
" Morning Darling " Max langsung memeluk pinggang ramping istri nya yang tengah sibuk di dapur untuk menyiapkan sarapan mereka.
" Sudah bangun Sayang ??" Max hanya menganggukkan kepalanya saja di bahu mungil istrinya yang tengah sibuk menyiapkan sarapan pagi.
Itu terlihat karena di sana ada bubur bayi untuk Putra mereka sudah mulai memasuki usia 6 bulan dan siap untuk MPASI.
Dan apa yang dibuat istrinya saat ini mie kesukaannya.
" Apakah ini Mi lengkap lagi ??" Tanya Max pada istri nya yang masih saja sibuk dengan alat tempur nya pagi ini.
" Ya Ini makanan kesukaan kamu, Tidak apa-apa bukan aku hanya membuat kamu Mie pagi ini ??"
" Its oke itu sudah cukup bagiku apapun yang kami masak akan ku makan Darling. " Hanya perkataan sederhana seperti itu mampu membuat istri nya tersebut malu.
Luar biasa bukan? dia mudah tersipu dan orang yang sudah membuatnya tersipu adalah Max, suami nya sendiri.
Hanya dengan melihat istrinya yang salah tingkah seperti itu membuat mereka kembali bahagia.
Dengan kehidupan sederhana seperti ini aja mereka sudah terlihat sangat bahagia.
" Mandi dulu oke nanti aku akan menyusul kamu "
" Aku ingin di sini bersamamu. "
" Sayang mandi dulu nanti aku akan menyusul aku akan membantumu. "
" Tapi aku ingin di sini Aku ingin bersamamu ingin menemanimu di sini. " Akhir nya Irene mengalah .
" Ya sudah Ayo duduk di sini dulu. " Max duduk di dekat mini Bar.
Dari jarak sedekat ini, Dia bisa melihat istri nya yang terlihat begitu seksi saat di dapur sepertu ini.
Irene pun mengambilkan segelas air putih untuk suami nya. Karena air putih sangat baik untuk tubuh di pagi hari, Bukan hanya di pagi hari tapi untuk keseharian mereka juga sangat bagus bukan ?
Melihat Irene yang begitu cekatan melayaninya membuat hati Max begitu bahagia.
Istri luar biasanya ini, istri tercintanya, wanita yang begitu mencintainya dengan tulus, wanita yang telah banyak disakitinya tidak pernah sekalipun mengingat semua Masa Lalu buruk itu.
Bahkan wanitanya langsung memaafkannya tanpa berpikir panjang lagi.
" Apa hari ini ke kantor ? Atau mau aku buatkan sesuatu ? Ingin bekal apa hari ini ??"
__ADS_1
" Tidak ! Aku tidak ke kantor hari ini. Aku masih cuti, Biarkan saja Boy yang bekerja. "
" Tapi tidak baik seperti itu Sayang. Kamu sudah banyak libur, Apalagi karena gara-gara mengurus perusahaan Kakak. " Irene merasa tidak enak dengan suami nya yang telah banyak membantu kakak nya kemarin.
" Its oke Darling, Aku baik-baik saja. Mungkin besok Aku baru mulai ke kantor. Aku ingin menghabiskan waktu bersamamu dan anak kita hari ini. "
" Ya, baiklah Terserah kamu saja. " Irene pun kembali melanjutkan masakannya untuk sarapan mereka dan setelah menatanya di meja makan dia langsung membawa Max pergi ke kamar mereka dan membantu suaminya itu untuk mandi dan bersiap.
" Sini aku bantu menggosok punggung kamu. " Dengan senang hati Max memberikan sabun kepada istrinya.
" Yang ini saja Sayang aku menyukai ini. karena kata pelayan dulu ini sabun milikmu jadi aku menyukainya setiap kali aku pusing dan mual saat kamu hamil dulu aku selalu berendam seperti ini. Aku bahkan menuang satu botol penuh sabun agar tidak pusing lagi dan terbukti itu cukup merendahkan rasa mual ku " Mendengar penuturan dari suaminya membuat hati Irene sakit.
Apa begitu tersiksanya suaminya ini karena kehamilannya dulu ?
Melihat perubahan dari laut wajah istrinya membuat Max merasa tidak enak hati.
Karena dia kembali mengingatkan Irene dengan masa lalu kelam mereka.
Tapi sebenarnya tidak, Irene hanya merasa kasihan kepada suaminya apa segitu tersiksanya suaminya ini saat dia mengandung Baby Max dulu ??
Dan jawabannya Iya !
Tapi tidak apa Irene, Itu sebanding dengan perbuatan yang dulu pernah di lakukan suami mu itu.
Karena kelakuan Bejat nya yang telah memperlakukanmu begitu buruknya.
Dan lihat sumpah serapah yang dilakukan ibu-ibu pada suamimu saat ini terbukti sudah.
Bahwa suamimu itu sudah bucin hingga ke tulang sumsum.
Bukan hanya ke tukang sumsum saja, Tapi juga ke urat nadi, urat leher dan sel DNA -nya pun mungkin sudah ada nama Irene.
" Sudah lupakan aku baik-baik saja aku tidak apa-apa. karena saat ini, Dengan melihatmu dan baby Max hidupku sudah lebih baik. Aku bahkan tidak lagi mengingat bagaimana saat mengidam itu mungkin itu balasan bagiku, karena Tuhan ingin aku hidup lebih baik lagi. Hidupku memang menjadi lebih baik berkat kehadiranmu dan baby Max. Aku tidak bisa membayangkan Bagaimana hidupku jika tidak ada kamu dan anak kita. Mungkin saat itu aku sudah tidak bisa--?" Max tidak melanjutkan perkataannya karena mulutnya sudah lebih dulu tutup oleh tangan istrinya. Tangan mulia yang selalu memanjakannya.
" Jangan katakan hal itu lagi sekarang ayo kita hidup lebih bahagia lagi. Menata hidup kita agar lebih baik lagi bersama aku dan anak-anak kita nanti. Aku tidak mau minta banyak padamu, Cukup katakan apapun yang kamu rasakan, berbagi padaku apapun yang kamu rasakan, suka dan duka mu. Sehat mu Dan sakit mu, seperti janji kita saat di altar kemarin. "
" Ya aku akan berbagi apapun padamu, begitu juga denganmu katakan apapun yang tidak kamu sukai dariku maka aku akan mencoba merubahnya. " Keduanya mengangguk dalam pelukan.
Jika seperti ini, Max benar-benar tidak tahan.
Lagi-lagi kehangatan Irene yang diinginkan nya, tapi bagaimana istrinya itu belum melakukan dan belum memakai alat kontrasepsi jadi dia harus kembali menahannya.
__ADS_1
Mungkin nanti dia akan membawa Irene ke rumah sakit untuk melakukan pemasangan resepsi mungkin suntik atau seperti pil yang pernah dibacanya entahlah mereka akan konsultasi.
Setelah selesai membantu Max membersihkan diri dan berpakaian Irene langsung menuju ke kamar putranya.
Entah sejak kapan Max sudah menyiapkan kamar putranya.
Tapi ini benar-benar sangat indah sesuai kamar bayi pada umumnya,.
Begitu banyak mainan, boneka berserakan sana. Oh tidak tidak berserakan semua tertata rapi dengan sangat baik dan bersih tentunya.
Dan saat Irene memasuki kamar i
putra nya semakin jauh dia melihat putranya sudah bersih bersama Laura yang sudah mandi dan sudah wangi.
Wow luar biasa kali lah orang ini bukan ?
Beruntungnya Irene karena Baby Max begitu cepat bisa dekat dengan Laura seperti ini.
Jadi dia tidak perlu repot-repot mencari pengasuh lagi untuk putranya bukan?
Bukan dia tidak bisa mengurus suami dan anaknya, Tapi itu perintah wajib dari Max bahwa dia hanya boleh memasak dan saat dia memasak Baby Max harus dijaga oleh pengasuh.
Sebenarnya Max masih mencari pengasuh, tapi berhubung Irene sudah memilih Laura yang status nya pelayan termuda di sini, maka jadilah Laura yang menjadi Nanny nya baby Maxim.
" Morning baby " Sapa Irene pada anaknya yang sudah terlihat tampan duduk di atas ranjangnya.
Melihat kedatangan Irene Laura pun langsung bangkit dan berdiri di sisi ranjang Baby Max.
" Tidak apa duduk saja disini. " Irene menepuk sisi ranjang milik putra nya.
" Aku bersyukur Baby Max cepat akrab dan terlihat nyaman bersamamu."
" Terima kasih nyonya aku akan bekerja dengan baik untuk baby Max." Jawab Laura dengan penuh semangat.
" Sudah ayo kita turun untuk sarapan dan tolong siapkan Baby Chair untuk Baby Max karena dia akan mulai makan hari ini." Dengan segera Laura menganggukkan kepalanya.
Laura juga langsung mengikuti Irene dari belakang.
Dan saat Irene keluar dari dalam kamar putranya suaminya sudah menunggu di sana dan merangkul pinggangnya.
Terlihat sangat romantis bukan ? Hingga membuat Laura malu berada di belakang mereka.
__ADS_1
...🤍🤍🤍...