
" Sayang..." Panggil Irene pada suaminya yang baru terus saja diam sejak pulang dari rumah sakit.
Bahkan suaminya itu tidak kembali ke pemakaman ibunya.
" Ya, Ada apa sayang ?? " Tanya Max yang mencoba seperti biasanya, Tapi ini Irene, Wanita yang sangat peka dan berhati seperti malaikat.
Maka dia tau apa yang di rasakan suaminya.
" Ayo ikut, Kita pergi keluar. " Irene manarik tangan suaminya.
Max terpaksa mengikuti Irene yang menarik tangannya.
Bahkan Irene juga yang membawa mobil mereka.
Irene memang sudah mahir membawa mobil karena Max yang mengajarkannya, Tapi Max tidak membiarkan Irene menyetir.
Tapi kali ini, Max tidak bisa melakukan apapun, Dia membiarkan istrinya yang menyetir mobil mereka.
" Kita mau kemana sayang ??" Tanya Max yang merasa heran karena Irene membawanya ke jalan menuju rumah lamanya.
" Apa ini jalan yang benar ?? aku hanya mengikuti Maps saja, tidak terlalu paham di jalannya. "
" Kita mau kemana ?? Apa yang ingin kamu lakukan sayang ? " Irene hanya tersenyum pada suaminya dan kembali fokus pada jalanan yang mereka lalui.
" Sayang, Kita mau kemana ?? Jangan bertindak di luar batas Irene, Jangan membuat ku marah pada mu hanya karena hal kecil. " Max tau apa yang ingin di lakukan istrinya.
__ADS_1
Apalagi jalanan ini, Max benar benar paham dengan semua itu.
" Irene..."
" Kita sampai..." Serunya dengan riang gembira, Irene benar benar membawa Max ke rumah lamanya.
Lebih tepatnya rumah yang di tempati ibunya.
" Ayo turun sayang. "
" Tidak ! Ayo kita pulang sekarang !" Max langsung melotot.
Dia menatap Irene yang tiba tiba berlutut di hadapannya.
" Bangun sayang, Jangan lakukan ini padaku. Aku bukan Tuhan yang harus kamu sembah. " Max tidak bisa melihat Irene seperti ini, Dia paling tidak bisa membuat harga diri istrinya rendah dan jatuh.
" Kenapa selalu membuat ku menjadi pria yang buruk ?? Kamu berlutut di hadapan ku seperti ini, Hanya karen agar aku pergi ke makam ibu ku iya ?? Kau bahkan mengabaikan perkataan ku demi ini ??" Irene mengangguk.
Karena memang ini yang di inginkan nya.
" Kamu tahu bahwa Tuhan maha pemaaf bukan ??" Max terdiam.
Dia tau kemana arah pembicaraan mereka kali ini.
" Dan aku ingin kamu juga bisa memaafkan kesalahan ibu, Walau aku tau luka mu juga masih ada dan akan kembali terbuka setiap kali mengingat ibu bukan ??" Max menatap wajah istrinya.
__ADS_1
Dia tidak tau harus melakukan apa saat ini, Dia bingung.
" Datangi ibu, Dan katakan maaf mu pada ibu, Aku akan menunggu disini, Lagi pula ada yang ingin di sampaikan Boy ke kamu, "
" Temani aku. " Pinta max pada akhirnya.
Tapi Irene menolak, Karena dia ingin membiarkan suaminya untuk memiliki ruang tersendiri bagi ibunya, Dan menjelaskan semua keluh kesahnya.
" Aku tau ada banyak hal yang harus kamu selesaikan dengan ibu, Jadi pergi lah. " Irene mendorong tubuh suaminya dengan lembut.
Karena paksaan dan dorongan dari istrinya, Max pun akhirnya pergi ke halaman samping, Tempat dimana ibunya di makamkan.
Kini sudah terlihat oleh Max gundukan tanah bertuliskan nama ibunya.
Cukup lama di pandangi Max makan ibunya, Dimana tadi malam juga lah jasad ibunya di makamkan saat itu juga dan itu atas perintah dari Max pula.
" Aku membenci mu ibu, Tapi kenapa hati ku selalu bergetar setiap kali melihat mu ?? Mata mu, Kau adalah pemilik bola mata indah, Tapi kenapa tidak memberikan ku keindahan dunia itu ??"
" Kenapa tidak bisa memberikan ku cinta seperti yang di berikan orang tua lainnya ?? Bahkan istri ku bisa melakukan itu semua untuk ku, Tapi kau ?? Kau bahkan tidak bisa memberikan ku sedikit kehangatan, Kau benar benar tidak melakukan apapun untuk ku selain mengandung dan melahirkan ku, Ke apa ibu ?? Kenapa ???"
" Kenapa tidak bisa memberikan ku sedikit perhatian saja ?? Aku membutuhkan itu semua ibu, Aku membutuhkan semua itu. " Tangis Max mulai pecah' di depan makan tersebut.
Dan melihat suaminya yang seperti itu membuat hati Irene merasakan sakitnya.
Sakit yang di rasakan Max .
__ADS_1
...🤍🤍🤍...