
Hari yang di tunggu tunggu Max akhir nya datang juga, Hari dia akan pulang dan bertemu dengan Maxim putra nya.
Kaki nya masih belum pulih betul, Tapi dia sudah bisa berdiri dnegan kedua kaki nya sendiri dan bisa berjalan selangkah dua langkah.
Tapi dia terus memaksakan diri untuk berlatih demi bisa secepat nya bertemu dengan Maxim dan ini lah akhir nya.
Dia akan bertemu dengan Maxim bersama Irene wanita nya, Ibu dari anak nya dan calon istri nya.
Max duduk di kursi roda dengan Irene yang mendorong nya dari belakang, Sepanjang jalan menuju rumah Irene, Max terus saja gelisah.
Dia gelisah memikirkan bagaimana jika Nathan tidak merestui nya ?
Bagaimana jika dia menolah Max ??
" Kakak baik, Dia tidak akan menyakiti ku dengan memisahkan aku kamu dan Maxim, Dia sudah menunggu ini lama, Dia juga merasa bersalah dengan apa yang telah di lakukan nya. " Max menghirup dalam dalam udara untuk mengisi rongga dada nya DNS membuang nya perlahan.
" Aku siap..." Irene tersenyum pada Max dan kembali mendorong kursi roda pria yang di cintai nya ini memasuki rumah nya, Rumah yang di belikan Nathan untuk nya bersama Maxim.
Dari jarak 10 meter Max dapat melihat seorang pria tinggi 187 cm seperti nya tengah berdiri membelakangi mereka berdua.
Max kembali menghirup udara di sekeliling nya dan menghembuskan nya secara perlahan lagi.
" Kak..." Panggil Irene pada Nathan kakak nya.
Ya, Jonathan langsung berbalik dan menatap pada Irene adik nya dan Max yang terlihat tidak nyaman dengan posisi nya saat ini.
" Bagaimana kabar mu hari ini sayang ??" Dada Max seperti terbakar saat ini.
Bagaimana bisa bersikap sangat romantis dan intim seperti itu di depan nya ?
Dan lagi pula kenapa Nathan harus memanggil Irene dengan kata sayang ?? Itu benar benar membakar kepala nya saat ini.
" Aku baik kak, Bagaimana kabar kakak ??" Irene membalas pertanyaan kakak nya dengan tak kalah lembut nya.
Melihat interaksi kedua nya Max seperti seonggok daging yang tak di anggap disana.
Kenapa Nathan begitu mesra dengan adik nya sendiri ?? Tidak tau kah dia bahwa Max sedang terbakar api cemburu saat ini ??
Jika tidak dalam keadaan seperti ini dan Nathan bukan kakak nya Irene, Sudah bisa di pastikan bahwa Nathan akan musnah saat itu juga karena telah berani memeluk Irene dan memanggil nya dengan kata kata sayang.
Setidak nya patah tulang saja lah, Tapi bagaimana dia bisa melakukan nya ?? Sementara Nathan sendiri adalah kakak nya Irene.
__ADS_1
" Apa kau cemburu ??" Max menatap culas pada Nathan yang terlihat pongah di depan nya setelah kepergian Irene yang kata nya ingin melihat Maxim dan membuat kan minuman untuk mereka bertiga.
" Apa aku harus mengatakan nya lagi ? Aku rasa tidak !" Baik Nathan juga Max kedua nya tidak ada yang mau mengalah disini.
Kedua nya saling menatap sengit dan meremehkan satu sama lain.
Max benar benar tidak suka ini, Apalagi saat Nathan menatap kaki nya saat ini.
" Apa yang kau lihat ??"
" Tidak ada ! Hanya melihat pria sombong kini tengah duduk manis di kursi roda. "
" Aku tidak menyangka jika seorang yang di kenal ramah oleh masyarakat Kota ini ternyata adalah pria yang sombong !"
" Butuh kaca ?? "
" Aku tidak butuh ! Karena bagaimana pun aku tetap lebih tampan dan lebih mempesona dari mu ! itu terbukti dengan adik mu yang mencintai ku. " Nathan menatap tajam pada Max yang terlihat sangat sombong sekali.
" Berarti--"
" Oh tentu tidak ! Aku mencintai adik mu ! Dan adik mu juga mencintai ku ! Jadi kau tidak berhak mengatakan bahwa aku tidak mencintai adik mu !"
" Hahahaha...Benar kah ini seorang Max Anderson yang sombong dan angkuh itu ?? Benarkah aku melihat nya saat ini ??"
Skak !
Nathan terdiam, Dia tidak bisa mengatakan apapun lagi saat ini. Dia kalah dari Max.
Pria itu bisa mematahkan semangat nya secara langsung hingga hati nya berdenyut nyeri.
Perempuan pertama yang di cintai nya adalah Irene, Dan ternyata itu adalah adik kandung nya sendiri.
Bukan kah itu sangat sakit ??
" Sedang apa ?? Terlihat sangat seru. " Irene datang dengan nampan yang berisi Jus Mangga kesukaan nya Max.
Dia bahkan juga menambahkan potongan Mangga nya di piring untuk Kakak nya dan pria yang di cintai nya.
Irene paham betul bahwa Max sangat menyukai yang nama nya buah buahan, Dan bahkan potongan nya pun harus sesuai.
Bagaimana reaksi Irene jika tau Max yang mengidam selama dia mengandung Maxim ? Dan hanya perkara potongan buah saja pun harus sama !
__ADS_1
" Tidak ada ! Kami hanya sedang mengakrabkan diri sebagai ipar, Bukan begitu kakak ipar ??" Nathan ingin muntah saat mendengar Max memanggil nya Kakak ipar.
Apa dia seusia dengan Max ? Atau lebih muda, Terserah lah.
Tapi Nathan tidak suka saat Max memanggil nya kakak ipar seperti itu.
" Oh, Baiklah jika begitu, Maxim sedang tidur, Aku akan memasak makan siang dulu, Jadi ingin makan siang apa ??"
" Mie rebus !"
" Tomyam !" Baik Nathan mau pun Max kedua nya saling memberikan tatapan tajam nya.
Dimana Max meminta mie rebus lengkap buatan Irene seperti yang pernah di makan nya waktu itu, Maka lain lagi dengan Nathan yang meminta Tomyam pada Irene.
" Jadi yang benar apa ??"
" Tomyam !"
" Mie rebus !!" Kembali mereka menjawab keinginan mereka tapi Irene tidak mungkin memasak kedua nya bukan ??
Jadi dia mengambil jalan tengah nya saja dengan membuat sup iga saja, Itu yang lebih praktis dan cepat cara pengerjaan nya.
Sebenar nya juga Tomyam lebih cepat, Tapi jika dia membuat makanan keinginan kakak nya maka Max akan kecewa nanti nya.
Maka Sup iga adalah jalan pintas nya saat ini.
" Bagaimana dengan sup iga ??" Irene mencoba menawarkan jalan lain nya.
Dan terpaksa kedua pria beda ras itu menganggukkan kepala nya.
Irene pergi ke dapur untuk memasak sup iga tadi, Sementara di ruang tengah kembali terjadi perdebatan di antara mereka berdua, Baik Nathan dan Max kedua nya tidak ada yang mau mengalah satu sama lain hingga membuat Max kesal pada nya.
" Aku ingin menikahi Irene secepat nya dan membawa nya tinggal kembali ke Canada !" Nathan meletakan gelas nya yang berisi jus tadi dengan kasar ke meja.
Ini lah yang di takutkan nya, Irene akan di bawa Max lagi, Dan bagaimana jika Irene kembali di siksa ??
" Kau tidak perlu takut, Aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama, Jadi aku tidak akan menyakiti nya lagi. "
" Apa kau bisa di percaya ??" Max menghembuskan nafas nya panjang, Dia juga tidak menyalahkan Nathan yang begitu takut adik nya di sakiti lagi.
Jika Max berada di posisi Nathan, mungkin sudah dia habisi pria yang menyakiti adik nya, Tapi sayang nya Max bukan Nathan, dan Nathan juga bukan Max.
__ADS_1
Jadi kedua nya tidak bisa di samakan.
...🤍🤍🤍...