti kamu susul aku oke. Aku akan turun. " Irene berkata dengan wajah ceria nya, Tapi Max tau bahwa istri nya ini sama sekali tidak ceria.
Karena mata indah itu terlihat sendu saat mengatakan tidak apa apa pada nya.
" Kita akan turun bersama !" Max akhir nya mengalah, Dia akan masuk ke dalam bersama istri nya.
Bahkan sebelum masuk ke tempat tersebut Max menghirup nafas nya dalam dalam untuk mengisi rongga dada nya yang terasa sangat sesak.
Irene terus mengucap syukur pada Tuhan atas apa yang telah di berikan pada nya saat ini, hati nya menghangat saat suami nya itu mau ikut turun bersama nya.
Dan setiap langkah kaki Irene bersama max ke dalam tempat itu, Ada doa yang terselip di dalam nya untuk kebahagiaan rumah tangga mereka .
...🤍🤍🤍...
__ADS_1