
Sungguh ini sangat menyebalkan bagi Max.
Karena apa ? Karena hari ini mereka melakukan fitting baju pengantin.
Kenapa Max bisa kesal ? Jelas dia kesal karena ini bukan pernikahan nya, Melainkan pernikahan pria yang paling tidak ingin dia ajak nya bekerja sama.
Bagaimana tidak kesal jika dia juga ikut sibuk mempersiapkan pernikahan pria itu, yang justru terus sama mengajak nya untuk berdebat panjang.
" Sayang, Kenapa kesal ??"
" Aku tidak kesal, Hanya saja Bosan. " Ya, Max memang bosan.
Tapi bagaimana pun itu, Irene harus ikut serta dalam persiapan pernikahan kakak nya bukan ?
Karena Nathan lah satu satu nya keluarga Irene saat ini selain ayah Gery.
Tapi, Bicara tentang ayah Gery, Dimana ayah Gery ?? Bukan kah Nathan bilang bahwa ayah Gery bersama Max ??
Ya, Memang iya, Karena setelah Irene di bawa oleh Max Irene meninggalkan ayah Gery begitu saja demi bisa melakukan operasi untuk ayah Gery yang biaya tidak murah.
Lalu saat dia di bawa Nathan juga, dia tidak mengetahui dimana ayah Gery, yang kata nya Max yang menyekap nya.
" Oh iya, Dimana ayah Gery ? "
Deg !
Ayah Gery ?? Irene bertanya tentang ayah Gery ?
Memang Max yang menyekap ayah Gery saat kehilangan Irene, Tapi dia tidak tau lagi bagaimana kabar nya karena mengalami ngidam parah waktu itu bukan ??
Dimana ayah Gery pun dia lupa.
" Sayang, Dimana ayah Gery ?? aku merindukan nya ." Mati lah kau Max.
Dimana kau menyekap nya waktu itu, Dimana ??
Coba ingat lagi dimana kau menyekap nya, Jika kau tidak mengingat nya maka tamat lah riwayat mu saat ini.
" Maaf Honey, Aku tidak tau dimana ayah Gery..."
" Tidak tau ?? Bukan kah kata kak Nathan kamu yang menyekap ayah ?? Lalu dimana ayah sekarang ??" Max tidak bisa melakukan apapun saat ini karena memang dia tidak mengingat dimana dia menyekap pria tua itu.
__ADS_1
" Maaf Honey, Aku---"
Plak !
Sebuah tamparan mendarat di rahang tegas Max, Tamparan dari tangan mungil yang lembut itu.
Bukan sakit, Karena rasa nya tidak sakit sama sekali.
Tapi yang membuat Max sakit adalah saat melihat wajah wanita nya yang mulai sendu dan meneteskan air mata nya.
Apalagi tangan yang di gunakan nya tadi untuk memukul ke wajah nya kini juga bergetar.
Demi Tuhan sakit sekali hati Max melihat tubuh Irene bergetar seperti itu, Dan dia lah penyebab kesakitan nya.
" Honey, Maafkan aku---"
" Cukup ! Jangan mendekat. "
" Demi Tuhan aku benar benar lupa sayang, Aku tidak mengingat dimana aku membawa ayah Gery, A-aku akan menghubungi anak buah ku untuk mengetahui keadaan ayah Gery ya, Oke..."
" Jangan menyentuh ku, "
Dia memang bersalah, Dia akui itu dan dia meminta maaf untuk hal itu, Tapi dia tidak menyiksa nya sama sekali tidak sekali pun.
" Demi Tuhan sayang, demi nyawa ku sendiri, Aku tidak melakukan hal apapun pada ayah kamu, Aku bersumpah demi nyawa ku sendiri. "
" Kamu memang tidak melakukan apapun pada ayah, Tapi anak buah kamu ?? Bagaimana jika mereka menyiksa ayah ??" Ini juga yang di takutkan Max.
Bahwa anak buah nya menyiksa ayah Gery yang memang Max lah yang menyekap nya untuk menjadi tawanan agar mengetahui dimana Irene berada.
Tapi dia salah, Dia tidak mendapatkan kabat apapun dan semakin parah keadaan nya waktu itu.
Saat saat dimana dia tidak bisa melakukan hal apapun karena ngidam yang di rasakan nya.
" Honey, Sayang jangan menangis, Maafkan aku...tolong maafkan aku. " Max benar benar tidak bisa melihat mata gelap milik Irene yang menangis seperti itu.
Apalagi dia lah penyebab dasar atas air mata yang di keluarkan Irene.
" Sayang...Jangan menangis lagi..." Max tetap melakukan nya walau tangan nya beberapa kali di tepis oleh Irene yang tidak ingin di sentuh nya.
Kini, fitting baju pengantin dan para pendamping nya pun gagal karena masalah ayah Gery yang menjadi tawanan Max.
__ADS_1
Dan yang membuat nya semakin rumit adalah dimana Max menyekap ayah Gery dan bagaimana keadaan nya.
" Sayang tunggu..."
" Jangan hubungi aku sebelum aku melihat bagaimana keadaan ayah ku !" Irene langsung meninggalkan Max begitu saja dan memasuki mobil nya dan membawa Maxim bersama nya yang tadi nya menang tertidur di dalam stroller baby nya.
Max tidak bisa melakukan apapun saat ini selain pasrah dan mencoba menghubungi semua anak buah nya untuk mengetahui dimana dan bagaimana keadaaan ayah angkat Irene itu.
Jika tidak, Semua akan berantakan jadi nya.
" Aaahhhkkk !!! Kenapa kau bodoh Max ?? Kenapa kau tidak mengingat dimana kau menyekap ayah Irene ?? Kenapa Max ??? kenapa ?? aaahhkkkk !!!" Max menghantam tangan nya ke dinding hingga terluka dan berdarah.
Namun itu tidak berarti apapun bagi nya karena memang dia tidak merasakan sakit nya selain rasa sakit saat melihat Irene menangis tadi.
Dengan segera dia mengambil ponsel nya dan menghubungi anak buah nya.
" Cari dimana aku menyekap Gery ayah nya Irene ! Dan pastikan keadaan nya baik baik saja ! Jika sampai dia terluka maka kalian semua akan ku habisi !!" Max langsung memastikan sambungan telepon nya.
Dia tidak bisa melakukan hak apapun saat ini selain mengandalkan anak buah nya untuk mengetahui dimana dan bagaimana keadaan ayah Gery.
Sepanjang perjalanan menuju rumah nya, Irene terus saja menjatuhkan air mata nya karena mengingat bagaimana perjuangan ayah Gery untuk nya.
Lalu saat dia bertanya dimana ayah Gery, Calon suami nya itu tidak mengetahui nya sama sekali padahal memang dia lah yang melakukan nya.
Max lah yang menyekap ayah Gery kan ??
" Ayah..." Tangis Irene dengan pilu.
Dia mengingat juga bagaimana sulit nya hidup mereka saat di Korea dulu, Di hina dan di rendahkan hingga serendah rendah nya dan berakhir dengan penjebakan malam itu yang membuat nya di cap tidak baik oleh banyak orang .
" Ayah dimana ?? maafin Irene , Maafin irene ayah..." Air mata nya terjatuh dan membasahi pipi Baby Maxim.
Bayi itu pun terbangun dari tidur nya dan membuka kedua mata indah nya yang membuat Irene tenang setiap kali menatap mata bening milik Baby Maxim.
" Maafkan Mommy sayang, karena Mommy kamu terbangun ya ??" Di ciumi nya tangan Mungil Maxim dan hal itu membuat nya sedikit tenang, Di dekap nya tubuh gembul Maxim hingga dia benar benar merasa tenang karena nya.
Ya, Maxim lah kekuatan terbesar untuk Irene, Support sistem terbaik yang di miliki nya selain Nathan tentu nya.
" Apa yang harus Mommy lakukan sayang ? Mommy telah memukul Daddy kamu, Mommy menyakiti nya sayang...Mommy bersalah..."
...🤍🤍 ...
__ADS_1