IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )

IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )
Perjuangan


__ADS_3

Max terus saja berteriak dan menjerit saat Irene benar benar meninggalkan nya.


Irene pergi meninggalkan nya lagi dengan membawa anak mereka.


Anak yang tidak di ketahui nya sama sekali bagaimana rupa nya.


Dia hanya tau warna rambut nya yang berwarna Blonde terang seperti milik nya saat kecil dan milik Daddy nya.


Apa anak nya mirip dengan nya atau mirip dengan Irene ?


Mengingat itu kembali membuat Max marah dan berteriak lagi.


Lagi pula siapa yang memberitahu Angeline jika dia dirumah sakit ??


Pertama kali Angeline memeluk nya Max sudah mendorong wanita itu, Namun yang kedua kali nya, Max hendak minum tapi tidak bisa.


Itu sebab nya angeline membantu nya, Dan Irene melihat itu.


" Kenapa ?? Kenapa harus aku tuhan ?? Kenapa ???" Max terus saja memukuli kedua kaki nya yang tidak bisa di gerakan sama sekali.


Kenapa harus dia yang merasakan ini semua ?? kenapa harus dia ?


Melihat ada pisau buah di dekat nya dia langsung mengambil nya.


Pikiran sempit nya datang menghantui nya, bagaimana jika dia bunuh diri saja ?


Bukan kah itu lebih baik ?? Irene sudah meninggalkan nya lagi bersama anak mereka, Lalu apalagi yang di miliki nya saat ini ??


Tidak ada bukan ? Maka lebih baik dia mati saja dari pada hidup dengan semua cobaan ini.


Max masih menatap pisau buah tersebut dan melakukan hal yang seharus nya tidak di lakukan nya.


Sementara Irene tang berada dirumah nya masih berpikir keras, Apa yang harus di lakukan nya saat ini ?


Apalagi saat suster menghubungi nomor ponsel nya yang memang sengaja di tinggalkan nya saat mengisi data pasien untuk Max.


Dan untuk yang kedua kali nya, Suster mengatakan bahwa keadaan Max yang terus saja menjerit memanggil nama nya dan semakin tak terkendali lagi.


Dan mau tak mau Irene harus pergi ke rumah sakit.


Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, Irene terus saja bergerak gelisah di dalam mobil.


Lampu lampu jalan yang di lewati nya tidak berpengaruh apa pun untuk nya saat ini.

__ADS_1


Hati nya yang dulu gelap gulita kini memiliki secercah cahaya dan itu hadir setelah hadir nya Maxim dalam hidup nya, Dan sejak saat itu lah semangat Irene untuk hidup kembali datang.


Setelah sampai dirumah sakit, Irene langsung turun dari mobil dan berlari menuju ruangan Max karena perasaan nya semakin tidak menentu saat ini.


Brak !


" Max !!" Betapa sakit nya hati Irene saat melihat pria itu di ikat di tempat tidur dan mulut nya yang di bungkam oleh kain dan itu membuat Irene menatap sedih pada nya.


Tangan Max di ikat di tempat tidur, Dan tim medis mengobati luka di kaki nya, kenapa banyak darah di atas tempat tidur Max ??


Mendengar suara Irene yang memanggil nama nya membuat Max langsung melihat ke arah nya, Mata sendu nya menatap pada Irene dan air mata nya mengalir begitu saja saat melihat wanita nya datang.


" Apa yang terjadi ?? Kenapa mengikat nya ??" Irene langsung membuka ikatan di tangan Max dan ikatan di mulut nya juga.


" Irene..." Sakit sekali hati nya saat melihat Max yang terlihat lemah seperti ini, Air mata nya mengalir dengan deras dia bergerak hendak memeluk wanita nya, Tapi tidak bisa.


Kedua tangan nya yang sudah terulur untuk memeluk Irene pun langsung jatuh begitu saja saat dia tidak bisa mencapai nya.


" Pergi lah, Aku baik baik saja. Aku tidak pantas untuk mu saat ini. "


" Apa maksud nya ini ?? Kenapa terus mengatakan hal ini ?? Kenapa melukai diri sendiri seperti ini ?? kenapa ??"


" Bahkan aku ingin nagi saja, Untuk apa aku hidup jika harus kembali merasa sendirian. Cinta ku, Hati ku, Dan bahkan anak ku, Aku tidka bisa menggapai mereka apalagi memiliki mereka, Dan biarkan saja luka itu ! Aku membenci kedua kaki itu. " Irene menatap tak percaya pada Max.


" Lanjutkan ! Bersihkan luka itu dan obati. " Irene berkata dengan tegas dan mengabaikan keinginan Max yang meminta mereka semua pergi.


" Aku tidak butuh --"


" Kau butuh !! Jangan menjadi bodoh hanya karena hal seperti ini ! Aku tau ini berat, Tapi aku lebih berat lagi, Aku mengandung sendirian dan melahirkan sendirian juga ! Tanpa di temani ayah dari anak ku !!! Apa kau tau bagaimana sakit nya aku ?? Saat aku membuka hati ku kamu malah mengumumkan pernikahan mu ! Apa kamu tau bagaimana sakit nya aku saat itu ? Di saat aku ingin kembali dan meminta maaf pada mu, Kau malah--"


" Maaf kan aku...Maafkan aku yang telah menyakiti hati mu. " Melihat air mata Irene yang terus saja mengalir membuat Max tidak tega.


Hati nya juga sakit melihat nya, Dia tidak sanggup, Biarlah dia yang sakit asal jangan Irene lagi.


Sudah cukup banyak Max meninggalkan luka pada wanita nya,


" Aku mohon jangan menangis lagi, Biarkan aku yang sakit dan terluka, Asal jangan kau, aku sudah cukup membuat mu menangis dan terluka karena aku, Aku mohon maafkan aku..." Melihat Max yang sama rapuh nya membuat Irene pun merasa tidak tega pada nya.


Perlahan Irene mendekat pada Max dan memeluk nya.


Mendapatkan pelukan dari Irene membuat Max menenggelamkan wajah nya di perut Irene yang sangat nyaman di rasa kan nya.


Inikah yang di namakan kenyamanan ? Apa seperti ini kah rasa nya di cintai dan mencintai ??

__ADS_1


" Maafkan aku..." Kata maaf terus terucap dari bibir Max yang masih berada di dalam pelukan Irene.


Melihat Max yang sudah tenang seperti ini membuat tim medis semakin cepat dan leluasa mengobati luka sayatan di kaki pasien nya yang memang dia sendiri lah yang melukai nya seperti itu.


" Jangan melukai diri sendiri karena aku, Aku tidak menyukai nya, Hati ku juga sakit melihat pria yang ku cintai terluka seperti ini, Jadi aku mohon jangan lagi. " Max hanya menganggukkan kepala nya saja dan dia masih memeluk Irene.


Seakan takut wanita nya kembali pergi meninggalkan nya lagi.


" Apa aku bisa pulang sekarang ??"


" No !" Max semakin mengencangkan pelukan nya di tubuh Irene berharap wanita yang di peluk nya ini tidak meninggalkan nya lagi.


" Aku harus pulang, Ada Maxim dirumah. "


" Maxim ??" Max langsung melepaskan pelukan nya pada tubuh Irene dan menatap intens pada wajah cantik wanita yang hanya memakai setelan piyama satin seperti ini.


Melihat pakaian Irene yang tipis membuat darah Max mendidih seketika.


Dia marah, Kenapa Irene menggunakan pakaian ini ? Walau di balut dengan jaket lagi, Tapi itu dada nya sangat menonjol dan Max tidak suka mereka melihat Irene yang seperti itu.


" Tutup jaket mu ! Aku tidak menyukai pakaian itu ! "


" Tapi kenapa ???"


" Aku bilang tutup ya tutup !!" Irene pun menurut dan menutup nya.


Setelah Irene selesai menutup nya, Max pun langsung kembali teringat dengan Maxim.


" Apa itu anak kita ??" Irene menganggukkan kepala nya membenarkan pertanyaan Max.


" Pulang lah, Dia menunggu mu, Aku baik baik saja. " Max merasa tidak tega membiarkan anak nya sendirian disana walau dia tau anak nya tidak sendirian.


" Aku akan menemani mu tidur dulu. "


" Tidak Apa, Aku baik baik saja. Aku takut Maxim terbangun dan mencari mu, Pulang lah,. "


" Besok aku akan kesini lagi bersama Maxim . "


" Tidak " Max langsung membantah Irene.


" Rumah sakit bukan tempat yang cocok untuk anak anak, Biarkan dia dirumah dan aku akan menemui nya setelah keluar dari tempat sialan ini. "


...🤍🤍...

__ADS_1


__ADS_2