
Max tidak pandang bulu saat ini, Bahkan dengan santai nya dia meletakan kedua kaki nya yang bertumpang di atas meja meeting, Walau masih ada Nathan yang masih memantau mereka.
" Asal kalian tau, Aku bukan Nathan yang bisa diam saja saat kalian merugikan ku ! Kalian masih beruntung karena Nathan lah pimpinan kalian, Jika itu aku, Sudah putus kepala kalian dari tempat nya, Akan ku pisah kan setiap organ tubuh kalian, Bahkan bisa saja aku mencabut satu persatu organ galam kalian dan ku serak kan di jalanan !"
Glug !
Mereka semua menelan ludah nya dengan kasar, Bagaimana bisa Nathan masih santai karena uang yang di curi mereka.
Namun ada hal yang membuat Max geram disini, Yang bersalah tidak merasa bersalah sedikit pun, Bahkan dengan berani dia menatap Max dengan tatapan menantang nya.
Dugh...
Pyar !!
" Aaahhhkkk...." Tidak ada lagi yang berani bersuara disini selain orang yang memang menajdi sasaran kemarahan Max.
Bukan hanya mereka saja, Tapi Nathan juga tidak menyangka jika Max bisa semenyeramkan ini.
" Kau beruntung aku hanya melemparkan gelas di kepala mu, Karena biasa nya aku akan langsung melubangi kepala tikus yang telah berani mengusik ku ! Dan sekali lagi aku katakan kau cukup dan sangat sangat beruntung memiliki Bos seperti Nathan, Jika itu aku, Sudah habis kau di tangan ku !!"
" Sekarang terserah mu ! Kau ingin aku melakukan apa pada nya, Itu keputusan mu ! Tapi jika boleh aku memberi saran, Patah kan saja jangan nya, Atau potong yang dua tangan nya agar tidak bisa mencuri lagi. " Nathan bingung harus melakukan apa saat ini.
Jerry adalah salah satu orang kepercayaan nya, Tapi kenapa dia tega berkhianat pada Nathan ?
" Sudah ku katakan pada mu untuk tidak memakai hati dalam berbisnis, Tapi kau tidak mendengarkan ku dan begini jadi nya. "
" Lakukan sesuka mu, Aku percaya pada mu !"
Tut !
Nathan memutuskan Vidio antara mereka yang tersambung kan.
Luar biasa sekali kau Nathan, Kau menyerahkan segala nya pada Max.
__ADS_1
Dan kau salah besar, Menyerahkan Masalah ini pada Max bukan hal yang baik karena dia bisa melakukan apapun pada anak buah mu.
" Besok ! Aku ingin menata ulang parlemen dan dewan direksi ! Lakukan seleksi untuk seluruh karyawan ! Seluruh nya, Tanpa terkecuali. Jika memang mereka mampu bahkan jika office boy sekali pun, Aku akan mengangkat nya, Dan kau --" Max maju ke arah pria yang telah berani menatap nyalang pada nya.
Dia tidak tau siapa yang tengah di hadapi nya saat ini.
" Eegghh...." Pria yang menatap nyalang ke arah nya tadi langsung merasakan akibat nya karena telah berani menantang ke arah Max.
Tangan tebas Max langsung mencengkram kuat leher pria itu.
" Kau tau ?? Aku tidak selembut Nathan, Aku juga tidak sesabar Nathan, Bahkan jika bisa di bilang batas kesabaran ku hanya setipis kulit bawang saja, Jadi Jangan pernah mencoba memprovokasi ku Dan--"
Krakk !!
" Aahhhhkkk !!!" Jerry langsung menjerit histeris saat lengan nya tidak lagi merasakan hal apapun setelah rasa sakit yang luar biasa tadi.
Mereka semua tidak bisa membayangkan bagaimana rasa nya menajdi Jerry, Tangan sehat nya di patahkan begitu saja ssperti ranting pohon oleh Pria bule yang menyeramkan itu.
Luar biasa sekali memang Max Anderson ini, Dia tidak memandang bulu pada siapa pun.
Bisik bisik mulai terdengar pada mereka yang menyaksikan bagaimana nasib dari Direktur keuangan yang sombong itu.
Ada yang bersyukur dengan kejadian ini, Ada juga yang merasa kasihan dan takut sekaligus.
Ya walau pun begitu masih ada salah satu dari mereka yang membantu Jerry yang keadaan nya sudah pingsan saat ini.
Sementara Max, Dia langsung membuka jas yang seperti mengikat seluruh tubuh nya.
Dia sudah muak di perusahaan besar ini, Nathan terlalu banyak memakai perasaan dalam bisnis nya dan itu membuat Max muak melihat orang orang itu.
Dan besok dia akan mulai mengkaji dan menata ulang sistem operasi perusahaan milik Nathan ini.
__ADS_1
Ini bukan perusahaan kecil, Tapi kenapa ??
" Ah sudah lah, Memikirkan ini membuat kepala ku mau pecah ! Ada ada saja ulah tikus tikus rakus itu !!" Max pun langsung menghubungi HRD untuk memberikan informasi yang akan di sampaikan nya kali ini.
" Lalukan audisi untuk semua nya ! Aku sendiri yang akan memimpin seleksi nya besok ! Katakan semua bisa mengikuti tes nya, Termasuk satpam bahkan tukang kebun sekali pun jika mereka menginginkan nya !" Dia langsung mematikan begitu saja sambungan telepon nya dan mendudukkan diri nya di kursi kerja milik Nathan yang masih di tempati nya ini.
Harus berapa lama lagi pria itu liburan disana ? Dia juga memiliki kepentingan, Dia juga harus mengurus pernikahan nya bersama Irene, Dan pria itu tidak memikirkan nya sedikit pun.
" Dasar sialan !! Aku membantu nya sepenuh hati, Lalu dia apa ?? dia malah asyik berlibur Dengan istri nya ! Sialan !!" Tapi tunggu.
Max punya ide, Dia hancurkan mood honeymoon Nathan, Tapi dengan cara apa ?? Bagaimana cara nya ??
Saat dia bingung, Dia melihat kotak berwarna kuning itu seperti tengah memanggil nya lagi.
Walau kesal dia tetap membuka nya dan menikmati isi nya dsn ternyata isi nya sangat luar biasa menggugah selera lidah nya.
" Kau memang yang terbaik Sayang, My Darling, My lovely, My Beloved. " Max menyantap hidangan yang tersedia di dalam kotak bekal yang warna kuning itu dengan penuh nikmat.
Setiap gigitan nya mengandung benih benih cinta yang memang sengaja di taburkan Irene di atas nya, Hingga membuat Max begitu di manjakan dengan setiap gigitan nya.
" Apa hari ini yang di tulis nya ?? apa dia akan mengatakan kata kata cinta lagi pada ku ???" Max membuka sepucuk surat yang hari ini berwarna baby blue dengan pita di depan nya.
Aku mencintai mu 💛
" Hanya ini ?? Tapi kenapa setiap dia mengatakan cinta hati ku selalu bergetar ? Bahkan rasa nya hanya untuk bernafas dengan benar saja aku sulit. Oh Irene...Bukan hanya kau yang mencintai ku, Bahkan aku juga sangat mencintai mu sayang, Sayang. " Seperti hari kemarin, Max kembali mencium surat tersebut yang memang ada bekas kecupan dari bibir calon istri nya itu.
" I love you so much Joanathania Rhys Broiler. " Ucap nya lagi.
Dia kembali melanjutkan pekerjaan nya sambil memakan makanan buatan tangan wanita yang sangat di cintai nya itu.
Tidak di pungkiri oleh Max bahwa Irene memang wanita yang begitu sempurna di mata nya, Irene sangat luar biasa dengan segala kelebihan yang di miliki nya.
Kesabaran dan ketulusan hati nya tidak bisa di katakan dengan kata kata lagi, Inti nya saat ini Max sangat bersyukur bisa mendapatkan Irene.
__ADS_1
Walau hanya untuk menikahi nya masih sulit, Tapi Max yakin bahwa Irene memang lah jodoh yang telah di siapkan tuhan untuk nya.
...🤍🤍🤍...