IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )

IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )
Abad 21


__ADS_3

Max baru saja keluar dari kamar mandi, Dia begitu mempersiapkan diri nya malam ini untuk bersama Irene.


Dia akan kembali menikmati manis madu nya Irene sang istri.


Istri ?? Mengingat kata kata istri membuat senyuman Max terukir begitu indah di bibir nya.


Istri, Irene istri nya ?? Apa ini mimpi ?? Tai tidak ini bukan mimpi.


Jika pun ini mimpi tolong jangan pernah bangunkan Max dari mimpi terindah nya ini.


Keluar dari kamar mandi dalam keadaan segar, Max terlihat begitu bersemangat, Namun saat dia melihat seroang wanita berkulit putih dengan gaun tidur nya yang juga berwarna putih membuat kerja jantung dan otak nya tidak terkontrol lagi


Semakin menggila dan rasa nya seluruh aliran darah nya langsung mendidih dan Panas.


Oh tidak ! Kulit mulus itu yang seputih susu, lalu rambut hitam panjang, Tulang selangka yang sangat menggoda nya.


Lalu bibir Semerah Cherry dan ahhh...Max bisa gila jika begini terus.


" Sayang...Jangan di lihat seperti itu, "


Deg !


Jantung Max berdetak semakin kencang saat mendengar suara lembut istri nya yang seakan memancing gairah nya itu.



" Sayang...Jangan begitu. " Irene kembali mengulangi kata kata nya karena sejak tadi Max terus saja melihat ke arah nya hingga membuat nya semakin salah tingkah dan malu.


Ini gaun putih pemberian dari Cristine kakak ipar nya,Maka dia mencoba nya dan cocok


Lalu jadi lah Irene menggunakan nya saat ini.


Tapi apa, Dia salah karena telah menggunakan pakaian ini karena dia telah memancing singa yang sudah sejak lama kelaparan dan tidak mendapatkan makanan segar nya seperti ini lagi.


Irene semakin bergetar saat melihat tubuh besar itu semakin mendekat pada nya.


Ini lah sisi lemah seorang Joanathania Rhys Anderson alias Irene, Dia tidak bisa saat melihat kulit eksotis milik pria yang telah sah menjadi suami itu yang di terpa cahaya lampu temaram kamar mereka, Apalagi air sisa sisa mandi suami nya masih ada yang tertinggal dan itu semakin menambah kesan seksi pada tubuh pria nya.


Suami nya dan hidup nya saat ini.


" Darling..."

__ADS_1


Serrr ...


Berdesir seluruh darah Irene, Bahkan buku kuduk nya juga mulai menunjukan eksistensinya malam ini.


" Darling, Honey..."


" Y--yaaa...." Sahut Irene sambil terbata bata karena saat ini suasana nya berbeda.


" Kiss me Please .."


" Hah ?? A-apa ??" Tanya Irene lagi karena rasa nya sekarang ini dia mendadak bodoh dan agak linglung saat ini.


" Aku bilang kiss me Please Honey..." Gila !


Ini benar benar gila dan semakin gila, Jika dulu Max akan langsung menyetubuhi nya, Maka seperti nya kali ini berbeda.


" Ci-cium ??"


" Ya ! Kiss, Berikan aku ciuman honey..."


Cup...


" Sayanghhh---Hmmphhh..." Bibir Irene langsung di bungkam oleh bibir tebal Max.


Kedua nya juga saling memejamkan kedua mata nya untuk menyelami perasaan mereka masing masing hingga Irene menahan tubuh nya di Buffett yang ada di belakang tubuh nya.


Ciuman tadi semakin menjadi, Lidah Max juga mulai menyusuri setiap inci rongga mulut istri nya.


Bugh...Bugh...Bugh...


Sadar akan kode yang di berikan istri nya, Max pun langsung melepaskan ciuman mereka dan membiarkan istri nya menghirup dalam dalam nafas nya sebelum mereka kembali melanjutkan aksi nya.


Merasa cukup menentukan waktu pada Irene, Kini Max kembali melahap bibir seksi miliki iatri nya, Kali ini dia menggendong tubuh seksi sang istri menuju tempat tidur yang sudah di hias sedemikian rupa dengan ribuan kelopak bunga mawar merah yang sangat romantis menurut Irene.


Seakan takut melukai istri nya, Max sampai terlalu berhati hati untuk meletakan tubuh Irene ke atas tempat tidur yang akan menjadi arena pertarungan mereka malam ini.


" Ahhh...Sayang...Max...." Irene mulai mendesahh kala merasakan sapuan dari bibir serta lidah suami nya mulai bermain dan bekerja sesuka hati nya di kulit mulus Irene.


Max benar benar melakukan nya penuh dengan perasaan, Karena dia benar benar ingin menghapus jejak bajingan nya di masa lalu saat menyetubuhi wanita ini.


Kini dia sangat berbeda dan berubah, Perlakuan nya terhadap Irene sangat luar biasa lembut nya.

__ADS_1


Hingga tanpa sadar kini gaun tidur yang di kenakan istri nya sudah terhempas begitu saja dari tubuh nya.


Kini kedua mata Max semakin tidak karuan lagi saat melihat tubuh istri nya yang hampir naked itu, Hanya tinggal sentuhan terakhir saja maka Irene akan Naked seutuh nya tanpa sehelai benang pun di tubuh nya.


" Sayang, Malu...."


" No !! Jangan malu Darling, Kau seksi Sayang, kau cantik dan menggairahkan. " Tatapan mata Max sudah berubah saat ini.


Dia siap memangsa buruan nya hidup hidup saat ini.


" Ahhh...Sayang...."


" Apa ini enak ?? Kau suka ??" Irene tidak bisa menjawab lagi karena sentuhan nakal yang di lakukan suami nya membuat nya hanya bisa pasrah dalam kuasa suami nya.


" Lalu bagaimana jika aku menjilati nya ?? apa kau juga akan suka ??"


" Aahh...Jangan sayang..."


" Penolakan mu ku anggap sebagai izin dari mu Honey. "


Srek...


" Aahh...Sayang..." Pekik Irene kaget saat mengetahui bahwa suami nya telah merobek kain segitiga milik nya.


" Oops...sorry Honey, Aku akan mengganti nanti. " Max mencium kain segitiga itu dan membuang nya sembarangan arah.


Kini Irene benar benar sudah Naked, Dia berusaha mencari selimut untuk menutupi tubuh full naked nya ,tapi dia tidak bisa menemukan apapun untuk di kenakan nya saat ini.


" Pegang dia Honey, Dia merindukan mu..." Dengan perlahan Max membawa tangan Irene menuju belalai gajah Canada nya hingga membuat nya langsung menggeram nikmat saat tangan mungil Irene mulai memegang benda pusaka tersebut.


" Eeggghh...Gerakan tangan mu Honey, Ohh...Yes...Baby..." Irene mengikuti instruksi dari suami nya hingga membuat Max tidak tahan lalu dia langsung kembali menggulingkan Irene dan membuka kedua kaki nya dan terlihat sudah bolu kukus nan lembut itu di kedua mata liar Max.


" Wow ! So seksi Honey..."


" Sayang...Malu..."


" No Darling, Kita akan bermain malam ini, So enjoy with me tonight Honey..." Tangan Max mulai meraba dan berjalan menyusuri setiap jengkal kulit mulus Irene hingga dia sampai di daerah rawan bencana alam, seperti kebanjiran ( Banjir air kehidupan ).


" Aahh...Max ..Jangan..." Irene mulai terlihat seperti cacing kepanasan saat salah satu jari Max mulai menusuk bolu kukus nya hingga membuat nya semakin mendesahh dan menggeliat tak karuan .


" Max ???!!! Aahh....sayang " Pekik Irene bersanding dengan ******* nya saat kembali merasakan benda kenyal nan basah telah menyentuh nya, Dan kaki ini adalah bolu kuku nya yang sedang di jamah pria bule tersebut.

__ADS_1


" Max...Aahhh...sayang..." Desaah Irene saat Max semakin melebarkan kedua kaki Irene dan semakin gila menikmati bolu kukus nya.


...🤍🤍🤍...


__ADS_2