
Setelah acara sarapan pagi dan makan siang bersama akhirnya Max dan Irene memutuskan untuk kembali ke negara Kanada.
Negara tempat di mana usaha mereka berkembang dan tempat tinggal mereka.
Di sana nanti Irene akan memulai hidupnya bersama Max bersama baby-nya.
Maxim ! Batin itu lah yang akan meramaikan hari-hari mereka.
Hanya itu lah yang ada di pikiran Irene saat ini.
Max juga mengatakan bahwa ayahnya sudah sehat dan sudah menunggu mereka di rumahnya rumah di mana tempat pernah menjadi menjadi saksi Bagaimana tersiksanya Irene karena kelakuan buruk nya.
Sebenar nya bisa saja Max membangun istana mereka yang baru tapi Irene mengatakan tidak !
Dia menyukai tempat itu maka jadilah mereka akan tinggal disana.
Satu yang diminta oleh Irene, dia hanya meminta taman itu dipenuhi bunga bunga-bunga indah berbagai macam bunga karena dia sangat menyukai bunga terutama bunga lili hanya permintaan sederhana seperti itu maka masih akan menyanggupinya.
" Kamu yakin benar-benar yakin sudah siap untuk kita tinggal di sana Darling ??"
" Ya Aku siap tinggal di sana Aku siap memulai hari bersama kamu bersama anak-anak kita nantinya " Max diam cukup lama mendengar jawaban istrinya yang begitu lugas dan tegas.
Jika sudah begini dia bisa apa dia tidak bisa melakukan apapun lagi selain menuruti kata Irene.
Karena saat ini Irene lah sumber kebahagiaannya dan baby Max.
Setelah melepas pelukan bersama kakaknya dan kakak ipar nya, Irene dan Max langsung masuk ke dalam pesawat pribadi milik suami nya yang sudah sering di naiki nya dulu bersama suami nya saat mereka masih bekerja.
" Kamu yakin tidak ingin pergi berbulan madu sayang ?" Tanya Max sekali lagi pada istri nya.
Karena bagaimana pun dia ingin membahagiakan istri nya.
Lalu Irene menatap suaminya dan menggelengkan kepalanya dia menjawab " Aku tidak ingin pergi berlibur kemanapun karena aku hanya ingin hidup bersamamu dan bersama anak kita tolong jangan pernah pulang malam karena aku dan Baby Max menunggumu di rumah kita. "
__ADS_1
" Hanya permintaan sederhana seperti itu Honey ??" Tanya Max pada istri nya.
" Aku tidak pernah memimpikan hidup kaya atau hidup bergelimang harta semenjak kejadian itu !. Aku hanya ingin hidup sederhana bersama suamiku, Menikmati hari-hariku dan anak-anakku. Aku tidak ingin apapun di dunia ini selain kebahagiaan kamu dan anak-anak kita. "
" Tidurlah perjalanan masih panjang aku tidak ingin kamu lelah nantinya. Aku akan membangunkan mu jika kita sudah sampai. "
" Ya, Kamu juga harus istirahat Aku tahu kamu lelah. " Max tersenyum menanggapi ucapan dari istrinya yang juga mengkhawatirkan dirinya.
Inilah yang diinginkan Max. Perhatian kecil dari Irene yang mampu membuatnya bahagia, Bahkan teramat bahagia dengan pernikahan mereka ini.
Cinta yang dimiliki Irene begitu tulus, begitu lembut dan begitu indah untuknya.
Setelah menempuh perjalanan panjang akhirnya Irene dan Max, Akhir nya mereka sampai di Kanada, Tanah dimana awal mula pertemuan mereka.
Saat kembali menginjakkan kakinya di tanah ini, Irene sedikit terganggu, Dia kembali teringat dengan masa lalunya.
Bagaimana Max menyiksanya, Tapi dia harus mengubur semua kenangan pahit itu bukan ?
Bukankah dia sudah mengatakan pada Max bahwa masa lalu Bukan Untuk dikenang ?
Maka dari itu dia harus bisa menempatkan dirinya di mana pun bersama suaminya.
" Welcome home baby Maxim and My Lovely, " Seru Max pada istri nya.
" Selamat datang kembali di rumah kita Sayang, Aku berharap kamu dan anak-anak kita akan betah di sini. " Walau berat Max tetap mengatakan nya pada Irene.
" Aku berharap baby Maxim menyukaimu Dan tolong bangunkan dia setiap 2 jam sekali untuk meminum ASI ku. " Irene langsung memberikan Baby Max pada Laura karena dia tau arti tatapan kagum para pelayan pada putra nah, Tapi mereka takut pada suami nya itu.
" Ya Nyonya aku akan menjaga baby Max sebisaku dan semampuku " Ucap Laura dengan perasaan bahagia nya, karena Irene memilih diri nya untuk menajdi pengasuh Bayi tampan itu.
" Ah terima kasih " Ucap Irene pada mereka semua.
Bahkan saking senangnya dia sampai memeluk para pelayan itu, Sementara para pelayan itu diam mamaku saat Irene memeluk mereka.
__ADS_1
Mereka bingung apa yang harus mereka lakukan saat ini ?
Harus kah mereka membalas pelukan Nyonya mereka ini atau mengabaikannya ?
Jika mereka memeluk Irene, apa Tuan mereka akan membiarkan nya ? Tapi jika mereka tidak memeluk Irene mereka juga akan serba salah.
Melihat tatapan mata dari Tuan mereka, akhirnya mereka berani memeluk dan Membalas pelukan Nyonya baru mereka.
" Mulai saat ini patuhilah Irene ! Karena dia istriku. Saat ini dia Nyonya kalian semua. Apapun yang dikatakannya itulah perintah dan aku tidak ingin mendengar bantahan apapun dari kalian semua ! Mengerti ??" Ucapnya dengan tegas.
Dengan segera para pelayan itu mengangguk mengerti dan menjawab pertanyaan dari Tuan mereka.
" Ayo honey Kita istirahat, Lagi pula ini sudah malam, Besok kita akan bertemu ayah kamu, dan kita yang akan menjemput nya ke rumah sakit. " Irene pun akhirnya mengikuti suaminya menuju kamar mereka.
Kamar yang pernah menjadi tempat paling mengerikan baginya tapi tempat itu juga yang menjadi tempat terindah baginya karena dulu saat Max belum mengerti apa artinya cinta Irene lah yang memberikan cinta itu padanya.
Karena setiap malam selepas Mereka bercinta dan Max tidur pulas setelah nya, Saat itu lah Irene berani mencium kening pria nya, dan mengusap rahang tegas itu.
" Aku berharap kau bertahan di sini dan tidak mengingat masa lalu buruk itu. " Tutur Max kepada istrinya.
" Ku mohon jangan lagi mengingatkanku tentang masa lalu itu. Bukankah sudah ku katakan bahwa masa lalu itu Bukan Untuk dikenang tapi untuk menjadi tolak ukur bagi kehidupan kita kedepannya ? " Max Mengangguk.
" Jadi aku mohon jangan mengingat apapun lagi tentang masa lalu kita. Aku berharap semoga kita bisa hidup lebih baik dari yang lalu. "
" Terima kasih Sayang, Terima kasih telah memaafkan ku, Terima kasih karena kembali hadir dalam hidupku, Terima kasih atas cinta yang telah kau berikan untukku. Aku tidak bisa mengatakan apapun lagi selain kata terima kasih. Bahkan jika seluruh hartaku dan semua yang kumiliki ini bisa ditukarkan mungkin semua ini tidak akan cukup dengan pengorbanan mu selama ini. "
" Sssttt..." Irene meletakkan jari telunjuknya di bibir Max dan menghentikan ucapan suami nya.
" Sudah, Ini sudah malam ayo berganti pakaian, atau mau makan sesuatu ? Apa mau aku masakan mie ??" Irene mencoba menawarkan sesuatu pada suami nya.
Tapi dengan segera Max menggelengkan kepalanya. Dia juga tahu bahwa istrinya itu lelah.
" Tidak perlu Honey. Besok saja kamu juga lelah bukan ??" Irene pun tersenyum menanggapi suami nya.
__ADS_1
Akhirnya mereka memutuskan untuk berganti pakaian dan melanjutkan tidur mereka karena hari sudah malam.
...🤍🤍🤍...