
Dia saat Irene dan Max di sibukkan dengan persiapan keberangkatan mereka ke London untuk menghadiri pesta perkenalan pewaris tahta sang Klan Alexander, Di situ juga Jonathan di sibukkan dengan berita yang di dapat nya.
Bahwa Nia nya nya berada di Negara K, Maka dari itu Jonathan langsung menuju ke Negara tersebut.
" Dimana Dia ??" Tanya Nathan pada anak buah nya yang membawa nya menuju Tempat tersebut.
" Sebelah sini Tuan..." Anak buah nya langsung membawa Jonathan menuju tempat nya.
Makam ?
Kenapa mereka ke makam ?? Bukan kah mereka ??
" Apa ini ??" Tanya Nathan sekali lagi.
Kenapa dia di bawa ke makam ?
" Nesha ?" Gumam Nathan saat membaca nama tersebut.
" Dia sudah meninggal Sejak 2 tahun yang lalu, Dan kabar nya juga keluarga nya pindah, Karena mendapatkan gunjingan dari warga. " Semakin emosi Nathan.
Dia tidak terima dengan berita yang di terima nya saat ini, Terlebih lagi dia tidak tega dengan anak perempuan itu.
" Nia, Kamu dimana ???" Lirih nya saat setelah meninggal makam tersebut.
Emosi nya benar benar di uji saat ini, Dia sudah lama mencari informasi ini, Tapi tidak ada kabar berita nya.
Hingga dia meminta bantuan detektif terkenal .
Dan baik, Dia menemukan kabar berita nya sesuai dengan yang yang telah di keluarkan nya.
" Nia..." Gumam nya lagi setelah berada di dalam mobil.
Kemana lagi dia harus mencari Nia nya ? Kemana lagi ??
...🤍...
Kembali ke Canada, Irene dsn Max sudah bersiap untuk berangkat ke London , Karena mereka akan menghadiri pesta yang sangat penting bagi Max.
Pesta perkenalan keluarga baru dari klan Alexander.
" Bawa saja Jas serta gaun yang akan kau kenakan disana ! Jangan membawa barang yang tidak penting !" Irene melihat ke arah Max yang berdiri di depan pintu ruangan ganti mereka.
Dimana dia tengah berkemas untuk kepergian mereka yang kata nya hanya 3 hari saja.
Mereka berangkat pagi ini, Dan akan sampai sore hari nanti, Karena Dari Toronto ke London itu menempuh perjalanan udara selama hampir 7 jam, Maka mereka akan berangkat pagi.
Dan Malam ini Irene tengah menyiapkan pakaian mereka untuk pergi besok.
__ADS_1
" Tapi bagaimana tidak membawa pakaian ? Lalu kita memakai apa nanti ??" Tanya Irene yang masih memilih pakaian yang akan di bawa nya.
Max datang menghampiri Irene yang tengah berada di depan lemari yang berjejer dengan rapi.
Grep !
Max langsung membalik tubuh Irene dan mengunci nya dengan kedua tangan besar kekar nya.
Jantung Irene berdegup kencang, Apalagi saat melihat mata Max yang menatap wajah nya.
Bahkan kini hembusan nafas Max menerpa wajah nya dan kulit leher nya.
" Tuan---" Irene selalu lemah dengan perlakuan Max.
Tubuh nya terlalu murahan hanya karena sentuhan fisik dari Max yang bisa membuat nya hilang akal sehat dan kesadaran nya.
" Kau tidak membutuhkan pakaian saat bersama ku, Karena apa pun yang kau kenakan nanti nya, Aku akan merobek nya dengan paksa seperti yang sudah sudah. !" Max langsung meninggalkan nya saat setelah mengatakan hal seduktif tadi pada nya.
Irene langsung tersadar setelah kepergian Max, Biarlah dia menjalankan hidup nya yang seperti ini, Kehidupan yang menjadikan nya seorang Jallang untuk seorang Max Anderson.
" Aku rela menjadi Jallang mu asal kamu berubah, Berubah menjadi yang lebih baik dan bisa menghormati ku sebagai seorang wanita. Aku harap kesabaran dan ketulusan ku bertahan hingga akhir nanti. " Ucap Irene mengakhiri kegiatan nya karena memang Max sudah melarang nya.
Dia memilih kembali ke tempat tidur saja, Karena memang Max sudah berada disana.
" Biar saya bantu Tuan..." Irene langsung membantu Max untuk membuka baju nya, Sentuhan tangan mungil Irene yang lembut menyentuh kulit punggung nya.
Bahkan Irene juga meniup luka tersebut, Sementara Max dia menelungkup kan tubuh nya di atas tempat tidur.
Entah keberanian dari mana tangan Irene mengusap kepala Max dan itu semakin membuat nya nyaman atas sentuhan tangan Mungil Irene.
" Selamat tidur By, " Ucap Irene penuh dengan kelembutan.
Jika juga mencium kening Max yang sudah tertidur dengan nyenyak, Walau sedikit terganggu dengan kecupan yang di berikan Irene, Namun dia tidak terbangun sedikit pun.
Akhir nya dia pun ikut juga merebahkan tubuh nya di samping Max.
Menatap punggung pria yang selalu berkata kasar pads nya, Yang memperlakukan nya sesuka hati.
Namun entah mengapa Irene malah jatuh hati pada nya, Melabuhkan perasaan nya pada pria tak berhati itu.
" Aku mencintaimu..." Kata terakhir yang di ucapkan Irene sebelum benar benar ikut tertidur di samping pria bertato itu.
Entah mengapa Irene menyukai Punggung kekar Max yang bertato.
" Egghh..Jangan..." Irene mengigau dalam tidur nya.
Mimpi buruk menghampiri nya, Dia benar benar ketakutan saat ini.
__ADS_1
Dia takut, Mimpi itu sangat menakutkan.
" Jangan...." Ucap nya lagi dengan lirih.
Dan lirihan nya terdengar oleh Max, Dia melihat wanita itu berkeringat dingin, Tidur nya gelisah, Entah apa yang membuat nya gelisah.
Awal nya Max membiarkan nya saja, Tapi lama lama lirihan itu menjadi ketakutan yang semakin membuat Max terganggu tidur nya.
Dia terus menatap wajah Irene yang semakin pucat,.
" Hey ! Bangun " Max mencoba membangunkan Irene namun Irene belum juga tersadar dari tidur nya.
" Hey..."
" Jangan...Gak...Jangan..." Max semakin heran, Apa yang di mimpikan wanita itu hingga ketakutan seperti itu ?
Entah dorongan dari mana Max menarik tubuh Irene dan mendekap nya, Tapi bukan nya mereda, Tangis Irene semakin kencang, Dia menangis dalam tidur nya.
" Mommy, Mommy, Nia Takut, Nia takut Mom, Nia takut..."
" Nia ? " Ulang Max.
Nia siapa ? Siapa Nia ?? Bukan kah nama nya Irene ? Tapi kenapa wanita ini berkata Nia ??
Nia siapa yang di maksud nya ??
" Diam dan tidur lah ! "
" Tidur kata ku !" Bahkan saat seperti ini pun Max masih berkata kasar pada nya.
Luar biasa sekali bukan ??
Tapi tangan nya tak berhenti mengusap punggung Irene yang tidak terhalang apapun, Karena wanita itu menggunakan Lingerie seksi.
" Tidur lah ! Mimpi mu itu tidak lebih buruk dari dunia ini ! Kau hanya mimpi, Jadi tidur dengan baik !" Perlahan Isak tangis Irene menghilang, Hanya sesekali terdengar senggugukan yang terdengar di telinga Max.
Dia semakin penasaran siapa Irene sebenar nya, Apa ada hak dari masa lalu nya yang membuat Nya ketakutan seperti itu ?
Setelah Irene sudah benar benar tidur, Max turun dari tempat tidur dan mengambil ponsel nya.
" Cari tau masa lalu wanita untuk ku ! Aku akan mengirim data nya pada mu ! Aku ingin berita itu secepat nya. " Max langsung mematikan sambungan telepon nya setelah menghubungi anak buah nah, Dia penasaran, Siapa wanita ini sebenar nya .
Wajah damai Irene yang menyisakan gurat kesedihan,.
" Siapa kau sebenar nya ? apa yang membuat mu takut ??" Tanya Max sekali lagi pada diri nya.
Dia juga penasaran dengan Irene.
__ADS_1
...❤️🤍...