
Setelah melewati masa pemulihan nya selama 40 hari, akhir nya Irene benar benar sudah siap untuk menghadapi kenyataan.
Kenyataan yang entah apa nanti nya, dia harus siap bertemu apapun itu di dunia luar nanti nya.
Satu yang harus di hindari oleh nya, dia tidak akan mengatakan apapun tentang Maxim pada siapa pun demi kebaikan nya, kebaikan anak nya yang sangat di cintai oleh nya
Apa pun akan Irene lakukan demi Maxim putra nya, karena Maxim lah tujuan utama hidup nya saat ini, Maxim lah yang menjadi penyemangat hidup nya sekarang.
Setelah menyelesaikan semua kebutuhan putra nya dan memberikan ASI di pagi hari, Irene pun langsung bergegas ke kantor baru nya, Sebuah perusahaan Entertainment yang telah di serah kan Nathan pada nya.
" Kau siap Nia ??" Tanya Nathan saat masuk ke kamar adik nya.
Ya, Irene sudah memutuskan untuk menggunakan nama nya kembali mulai saat ini.
Joanathania Rhys Broiler, Orang orang akan mengenal nya sebagai Thania, Atau Nona Nia.
Irene ? Kenapa tiba tiba dia ingin menggunakan nama asli nya ?
Maka jawaban nya adalah dia tidak ingin bertemu Max, Dia berpikir Jika dia menggunakan Nama asli nya Max tidak akan mengejar nya lagi.
Walau di dalam rumah dia masih menginginkan nama Irene, karena dia menyukai nama itu.
Nama yang telah menyelamatkan nya dari kekejaman orang orang di masa lalu nya, Tapi tanpa dia sadari, bahwa nama Irene itu juga yang membawa nya pada lubang hitam, Perundungan dan bullying yang di terima nya.
Apalagi Irene yang menjadi wanita pemuas Presdir nya sendiri yang gak lain tak bukan adalah Max, Max Anderson yang menjadi ayah dari putra nya Maxim.
Irene ingin menjadi wanita kuat, wanita hebat dan mommy hebat untuk putra nya, Hanya Maxim lah tujuan hidup nya saat ini.
Menikah ? Irene tidak memikirkan nya lagi saat ini, Biarlah dia hidup berdua dengan anak nya saja, Tanpa suami di samping nya.
Lagi pula apa yang di harap kan dari seorang suami ?? Siapa yang akan menjadi suami nya ?
Max ? Manusia berhati batu dan tak tau malu itu ?
Dulu dia mengatakan tidak ingin menikah karena dia membenci semua wanita, Lalu apa ini ?? Dia ingin menikahi wanita lain ?
__ADS_1
Apa sebegitu tidak pantas nya kah Irene untuk nya ? Apa tidak adakah sedikit saja rasa yang tertinggal untuk nya ? Walau hanya rasa kasihan sebagai sesama umat manusia ?
Tidak ada kah ??
" Aku siap kak ! Aku siap untuk hal apapun itu. " Antara sedih, Bahagia dan kasihan, Nathan menatap adik semata wayang nya yang mencoba tegas menghadapi dunia ini.
Dunia yang penuh dengan tipu daya.
" Mobil kamu sudah menunggu di depan sayang, Kalau begitu kakak pergi dulu, Jaga diri kamu dan hubungi kakak segera jika merasa ada sesuatu yang janggal. " Irene tersenyum setelah kakak nya mengusap kepala nya dengan sayang.
Setidak nya Irene merasa terlindungi dengan ada nya Nathan dalam hidup nya, Kakak yang melindungi nya selama ini, Kakak yang selalu ada di samping nya selama masa masa sulit nya.
" Mommy berangkat dulu sayang, Mommy mencintai mu Max, Jangan nakal dirumah bersama Nanny Maria sayang. "
" See you Mommy..." Maria, Wanita yang menjadi suster untuk Maxim menjawab ucapan Irene dengan suara seperti anak anak yang di buat nya sendiri.
Irene tersenyum untuk itu dan menguatkan hati nya untuk memulai hari pertama nya ini.
Di hirup nya dalam dalam udara pagi di kota Paris ini, Dan berharap hari nya berjalan sesuai yang di inginkan nya
...🤍🤍...
Berharap dia bisa melupakan segala sakit di hati nya, Sakit setiap kali dia mengingat Sebuah nama, Irene !
Wanita yang telah meruntuhkan segala nya, Segala tentang diri nya hingga tak bersisa lagi.
Max ingin membenci wanita itu, Tapi kenapa setiap kali dia mengatakan membenci Irene dada nya selalu sesak !
Sakit dan nyeri bersamaan, Lalu mimpi nya beberapa hari yang lalu tentang seorang bayi mungil berambut pirang seperti nya, Tengah mengulurkan tangan pada nya.
Meminta gendong dan menangis, Bayi siapa itu ??
Kenapa dia menangis ?? Menangis melihat Max ? Tapi apa perduli nya ? Itu bukan anak nya, Untuk apa dia mengasihi nya ?!
Lagi pula dia tidak memiliki anak, Tapi kenapa wajah anak itu sangat mirip dengan nya ??
__ADS_1
Jika itu anak nya, Siapa ku ibu nya ?? Apa kah itu anak nya bersama Irene ??
Jadi apa benar bahwa Irene pergi saat mengandung anak nya ?
" Max putra ku, Max Maafkan Daddy sayang...Maafkan Daddy...Hahahaha..." Begini lah dia setiap hari nya.
Selalu mabuk dan meracau semau nya, Memanggil nama Irene dan memaki nya bersamaan.
" Hati ku sakit Irene ! Hati ku sakit !! Kau yang membuat nya sakit !! Kau membuat nya terluka Irene !! Kau yang membuat nya semakin sakit !! Luka lama di hati ku tidak akan pernah sembuh, Dan selamat ! Selamat atas kau yang semakin menambah luka nya ! Kau menambahkan garam di atas luka ku Irene !! Kau melakukan nya !!!"
Pyar !!
Gelas sloki di tangan nya yang berisikan minuman beralkohol itu di lemparkan nya ke dinding hingga pecah berceceran di lantai.
" Aku membenci mu Irene, Aku membenci mu, Aku membenci mu !!!" Teriak nya lagi seperti orang yang sudah gila !
Sudah 3 Minggu berlalu sejak berita yang di dapatkan nya, Bahwa pesawat pribadi Nathan sampai di Paris, Tapi hingga saat ini, Dia bum menemukan titik terang dimana keberadaan wanita itu.
Wanita yang telah meninggalkan luka di hati nya,.
Luka hati ? Tidak kah kau sadar Max ? Bahwa kau yang meninggalkan luka yang begitu besar dan dalam nya di hati Irene !
Kau bukan hanya menyakiti fisik nya, Kau juga menyakiti hati nya, Menganggap nya wanita Jallang yang bisa kapan saja kau pakai dan kau nikmati sesuka mu, Tanpa memikirkan perasaan nya !
" Kau jahat Irene ! Kau jahat !! Aku membenci mu ! Aku sangat membenci mu..." Kembali teriakan teriakan kebencian keluar dari mulut Max yang terlihat sangat berantakan.
" Dimana kau Irene, Dimana kau ?? Apa kau tau hati ku sakit ?? Apa kau tidak merasakan nya ?? Hati ku sakit Irene, Hati ku sakit ! Dan kau penyebab nya !! Kau penyebab nya Irene !!!" Hening, Cukup lama tidak lagi terdengar suara suara teriakan dan jeritan dari bibir tebal nya.
Dan ternyata dia tertidur di atas sofa nya dalam posisi duduk.
Dia lelah dengan semua ini, Semua beban hidup nya sejak kepergian Irene, Tanpa di sadari oleh nya.
Max mengatakan hal yang tidak akan mungkin di katakan nya dalam keadaan sadar.
" Aku merindukan mu Irene, Aku merindukan mu, Maafkan aku..." Lirih nya dengan air mata yang mengalir dari kedua sudut mata nya.
__ADS_1
" Aku mencintai mu Irene, Pulang lah..."
...⭐⭐⭐...