
Entah mengapa hari ini Max sangat bersemangat untuk memulai hari ini.
Apa yang membuat nya begitu bersemangat, Irene hanya bisa bertanya dalam hati nya.
Tapi dia berpikir jika mungkin Max benar benar sudah menerima semua amanah kakak nya.
Walau Irene juga tidak tau bagaimana perusahaan calon suami nya di Canada sana jika dia terus terusan disini.
Tapi jika Irene harus berpisah dengan Max lagi dia tidak bisa.
Untuk ikut kesana juga pun dia tidak bisa, Karena semua nya belum selesai disini, Masih banyak yang harus di selesaikan dan di kerjakan semua nya.
" Kamu terlihat lebih bersemangat hari ini " Tanya Irene yang seperti biasa.
Membantu pagi nya Max dengan segala rutinitas nya.
" Aku akan memulai hari ku dengan penuh semangat, Karena hari ini adalah hari yang sangat indah, Hari ku di awali dengan senyuman mu dan cinta mu, Maka aku akan bersemangat. "
Blush...
Wajah Irene langsung memerah mendapatkan rayuan dan kata kata manis seperti ini dari calon suami nya.
Jika dulu yang di dapatkan Irene adalah umpatan dan kata kata kasar maka tidak dengan saat ini, Karena semua nya sudah sangat berbeda.
Sangat sangat jauh perbedaan nya antara dulu dan kini, Dan Irene sangat bersyukur untuk semua hal yang di dapatkan nya, Baik dulu atau pun sekarang.
Karena pada inti nya, Semua itu harus bersyukur dan mensyukuri apa yang di dapat, Apa yang telah Tuhan berikan pada mu, Maka kau akan benar benar merasakan apa itu bahagia, Karena jika kau ikhlas dalam menjalani semua kehidupan mu, Pasang surut, Suka dan duka mu, Maka Tuhan akan menghapuskan semua duka mu.
Dan itu lah yang di lakukan Irene selama ini, Karena dia ikhlas, Dia sabar, dan dia menerima segala yang telah Tuhan gariskan untuk nya.
Untuk kehidupan nya saat ini.
" Aku menyukai wajah bersemu mu seperti ini, Aku benar benar menyukai nya, Ini kah yang di namakan cinta dan kebahagiaan ?" Tanya Max pada Irene sambil mengusap pipi mulus wanita di depan nya kini.
Wanita yang telah membuat nya jatuh se jatuh jatuh nya dalam pesona seorang Joanathania Rhys Broiler, Yang akan menajdi Joanathania Rhys Anderson nanti nya .
__ADS_1
" Apa jika aku mengatakan inilah kebahagiaan apa kamu percaya ??"
" Aku akan percaya selama itu bersama mu, Aku akan mempercayai semua nya. Karena kau lah sumber kepercayaan ku saat ini. Berkat hadir mu lah aku mengerti apa itu cinta dan kebahagiaan, Hadir mu memberi arti tersendiri bagi ku dan seluruh hidup ku. "
" Jika begitu, Ayo berjanji untuk semua ini, Semua kebahagiaan ini, Dan tolong, Jika nanti kamu tidak mencintai ku lagi, Hantarkan aku pada aku pada kakak ku, Jangan sakiti aku dengan ada nya wanita lain, Aku mohon jangan lakukan itu. " Mata nya mengembun.
Max tidak sanggup jika melihat seperti ini, Tidak sanggup,.
" Aku mohon jangan lagi menangis karena ku, Aku mohon jangan menjatuhkan air mata mu untuk ku, Karena aku sudah terlalu banyak membuang nya, Maka jangan lagi..." Max mencium kedua mata indah milik calon istri nya.
Demi Tuhan dia tidak sanggup lagi jika harus melihat Irene menangis lagi, Dia benar benar tidak sanggup lagi.
" Aku berjanji pada mu, Aku tidak akan lagi membuat mu menangis dan menjatuhkan air mata mu, Dan aku juga tidak akan memiliki wanita lain lagi dalam hidup ku, Karena hanya kau yang aku mau dan aku inginkan, Hanya kau wanita satu satu nya yang ku cintai nya, Bahkan mungkin saat kau berusia 7 tahun dulu aku sudah mencintai mu, Gila memang, Tapi ya sudah, Aku tidak perduli lagi, Karena aku benar benar mencintai mu. "
Grep !!!
" Aku juga mencintai mu Daddy Maxim..." Kedua nya berpelukan cukup lama sampai mereka di hadapkan dengan seorang bayi laki laki yang sudah siap untuk memulai hari bersama kedua orang tua nya.
" Morning Boy, How are you baby ??" Tanya Max pada Maxim yang begitu antusias menyambut kedua tangan nya yang terbentang.
" Daddy mencintai mu Boy..." Baby Maxim terlihat begitu antuasias saat bersama Max hingga benar benar membuat nya gemas sekali.
Setelah selesai sarapan pagi nya, Seperti hari hari sebelum nya, Irene dan Max melakukan rutinitas nya seperti ini, Mengantar Max yang hendak pergi bekerja dan membawa kotak bekal lagi, Dan kali ini bukan berwarna pink, Tapi berwarna kuning.
Dan kotak bekal nya di sarungi dengan tas wadah nya yang berwarna warni yang membuat bulu kuduk Max merinding.
Tapi walau begitu dia tetap membawa nya ke kantor.
Setelah berpamitan pada Irene dan pada putra nya, Max pun langsung meluncur ke perusahaan besar milik Nathan.
Tidak kaleng kaleng, Pagi ini dia akan mengumpulkan semua dewan untuk melakukan meeting, Dan dia akan menangkap tikus tikus di perusahaan ini.
Max berjalan dengan angkuh tanpa memperdulikan lagi tatapan aneh mereka, Yang terpenting dia akan bermain pagi ini.
" Kumpulkan semua dewan direksi ! aku ingin meeting pagi ini, Dan Calon kakak ipar ku sendiri yang akan memimpin nya sendiri nanti !" Semua kalang kabut.
__ADS_1
Jika sudah menyangkut Nathan, Mereka akan panik, Terlebih saat ini, Pria yang mereka hadapi bukan lah pria sesantai Nathan yang selama ini mereka tipu.
Dan seperti nya pria ini tidak bisa di tipu !
" Bawa semua audit keuangan 6 bulan belakangan ini, Dan waktu kalian hanya 5 menit dari sekarang !" Mati lah mereka, Bagaimana ini ??
5 menit menyiapkan berkas itu bukan hak mudah, Jika itu hanya satu berkas mungkin mereka bisa, Tapi ini audit bulanan dan yang mi minta adalah 6 bulan belakangan ini.
Maka tamat lah riwayat mereka kali ini, Mereka tidak akan selamat kali ini.
Brak !!
" Aku bilang kumpulkan sekarang !!!" Bentak Max hingga membuat mereka semakin panik tak karuan.
Saat mereka begitu sibuk, Di layar besar di ruangan meeting itu Nathan sudah bersiap dengan jalan nya meeting kali ini.
Dia benar benar ingin tau siapa yang berkhianat disini.
Semua orang sudah berkumpul dan disini, yang pertama di serang Max adalah direktur keuangan dan manager Pemasaran.
Karena biasa nya mereka lah yang menajdi dalang utama disini, Dan benar saja Max menemukan bahwa dari tim audit dan tim lapangan berbeda laporan nya.
" Jelaskan mengapa pendapatan bulan Maret bisa berbeda ? dimana Pengeluaran disini sangat luar biasa, Dan laporan ini tidak asli ! Karena tidak ada tanda tangan yang seperti ini, Pena yang di gunakan disini sangat berbeda dengan pena yang ada di ruangan Nathan ! Jadi aku akan bertanya disini, "
Kerak !.
Max menyiapkan pistol nya dan meniup ujung nya.
" Apa kau menggunakan pena merk X ??"
" Tidak ! Aku tidak pernah menggunakan nya, Dan aku sendiri pula yang mengisi pena itu jika habis tinta nya, Jadi aku tidak pernah memakai pena dengan merk yang kau sebutkan tadi. " Max tersenyum puas.
Dia memutar kursi kerja milik Nathan di ruangan meeting ini dengan wajah sombong nya.
" Kau !! " Tunjuk nya pada Manager keuangan disini.
__ADS_1
" Aku akan memberi mu dua pilihan ! Mengembalikan semua uang yang telah kau curi, Atau aku akan mencongkel kedua bola mata mu sebagai imbalan nya, Dan aku akan menganggap hutang dan uang yang kau curi itu lunas. !"
...🤍🤍🤍 ...