IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )

IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )
Bahagia


__ADS_3

Max terbangun dengan senyuman yang begitu merekah di wajah nya.


Dia terbangun dengan Irene yang tertidur dengan begitu pulas nya di dalam pelukan hangat Max.


Dada kekar nya menjadi tempat ternyaman bagi wanita berkulit seputih dan sehalus salju itu.


Max mencium kening Irene dan mengusap punggung tellanjang nya dengan kelembutan.


Serr...


Hanya dengan mengusap punggung Irene saja Max bisa berdebar seperti ini, Membuat nya kehilangan akal sehat nya, Tapi dia sadar, jika kembali menghajar Irene pagi ini kasihan istri nya.


Mereka akan terlambat untuk sarapan dan kasihan juga Baby Maxim.


Max sengaja mengeluarkan nya di luar tadi malam karena dia tidak ingin membuat Irene hamil lagi untuk waktu dekat ini karena kasihan dengan Baby Maxim.


Dan itu sudah menjadi keputusan bersama mereka tadi malam sebelum Max mencapai puncak, nya, Dia sudah mengatakan semua nya pada Irene dan istri nya pun mengerti dan menerima keputusan suami nya.


Irene juga sudah mengatakan jika nanti dia akan memakai alat kontrasepsi agar mereka bisa merencanakan lagi kapan mereka akan memiliki anak.


Tapi tidak dalam waktu dekat ini.


" Darling, Bangun sayang..." Max mencoba membangun kan istri nya karena ini memang sudah waktu nya bangun dan sebentar lagi waktu nya sarapan.


" Darling, Irene...bangun honey, Kamu harus memeras ASI mu untuk Baby Max bukan ??" Perlahan Irene membuka mata nya.


Dia menggeliat dalam pelukan hangat suami nya, Tanpa dia tau bahwa itu sangat berbahaya bagi Max saat ini yang bersusah payah menahan hasrat nya agar tidak kembali memangsa tubuh ideal istri nya yang selalu membuat Max ingin terus terusan menyentuh dan menghabiskan waktu bersama.


" Sayang ????"


" Its oke, Aku baik baik saja Darling, Ayo bangun Honey, Mungkin Baby Max sudah bangun saat ini. " Max langsung mengerti dengan raut wajah istri nya yang seperti terkejut karena mengetahui bahwa belalai gajah nya mulai bereaksi lagi.


" Kamu yakin tidak apa apa ?? Kita bisa melakukan nya lagi jika kamu menginginkan nya. "

__ADS_1


" No, Aku bukan tidak menginginkan mu, Bahkan aku ingin terus terusan menyentuh mu dan menikmati sari madu mu, Tapi aku sadar bahwa ada Baby Max yang membutuhkan Mommy nya, Bukan hanya Daddy nya saja. " Irene semakin bangga dan mencintai suami nya yang telah banyak berubah ini.


Max benar benar semakin mengerti diri nya dan mengontrol hasrat nya, Tidak seperti dulu lagi.


" Sudah ayo aku bantu ke kamar mandi. "


" Aahhh...Sayang..." Irene kaget saat Max langsung menggendong tubuh full naked nya yang di hiasi beberapa maha karya cap bibir suami nya.


" Kenapa malu ?? bahkan tadi malam aku sudah menghabisi mu Honey, Bahkan hingga serat terdalam mu. "


" Jangan seperti itu Hubby..." Balas Irene yang merasa malu.


Bagaimana tidak malu jika kedua kaki nya di lebar ka oleh Max dan dengan sentuhan nakal bibir milik nya yang menyapu seluruh permukaan Bolu kukus nya membuat Irene semakin tak karuan.


Apalagi saat lidah nakal suami nya itu yang terus memainkan kacang almond milik Irene yang berada di tengah tengah bulu kukus nya membuat Irene sang pemilik raga terus saja mendesah tak karuan.


Bagaimana tidak mendesahh jika apa yang di lakukan Max tadi malam adalah pertama kali nya bagi Irene, Apalagi Max bermain dengan begitu lembut hingga membawa nya ke langit ketujuh.


Tidak seperti dulu yang menggebu dan penuh hentakan yang membuat Irene menjerit sakit bercampur nikmat, Tapi kini tidak.


Melihat wajah Irene yang bersemu merah dan merona malu membuat Max semakin bahagia dan gemas dengan tingkah manja sang istri.


Inikah yang di namakan cinta ?? kebahagiaan dan ketulusan dalam mencintai ?? Jika iya, Max benar benar merasa sangat bahagia saat ini.


Dia tidak menyangka jika mencintai dan cintai oleh orang yang sama itu akan seindah ini, Maka dia akan dari dulu mencintai Irene.


Namun apa daya nya yang di permainkan oleh sang pencipta nya.


Tolong jangan tanyakan siapa pencipta nya, Max mohon itu, Tolong jangan.


Karena jika sampai sang pencipta nya tau, dan dia kembali dendam pada nya, Bisa bisa dia akan membuat ibu ibu sekompleks NT akan kembali menghujat nya dan membenci nya hingga ke sel DNA .


Maka Max mohon jangan lakukan itu pada nya lagi.

__ADS_1


" Sudah, Mandi lah, Aku akan mandi di ruang bilas Darling, Jangan terlalu lama berendam nya karena Kita harus segera turun untuk sarapan " Irene hanya menganggukkan kepala nya dan Max pun pergi ke ruang bilang untuk mandi disana.


Dia takut jika dia bergabung bersama Irene di dalma bathub itu, Bisa saja dia semakin gila dan tidak bisa menahan gairah nya yang seakan tak pernah padam pada istri nya.


Sementara itu, Irene terus saja melihat bagaimana tubuh kekar yang semalam mengungkung nya dengan penuh hasrat itu tersiram air yang keluar dari shower.


Seakan setiap gerakan gerakan yang di lakukan suami nya itu begitu panas hingga membuat pipi nya semakin merah.


" Sadar Irene, Sadar, Dia suami mu, Hanya kamu yang memiliki nya, jadi jangan takutkan apapun lagi di luar sana. Karena saat ini kamu lah pemilik seluruh hidup nya, Bukan hanya cinta nya saja, Tapi kamu juga telah memiliki segala nya, Segala yang di miliki pria yang menjadi ayah dari putra mu itu, Jadi berjuanglah untuk mempertahan kan apa yang telah menjadi milik mu saat ini dan seterus nya hingga selama nya. " Irene pun memutuskan untuk segera menyelesaikan mandi nya di dalam bathub.


Benar kata suami nya, Dia harus menyusui putra mereka, Karena saat ini dada nya sudah mengeras sempurna karena terlalu lama tidak menyusui putra nya.


Mereka benar benar sudah selesai dengan kegiatan di kamar mandi hingga kini, mereka berdua keluar dari kamar dengan terus bergandengan tangan menuju restoran bawah untuk sarapan.


Dan Disana juga sudah ada Baby Max bersama Mama Cristine dan Papa Nathan nya.


Ya, Karena Nathan yang meminta Baby Max untuk memanggil mereka dengan Mama dan Papa.


" Kenapa lama sekali ?? Kami sudah menunggu disini sejak 15 menit yang lalu " Nathan langsung menyemprot Max dan Irene dengan kata kata kesal nya.


Max tidak menanggapi nya, Dia malah langsung mengambil baby Max dari gendongan Cristine dan bermain bersama nya.


Sementara Irene sibuk dengan kegiatan nya yang menyiapkan sarapan untuk Max dan diri nya juga.


" Kalian ingin liburan kemana ??"


" Tidak perlu repot Kaka ipar ! Kami tidak akan melakukan perjalanan bulan madu, Apalagi sampai menyusahkan orang lain untuk mengurus perusahaan, Jadi Setelah ini kamu akan kembali ke Canada, Lagi pula kami menunda untuk kembali mendapatkan momongan, jadi kami tidak akan merepotkan siapa pun disini !"


Deg !


Jantung Nathan seperti tertusuk pisau belati saat mendengar Kata kata yang keluar dari bibir adik ipar nya itu.


Yang mengatakan tidak ingin merepotkan orang lain, Dia meras tersindir sekali disini.

__ADS_1


...🤍🤍🤍...


__ADS_2