
Pagi Pagi sekali Max sudah bangun, Tidur nya nyenyak tadi malam Irene menemani nya tidur sampai benar benar tertidur lelap baru dia pergi pulang menemui putra nya.
Dan kini, Dia sudah bangun, Karena ingin menjalankan terapi nya, Dia ingin lebih cepat berjalan lagi.
" Dokter !!! Suster !!!" Max terua berteriak memanggil dokter sepagi ini hanya untuk belajar berjalan lagi agar dia bisa segera pergi dan keluar dari tempat sialan ini.
Bagaimana dia ingin bertemu dengan Maxim, Bahkan dia menolak saat Irene hendak menunjukan wajah putra nya.
Karena alasan nya adalah Max ingin bertemu Maxim saat dia kembali sehat dan bisa berjalan lagi.
Dia benar benar ingin sehat kembali demi Irene dan putra nya.
Demi keluarga kecil nya.
" Cepat lakukan Terapi nya sialan !! aku ingin segera berjalan untuk bertemu dengan istri dan anak ku lagi. " Max langsung membombardir para perawat,suster dan dokter yang datang pagi ini keruangan nya.
" Tapi dokter akan datang jam delapan nanti Tuan. Lagi pula anda harus menjalani beberapa cek kesehatan lagi, sebelum menjalani terapi nya. "
" Shitt !! " Dia baru ingat jika semua memiliki proses nya tersendiri, Dan Max telah salah disini.
Apa yang harus di lakukan nya saat ini selain bersabar.
" Terserah !!" Max kembali merebahkan tubuh besar nya di atas tempat tidur pasien nya karena ini memang masih pagi.
Dia kembali memikirkan saat saat membahagiakan bagi nya, Bagaimana nanti dia bertemu dengan Maxim dan hidup bahagia bersama Irene,.
Max tersenyum sendiri saat mengingat bagaimana tadi dia menyebut Irene dengan kata istri, Mengingat hal itu membuat dada nya berdetak kencang, Gemuruh di dada nya semakin menjadi kala membayangkan mereka hidup bahagia bersama dirumah yang sama.
Bagaimana Irene kembali mengurus diri nya, Menanti nya tidur, Dia juga akan bermain bersama anak nya setiap saat kapan pun dia menginginkan nya.
" Babe.." Senyum dan lamunan Max buyar kala mendengar suara itu.
Suara yang sama sekali tidak ingin di dengar nya lagi, Suara yang menyebabkan kegaduhan dalam hidup nya nanti bersama Irene.
" Pergi !"
" Tapi Babe --"
" Pergi sebelum aku meledakan kepala mu ! Lagi pula apa yang kau harapkan dari pria lumpuh seperti ku hah ? Perusahaan ku akan bangkrut ! Lalu apa yang bisa ku lakukan lagi ?? Tidak akan ada lagi yang percaya pada ku !" Kedua bola mata Angeline membulat sempurna saat mendengar penjelasan dari Max tadi.
__ADS_1
Pria itu lumpuh ? Perusahaan nya juga akan bangkrut ?
Tidak ! Angeline tidak ingin hidup susah, Tidak akan.
" Oh, ya ?? Bagus lah ! Aku jadi tidak perlu bersusah payah lagi memutuskan mu, Dan selamat tinggal. " Senyum Max terukir lagi.
Dasar wanita sialan ! Dia memang lumpuh, Tapi dia tidak akan bangkrut, Karena harta tak bergerak nya masih banyak lagi.
Jadi dia tidak akan bangkrut semudah itu.
Satu larva sudah di basmi nya, Kini tinggal selangkah lagi dia bisa hidup bersama dengan Irene, Tapi bagaimana dengan Jonathan ?
Bukan kah dia kakak nya Irene ? Jika dia menyembunyikan Irene begitu baik, Maka dia juga tidak akan semudah itu memberikan restu pada nya bukan ??
Memikirkan hal itu membuat kepala Max kembali berdenyut, Rasa nya entah lah, Dia juga tidak tau apa yang di rasakan nya saat ini.
Tapi satu yang pasti, Tujuan hidup nya saat ini adalah Irene dan Maxim putra nya.
Ceklek ..
Pintu ruangan nya terbuka dan masuk lah seorang wanita cantik dengan senyuman indah nya yang menyapa pagi hari Max yang indah ini.
Apa itu masakan nya ?? Jika iya Max akan sangat bahagia karena dia sangat merindukan masakan wanita cantik ini.
Melihat Max yang merentangkan kedua tangan nya membuat Irene ikut tersenyum membalas pria itu.
" Aku gak rindukan mu..." Irene hanya tertawa kecil menanggapi celotehan Max pagi ini.
Sejak kapan pria ini menjadi semanis dan seimut anak kucing ini ??
Jika dulu nya Max adalah Singa jantan yang menyeramkan, maka kini dia berubah menjadi anak kucing anggora yang menggemaskan itu.
" Kenapa tertawa ? apa ada yang lucu ??" Max melepaskan pelukan nya pada tubuh Irene.
Dan aroma tubuh wanita ini yang sangat di rindukan nya.
" Tidak ada, Hanya sedikit aneh saja. " Jawab Irene sambil menata sarapan pagi untuk ayah dari putra nya ini.
__ADS_1
Pagi sekali, Irene sudah bangun untuk menyiapkan sarapan untuk pria ini, Entah apa hubungan antara kedua nya, Tapi yang pasti Irene sangat bahagia saat ini.
" Apa itu ??"
" Hanya pancake Susu dengan saus strawberri, Aku menambahkan salad buah untuk kamu, Dan segelas susu rendah kalori. " Max terlihat antusias melihat sarapan pagi yang di bawa Irene.
Terlihat sangat sederhana, Tapi rasa nya tidak kalah dengan makanan di hotel bintang 5 di luar sana.
" Ini enak..." Max menerima suap pertama dari pancake yang di bawa Irene, Rasa nya benar benar sangat enak, Dia bahkan menghabiskan semua nya, Ada sekitar 7 pancake yang di bawa Irene dan itu habis di lahap oleh nya.
Melihat Max begitu antusias memakan makanan sederhana nya membuat Irene terlihat sangat bahagia.
" Ini enak...aku suka ..apa ini juga memakai madu dan keju ??" Dengan malu Irene menganggukkan kepala nya.
Karena ini pertama kali nya Max makan dan memuji masakan nya, Jika dulu Max pasti akan mengkritik nya walau Irene ras situ sudah sangat pas, Tapi tidak akan pas di lidah seorang Max Anderson yang memiliki lidah setajam silet.
" Aku ingin salad buah nya juga, Itu pasti sama enak nya. " Benar benar luar biasa sekali memang.
Ini lah potongan buah yang pas, Potongan buah yang pernah dia selalu menjadi Maslaah dirumah besar nya saat Irene tidak ada di sisi nya dan melayani nya.
Max baru menyadari seberapa berarti nya Irene bagi hidup nya, Dia berjanji pada diri nya mulai saat ini, Dia akan menebus semua kesalahan yang pernah di lakukan nya pada Irene.
Dia akan membahagiakan wanita itu mulai sekarang, Max berjanji untuk itu.
" Aku akan membahagiakan mu dan anak kita mulai detik ini, Aku akan selalu membuat hari hari mu menjadi indah, kita akan hidup bersama selama nafas ku masih berhembus, Aku ingin selalu bersama mu,. " Irene menatap kosong pada Max yang mengatakan hal indah pada nya.
Apa ini arti nya cinta nya terbalas ? Max membalas perasaan cinta nya ??
Benar kah ini ?? Irene tidak sedang dalam mimpi bukan ?? Jika ini mimpi tolong jangan bangunkan dia saat ini, Dia ingin terus menikmati mimpi ini bersama Max.
Apa sebegitu cinta nya kah Irene pada Max ? Hingga dia melupakan begitu saja kesalahan yang pernah di perbuat Max pada nya ?
Karena pada dasar nya cinta itu suci, Sebesar apapun kesalahan nya, Jika yang nama nya cinta, Maka dia akan memaafkan nya karena cinta tersebut.
" Benarkan ini ??" Tanya Irene untuk memastikan nya lagi.
" Benar, Karena aku mencintai mu "
...🤍🤍...
__ADS_1