IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )

IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )
Acara Pesta


__ADS_3

Max sekeluarga sudah sampai di pesta tempat dimana acara di selenggarakan.


Pesta ulang tahun salah satu anak rekan kerjanya Max.


Dimana Pria itu menjalin hubungan kerja sama yang baik di antara keduanya, Baik Max dan Tuan Amer terjalin dengan sangat baik.


Mereka berdua sama sama saling mensupport satu sama lain.


" Selamat datang Tuan Max, Saya harap anda menikmati pestanya. " Tuan Amer menyambut kedatangan keluarga Max dengan penuh kebahagiaan.


" Terima kasih atas sambutannya tuan Amer, tapi tidak perlu sampai begini, " Keduanya saling menyapa dan tersenyum, Sampai dimana Sih Centil Celine lagi lagi membuat ulah dengan tingkahnya.


" Daddy, Kenapa Celine tidak di kenalkan ?? Celine juga ingin berkenalan dengan teman Daddy. " Max hanya bisa tersenyum kikuk karena ulah putrinya.


Tapi berbanding terbalik dengan Tuan Amer yang membungkuk dan mengusap kepala Celine dengan sayang.


" Sayangnya aku tidak bisa memiliki nak lagi karena rahim istri ku harus di angkat, Jika tidak aku ingin sekali memiliki putri seperti sih cantik ini. "


" Tuhan pasti memiliki rencana lain untuk anda Tuan. " Balas Max yang semakin mengerti bagaimana cara kerja sebuah kehidupan semenjak hadirnya Irene dan dia juga ikut rutin beribadah bersama anak dan istrinya.


" Kenapa paman tidak memiliki anak ?? "


" Celine ..." Tergur Irene pada putrinya.


Dia tidak ingin Celine di cap tidak baik oleh orang lain, Maka sebisa mungkin dia mengontrol putrinya.


" Bukan tidak memiliki anak sayang, Tapi itu, Lihat anak Paman, kakak tampan itu sudah berusia 15 tahun, Dia hari ini berulang tahun, Pergi ke sana dan berucap ucapan selamat. " Celine melihat ke arah pria yang memang sedang berulang tahun, Tapi wajahnya dingin sekali.


Celine menjadi takut.


" Kenapa sayang ?? anak paman baik kok, Kakak Justin tidak jahat. " Ucap Tuan Amer lagi saat melihat Celine menggelengkan kepalanya setelah melihat ke arah Justin yang duduk menyendiri di sana.


" Kakak Justin terlihat lebih dingin dan lebih menyeramkan di bandingkan Kakak Maxim, Jadi Celine tidak mau ke sana, Celine takut. " Jawabnya dengan manja.

__ADS_1


Dia memang tidak tertarik sama sekali dengan Justin, Malah dia lebih tertarik dengan makanan yang ada di pesta ini, Apalagi saat melihat beraneka ragam buah di sana, Hal itu membuat Celine sangat senang melihatnya.


" Mommy, Itu ada buah, Celine mau makan buah. Ayo .." Ajaknya lagi


Setelah berpamitan pada suami dan rekan kerjanya, Irene pun membawa Celine ke meja prasmanan, Dimana di sana ada berbagai macam makanan dan buah buahan yang sudah tersedia.


Celine sangat menyukai buah, Bahkan Celine bisa makan buah dengan nasi, Luar biasa bukan ??


Memang itu lah keunikan seorang Celine Max Anderson.


Saat mereka tengah mengambil buah buahan itu, Celine melihat jika di sampingnya sudah ada Kakak yang sedang berulang tahun tadi, Bahkan kakak itu membawakan sepotong kue ulang tahun untuknya.


" Ambil sayang, Tidak boleh menolak seperti itu. " Tegur Irene lagi pada putrinya.


Melihat Justin yang masih berdiri sambil memegang piring yang berisikan sepotong roti membuat Celine pun menerimanya.


" Terima kasih Kakak Tampan..." Justin tidak menjawabnya, Dia malah langsung meninggalkannya begitu saja setelah menerima kue ulang tahun tersebut.


Melihat putrinya yang seperti kecewa membuat Irene mengusap kepala Celine dengan lembut.


" Sibuk bukan berarti bisu kan Mom ? Lagi pula Celine lihat bibirnya ada dan tadi bisa bicara dengan orang, Tapi kenapa tidak bicara pada Celine ??" Irene bingung harus menjawab apa lagi pada putrinya.


Jika sudah begini, Dia akan kalah dan Celine lah yang memenangkan perdebatan di antara mereka berdua.


" Sudah, Ayo kita makan. " Ajak Irene pada Putrinya.


Kini, Mereka berdua sedang makan, Sementara Max dan Maxim masih bercengkrama dengan orang orang yang berada di dalam lingkaran bisnis suaminya, Dan Max juga mulai memperkenalkan Maxim sebagai pewaris tunggal dari seluruh asetnya, Dan hanya beberapa saja yang kan menjadi milik Celine.


" Celine jangan kemana mana oke, Atau mau ikut Mommy ke toilet ??"


" No ! Celine disini saja. " Ucap anak usia 5 tahun yang sedang menikmati buah buahan miliknya yang berada di piring, Namun saat dia tengah sendirian, Kakak tampan itu kembali lagi padanya.


" Kakak ??" Panggil Celine saat melihat Justin duduk di depannya.

__ADS_1


Tapi pria itu tetap saja diam, Bahkan Terus menatap ke arahnya yang sedang memakan buah.


Apa kakak tampan ini ingin buah miliknya ?? Tapi bukan kah di sana masih banyak ??


Itu lah yang di pikirkan Celine saat ini melihat Justin yang terus saja diam sejak tadi.


" Kakak mau ini ??" Tawar Celine pada Justin.


" Siapa nama mu ??" Celine kaget saat mendengar suara kakak tampan di depannya ini.


Dia menatap mata Justin, Begitu juga Justin yang menatap wajahnya.


" Kalau makan jangan berserakan, Kamu perempuan, Tidak baik di lihat semua orang, Apalagi gaun mu kotor. " Justin pun langsung memberikan sapu tangan miliknya untuk membersihkan bibir Celine.


" Thank you..."


" Your Welcome. " Balas Justin yang terus saja melihat bagaimana Celine makan, Bahkan dia juga memotong kan Cake yang di beri ya tadi untuk Celine agar lebih mudah memakannya.


" Terima kasih kakak tampan..." Ucap Celine lagi, Tak lama Irene pun kembali datang ke meja mereka, Dan melihat ternyata Justin ada di sana.


Namun saat melihat kedatangannya, Justin langsung pergi meninggalkan meja tersebut setelah membungkuk memberi hormat pada Irene.


Aneh ? Jelas Irene merasa aneh, Tadi saat melihatnya dari jarak jauh, Justin terlihat sangat sayang dengan Celine, Tapi saat dia mendekat, Anak itu langsung pergi meninggalkan mereka.


Sementara itu, Di ujung sana, Tuan Amer hanya bisa menatap sendu pada putranya, Justin sangat tertutup, Bahkan dia sengaja membuatkan pesta ini unik Justin agar bisa keluar dari zona kesendiriannya, Namun dia salah, Justin malah semakin menjauhinya dan menghindarinya, Bahkan Justin hanya berinteraksi dengan Celine saja.


Apa dia merasa nyaman dengan Celine ?? Atau suka pada Celine ??


" Kenapa Amer ??" Tanya Istrinya yang melihat suaminya menatap sendu pada Justin.


" Aku senang dia bisa betah di pesta ini, Walau dia selalu menghindari ku, Setidaknya dia mau bicara pada putri dati rekan bisnis ku,. " Istri dari Tuan Amer pun melihat ke arah Justin yang kembali menyendiri, Jika kebanyakan anak seusia Justin akan sibuk dengan ponsel dan berbagai macam gadget mereka, Maka Justin lebih sibuk dengan buku bukunya.


Dia juga suka sekali bermain alat musik, Seperti piano dan biola, Justin selalu bermain musik setelah pulang dari sekolahnya, Dan akan menghabiskan waktunya untuk belajar di taman dan bermain musik.

__ADS_1


...🤍🤍🤍 ...


__ADS_2