IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )

IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )
Kembali Lagi


__ADS_3

Setelah mengetahui kabar dimana ayah Gery Max bisa bernafas lega untuk itu.


Tapi, Itu tidak berlangsung lama saat dia kembali mendengar kabar bahwa kondisi ayah Gery tidak baik baik saja saat ini.


Ya, Memang kondisi ayah Gery sudah tidak baik baik saja sejak 2 bulan yang lalu, Dan entah mengapa dia juga bisa melupakan hal itu.


Ayah Gery saat ini tengah di rawat di rumah sakit karena terkena radang paru paru, Dan karena hal ini pula yang membuat nya gelisah dan tidak tenang.


Jika ayah Gery tidak segera sehat pulih, Itu berarti akan semakin lama juga dia bertemu dnegan Irene bukan ??


Kenapa rasa nya Tuhan sangat kejam pada nya ??


" Aaahhhkkk !!!"


Pyar !


Ponsel yang berada di tangan nya pun langsung menghantam cermin di depan nya hingga hancur berserakan di lantai kamar nya.


Nafas nya memburu, Raut wajah nya berubah menyeramkan saat ini.


" Kenapa Tuhan ?? Kenapa?? Kenapa sesulit ini hanya untuk berubah menjadi manusia yang lebih baik lagi ?? Kenapa Tuhan ?? Kenapa ???" Tubuh nya merosot begitu saja di lantai.


Max menjambak rambut nya frustasi, Dia hanya ingin hidup bahagia bersama Irene dan anak nya, Lalu kenapa sesulit ini ??


Apa sebegitu berdosa nya kah dia pada Tuhan ? Hingga Tuhan tidak bersedia memberi nya kebahagiaan ?


Jika pun Tuhan telah memberikan nya ke bahagian, Itu hanya sesaat saja, dan Tuhan kembali mengambil nya.


" Dad, I Miss you..." Air mata nya mengalir begitu saja.


Dia kembali mengingat bagaimana dulu Daddy nya lah yang selalu menemani hari hari nya.


Sementara sang ibu ? Ibu nya selalu saja sibuk dengan teman teman nya dan menghamburkan uang tanpa perduli dengan keadaan perusahaan yang mulai goyang Dan Collapse , Begitu juga dengan keadaan ayah nya yang drop dirumah sakit.


Dan yang lebih parah nya lagi, Ibu nya malah sibuk dan asyik dengan dunia nya sendiri. Berselingkuh dengan pria yang lebih muda dari Daddy nya, Lebih parah nya lagi pria selingkuhan ibu nya itu seusia nya.


Lihat, Betapa menjijikan nya ibu mu Max ?? Dia tidak menyayangi mu saat itu dan hanya membutuhkan harta dan kemewahan, Bahkan hingga saat ini pun sama.


Dia akan datang pada mu saat dia membutuhkan uang mu, Lalu berlagak seperti sosok ibu yang sangat mencintai anak nya.


Menjijikan ! Max benar benar Jijik dengan semua itu, Sangat menjijikan !


" Daddy..." Akhir nya Max meringkuk di atas tempat tidur nya berharap Daddy nya datang untuk memberi nya kekuatan.


Agar dia kembali kuat untuk menjalani semua ini, Semua masalah ini.


Lain Max, Lain pula Irene saat ini.

__ADS_1


Dia juga tidak bisa tidur, Pikiran nya tertuju pada pria yang telah meporak porandakan hati dan perasaan nya.


Mencoba menurunkan ego nya, Irene pun menghubungi nomor ponsel Max tapi tidak aktiv.


Apa pria itu marah pada nya ? Karena tadi dia telah menampar nya ??


Atau ?? Tidak ! Irene tidak ingin memikirkan hal buruk apapun yang bisa mempengaruhi produksi ASI nya untuk Baby Max.


Irene tidak ingin itu terjadi. Maka lebih baik dia mencoba tidur untuk mengistirahatkan hati dan pikiran nya.


Dan besok dia akan pergi ke hotel tempat kekasih nya itu menginap.


...🤍🤍...


Pagi telah datang, Irene pun sudah bersiap untuk pergi ke hotel tempat Max menginap setelah dia selesai mengurus Baby Maxim pagi ini.


Kini Irene bersiap untuk pergi dan membawakan mie isi lengkap kesukaan nya Max.


" Mau kemana Nia ??" Tanya Nathan saat melihat adik nya sudah rapi sepagi ini.


Mendengar suara kakak nya, Akhir nya Irene menghentikan langkah nya.


" Mau ke hotel kak, Mengantarkan sarapan untuk Max. " Jawab nya dengan menunduk karena dia juga sedikit takut dengan kakak nya.


Karena dia ke hotel, Pasti kakak nya takut dia dan Max akan melakukan hak tidak senonoh lagi mungkin.


Dia pun berpamitan pada Nathan dan langsung pergi menuju hotel.


Sepanjang perjalanan menuju hotel tempat Max menginap, Irene terus saja memikirkan pria itu.


Bahkan hingga detik ini juga, Nomor ponsel nya belum juga aktiv, Hingga membuat nya semakin khawatir dan takut.


Takut terjadi hal buruk lagi pada Max, Seperti waktu pria itu kecelakaan beberapa waktu lalu.


Irene tidak ingin itu terjadi lagi, Dia hanya bisa meminta pada Tuhan untuk mempermudah jalan nya bersama Max .


Beruntung Irene memiliki card akses kamar milik Max sehingga mempermudah nya untuk masuk ke kamar pria itu.


Ceklek..


Pintu kamar Max terbuka, Lampu Masih menyala bahkan tirai nya pun masih tertutup semua.


" Sayang..." Panggil nya dengan lembut.


Tapi tidak ada jawaban apapun hingga saat dia melihat pecahan kaca di lantai begitu juga dengan ponsel milik kekasih nya.


Inikah penyebab ponsel nya tidak aktiv, Sampai dia melihat bahwa pria itu masih berada di tempat tidur nya.

__ADS_1


Perlahan tapi pasti irene menuju tempat tidur pria nya.


" Sayang...Kamu panas ???" Irene langsung kaget saat merasakan kening Max yang memang panas.


" Max, Sayang...Ayo bangun..."


" Eeggghh..." Terlihat ada pergerakan dari Max yang membuat Irene langsung tersenyum untuk nya.


Sementara Max, Dia berpikir bahwa saat ini dia tengah bermimpi, Maka dia langsung memeluk dan membalas senyuman Irene.


Dari dia masih berpikir bahwa dia mimpi saat ini.


" Bagun dulu, Badan kamu panas ini. "


Deg !


Jantung Max berdetak kencang saat mendengar suara Irene dan apa ini masih mimpi ??


" Sayang..." Irene mengangguk.


Dan Max pun langsung kembali memeluk tubuh nya, Dia menenggelamkan wajah nya di perut Irene dan menghirup dalam dalam aroma tubuh kekasih nya ini.


" Maaf kan aku, Aku bersumpah tidak melakukan apapun pada ayah kamu, Beliau saat ini tengah di rawat di rumah sakit karena radang paru yang di derita nya. Aku tidak tau dan benar benar Tidak tau jika ayah kamu terkena penyakit itu. " Irene hanya bisa menghembuskan nafas nya berat.


Dia ingin marah tapi untuk apa ?? pikir nya lagi.


" Aku memaafkan mu, Lagi pula penyakit radang paru ayah itu sudah sangat lama, Jadi ayo bangun dan sarapan dulu. "


" Nooo...."


" Makan, Atau aku akan pulang..."


" Iya..." Max langsung bangkit dan duduk di samping Irene.


" Dimana air putih ?? Kenapa hotel ini tidak memiliki apapun di dalam nya ??"


" Aku tidak tau sayang..." Irene pun langsung menghubungi pihak restoran untuk mengirimkan teh melati untuk Max dan air hangat bersama nya juga.


Melihat apa yang di siapkan Irene membuat Max langsung seperti orang sehat saat ini.


" Kau memasak ini Sayang ??"


" Iya, Aku tau kamu menyukai Mie buatan ku bukan ??"


" Sangat !" Jawab Max dengan cepat karena dia memang sangat menyukai masakan apapun yang di buat oleh tangan wanita cantik di samping nya ini.


...🤍🤍🤍...

__ADS_1


__ADS_2