IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )

IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )
Masih Flashback


__ADS_3

Setelah waktu dimana Max menemani Irene berjuang untuk melahirkan putri cantik mereka, Dan Boy sudah datang membawa pakaian ganti untuknya, Max langsung membersihkan dirinya agar bisa segera bertemu dengan putri kecilnya.


Disinilah Max saat ini, Berada di ruang rawat istrinya yang terlihat sudah lebih segar setelah melahirkan.


Wajahnya juga tidak sepucat tadi.


Tapi ada yang aneh di penglihatan mata bulat Irene, Dia tidak mungkin salah mengenali suaminya kan ??


" Sayang, Kaki kamu kenapa ??" Irene melihat kaki Max yang pincang dan membengkak, Bukan hanya membengkak saja, Tapi itu sudah membiru.


Max pun melihat ke arah kakinya yang memang membengkak seperti itu.


" Oh, Ini, Aku tadi berlari menuju rumah sakit untuk menemani kamu, Dan saat aku hendak menyebrang aku di tabrak mobil, Dan mungkin kaki ku terkilir. " Hati Irene merasa sangat terenyuh mendengar jawaban dari suaminya.


Yang katanya Max berlari menembus hujan demi bisa menemaninya melahirkan buah hati mereka, Bahkan suaminya itu sampai tertabrak mobil.


" Beruntung aku sedang buru buru, Jika aku tidak buru buru, Aku bisa pastikan bahwa dia tidak akan selamat, Apalagi tadi dia mengatakan aku bajingan. !" Ada kemarahan di wajah suaminya yang membuat Irene harus bisa meredamnya.


Irene takut Max mencari orang itu dan melenyapkan nyawanya karena telah Bernai memakinya.


" Tapi aku bahagia kami bisa menemani ku berjuang bersama, Dan apakah kaki kamu sudah di periksa ??"


" Belum, Nanti saja aku ingin melihat Baby Celine lebih dulu. " Max langsung menghampiri putrinya yang tertidur dengan nyaman di dalam box bayi nya di dekat ranjang pasien sang istri.


" Baby Celine ?? Apa kamu sudah memiliki nama untuk putri kita ??" Max mengangguk.


Dia sedang memainkan pipi putri kecilnya yang memiliki kulit sehalus istrinya, Bukan hanya itu saja, Bahkan bibirnya, Hidungnya dan matanya juga sama seperti Irene.


" Ya, Nama Putri kita adalah Celine Angelina Anderson. Dia akan menjadi malaikat penerang bagi jalan kita, Dan dia akan menjadi tuan putri yang anggun dan bertutur kata sopan, Aku ingin putri kita hidup dengan penuh cinta dan kasih. " Matanya menatap dalam pada baby Celine yang tertidur begitu nyaman tanpa terusik sama sekali dengan kegiatannya saat ini.


" Apa itu arti nama Putri kita ??"


" Ya, Itu arti dari nama Putri kita, Dia akan menjadi idaman para pria nantinya. Dan jika sampai ada yang berani menyakiti hati putri ku, aku akan mematahkan seluruh tulang tulangnya, hingga dia tidak bisa berjalan lagi. !" Raut wajah Max seketika berubah menjadi menyeramkan.


Bukan hanya itu saja, Mata nya bahkan menyorot tajam ke depan seakan menatap sengit para pria yang memang menyakiti putrinya.


" Jangan seperti itu,. Itu tidak baik. "

__ADS_1


" Itu baik jika untuk putri ku ! Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti hati putri cantik ku. " Irene tidak bisa berkata kata lagi jika suaminya sudah seperti ini.


Dia tidak bisa melarangnya lagi.


" Mau apa sayang ?" Tanya Max yang menghentikan aktivitasnya bermain bersama Baby Celine dan beralih ke arah istrinya yang bergerak.


" Aku ingin minum, Haus sekali, Apa bisa aku meminta jus Apel sayang ??"


" Kamu mau jus apel ??" Irene mengangguk.


Max pun langsung memesankan jus pesanan istrinya.


Dia menciumi tangan istrinya yang telah berjuang begitu keras untuknya dan juga putrinya.


Rasanya kata terima kasih saja tidak bisa membalas dan membayar semua perjuangan istrinya, apa yang di rasakan Max tadi menahan kakinya yang berdenyut pun tidak ada artinya di bandingkan perjuangan yang telah di lewati Irene yang bertaruh nyawa di ujung pembatas jurang perjuangannya.


" Kamu luar biasa sayang..." Irene tersenyum dengan kata kata dari suaminya yang sejak tadi terus saja memuji dirinya.


Irene yang mudah tersipu oleh suaminya lu langsung merona dan tersentuh hatinya karena Max.


Bukan hanya dia saja yang berjuang, Tapi Max juga ikut berjuang bersamanya, Bahkan masih teringat di kepala Irene bagaimana suaminya yang terduduk dan menangis atas kelahiran putri mereka.


" Keren apa ?? aku bahkan tidak bisa memikirkan apapun lagi, Yang ku pikirkan bagaimana caranya agar aku bisa segera sampai ke rumah sakit dan menemani kamu, Aku bahkan mengabaikan Sambaran petir dan Guntur yang terus bergemuruh seakan menemani setiap langkah ku, Aku benar benar tidak sadar, Karena yang ku pikirkan hanya kamu saja. " Irene mengusap rahang tegas suaminya yang selalu di tumbuhi bulu bulu halus yang semakin mempertegas wajah tampannya, Dan menambah kadar ketampanan Seorang Dario Max Anderson.


Dan karena itu pula lah Irene sangat mencintainya.


" Sini..."


" Apa sayang ??" Tanya Max yang semakin mendekatkan wajahnya ke arah Irene.


Cup...


" Terima kasih..."


" Untuk ??" Tanya Max pada Irene yang baru saja memberinya sebuah kecupan manis di bibirnya.


" Terima kasih saja. "

__ADS_1


" I know ! But for what ??" Tanya Max lagi yang berharap Irene menjelaskan rasa terima kasih yang di berikan Irene padanya.


" Untuk segalanya. !"


" Segalanya ??" Ulang Max lagi.


Irene mengangguk dan tersenyum untuk suaminya, Dia menggenggam tangan suaminya dan menciumnya juga.


Katakan lah Irene bucin, Karena memang itu kenyataannya.


" Iya, Untuk segalanya. Segala cinta yang kamu miliki, Segala rasa yang kamu beri, Segala harta dan kemewahan yang bahkan aku tidak tau untuk apa semua itu, Tapi aku akan tetap berterima kasih untuk segala nya, " Max pun mengusap wajah istrinya.


Mereka berdua sibuk membucin sampai tidak menyadari jika sejak tadi ada dokter yang tidak berani masuk ke dalam ruangan Irene karena melihat adegan romantis seperti itu.


Bahkan mereka juga melihat bagaimana saat Irene mengecup bibir Max tadi.


Semua yang mereka lakukan menjadi tontonan gratis untuk dokter dan perawat yang masih berdiri di depan pintu.


Sampai salah satu dari mereka tidak tahan lagi melihat drama Korea dan Canada yang bersatu padu itu, Sampai dia memberanikan diri untuk mengetuk pintu ruangan Irene.


Walau dia tau siapa pria yang ada di dalam sana, Itu menjadi urusan belakangan nantinya, Yang penting dia selamat dari drama Korea yang syuting di Canada itu.


" Permisi Tuan, Nyonya, Kami hanya ingin memeriksa Baby princess, dan ibunya, Juga ada Pelayan dari kantin bawah yang membawakan jus apel untuk Nyonya. " Benar saja.


Raut wajah Max sudah tidak terkendali lagi tapi saat mendengar mereka ingin memeriksa Irene dan baby princess Celine,.


" Cepat lakukan ! Apa kau sudah memastikan bahwa jus itu bersih dan sehat ??"


" Sa-saya berani menjaminnya Tuan, Karena Bosnya langsung yang membuatkan ini. "


" Jika sampai--"


" Sudah, Tolong bawa kesini, Aku haus sekali, Bolehkan dok saya meminumnya ??" Tanya Irene memastikan pada dokter apakah dia boleh meminum jusnya atau tidak.


Tapi jawaban dari dokter boleh, Maka Irene pun langsung menghabiskan segelas jus apel yang sangat segar itu.


...Flashback End...

__ADS_1


...🤍🤍🤍...


__ADS_2