IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )

IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )
Malu


__ADS_3

Irene terus saja meremmas tangan suami nya saat mereka hampir sampai di ruangan yang kata nya disana lah tempat ayah Gerry berada.


Setelah setahun lebih, Akhir nya dia bisa bertemu lagi dengan ayah yang telah menyelamatkan kehidupan nya yang dulu,.


Jika bukan karena ayah Gerry, Mungkin Irene tidak bisa bertemu dengan Nathan, Apalagi dengan Max.


Karena mungkin saja dulu dia tidak selamat jika tidak di temukan oleh Ayah Gerry.


Merasa tangan istri nya yang terasa semakin dingin membuat Max mengusap nya dengan lembut dan memberikan senyuman nya.


Berharap senyuman nya bisa meredakan rasa gugup istri nya.


" Tenang oke, Rileks sayang..." Irene hanya menatap pada suami nya tanpa bisa mengucapkan apa pun lagi.


" Aku bersama mu, Lagi pula semua ini kesalahan ku sayang..."


" A-aku siap. " Jawab Irene mencoba meyakinkan diri nya untuk masuk menemui ayah nya.


Ayah angkat nya.


Ceklek...


Pintu ruangan itu sudah terbuka dan suami nya lah yang membuka nya, Max lah yang membuka kan pintu ruangan tersebut untuk istri nya masuk.


Setelah pintu terbuka, Irene pun masuk bersama suami nya.


Hentakan Stiletto yang di kenakan nya membangun kan seseorang yang tertidur di ranjang pasien tersebut.


" Irene..."


Tes...


Jatuh air mata Irene saat melihat ayah nya sudah lebih sehat dari sebelum dia meninggalkan nya.


Kini ayah nya terlihat semakin sehat, semakin bugar dari sebelum sebelum nya, Dan Max bersyukur untuk itu.


Bahwa ayah mertua nya ini baik baik saja, Dan semakin baik.


Setidak nya itu bisa mengurangi rasa penyesalan nya.


" Ayah..." Pria yang di panggil ayah itu langsung menganggukkan kepala nya dan menangis haru saat kembali melihat putri cantik nya.


Apalagi berita yang di dapat nya dari orang suruhan pria itu, Bahwa mereka telah menikah, Dan memiliki seorang putra yang sama sekali belum pernah di temui nya.


" Ayah apa kabar ??" Irene langsung memeluk ayah angkat nya dan menangis harus di dalam pelukan pria tua nya.

__ADS_1


Melihat istri nya yang menangis seperti itu membuat Max ikut merasa sedih, Tapi ada rasa cemburu juga yang di rasakan nya.


Dia merasa cemburu karena Irene terlalu lama memeluk ayah nya, Sementara itu, Irene sama sekali tidak mengetahui jika suami nya saat ini tengah cemburu.


Tapi tidak bagi ayah Gerry yang mengetahui bahwa anak menantu nya itu tengah cemburu pada nya.


" Sudah sayang..." Ayah Gerry langsung melerai pelukan mereka, Tapi Irene mencegah nya karena dia masih merindukan ayah nya.


" Ayah sulit bernafas sayang. " Mendengar ayah nya yang sulit bernafas membuat Irene langsung melepaskan pelukan nya.


Hal itu membuat Max sedikit bernafas lega, Karena rasa cemburu yang di miliki nya.


Ayah Gerry hanya tersenyum saja melihat kecemburuan Max, Itu berarti Max sangat mencintai putri nya ini.


" Ayah sudah makan ? Mau Irene suapi ??" Ayah nya menggeleng.


" Tidak, Ayah hanya tinggal menunggu kalian menjemput ayah, Karena kata nya kalian akan menjemput ayah disini. "


" Kami memang menjemput ayah, Jadi apakah ayah siap untuk pulang bersama kami ??" Ayah Gerry langsung menatap putri nya, Lalu menatap ke arah pria yang telah menjadi suami nya.


Dia merasa tidak enak jika harus tinggal bersama mereka, Apa tidak lebih baik jika dia tinggal sendiri di rumah nya ? Rumah yang pernah di belikan Irene pada nya dulu ??


Atau di apartemen yang pernah mereka tinggalin dulu ? Seperti nya itu lebih baik.


" Tidak perlu repot repot, Ayah bisa tinggal sendiri di apartemen nak. " Ayah Gerry menolah nya.


" Sayang, Bagaimana ini ?? ayah tidak ingin tinggal bersama kita. " Irene mengadu pada suami nya berharap Max mau bicara pada ayah nya.


" Tinggal lah bersama kami ayah, Temani Irene dirumah, Karena aku tidak bisa selalu bersama nya, Jadi tinggal lah bersama kami. "


" Tapi Nak Max--"


" Aku tidak menerima penolakan, Jadi keputusan ku sudah bulat, Bahwa ayah akan tinggal bersama kami dirumah kami, Lagi pula disana ada cucu ayah yang ingin bertemu dengan kakek nya. " Mendengar kata cucu membuat ayah Gerry melemah.


Dia begitu ingin bertemu dengan cucu nya, Dia juga penasaran, Seperti apa rupa cucu nya itu ??


Apa mirip dengan Ayah nya atau mirip ibu nya ??


" Mau kan ayah ??" Tanya Irene sekali lagi, Hingga akhir nya ayah nya pun menyetujui nya.


Dia akan ikut tinggal bersama Irene dan Max dirumah anak dan menantu nya itu walau dia juga berat untuk itu.


" Baik lah, Aku akan mengurus biaya administrasi nya, Jadi bersiap lah. " Max pun dengan berat hati meninggal kan istri nya dan ayah mertua nya.


Dia membiarkan kedua nya bicara dan menyalurkan rasa rindu nya, Walau dia merasa cemburu, Setidak nya dia melihat secara langsung.

__ADS_1


Setelah menyelesaikan pembayaran biaya rumah sakit ayah mertua nya.


Dan saat dia kembali, Dia melihat bahwa ayah mertua dan istri nya kini sudah siap untuk pulang.


Hanya tinggal menunggu nya saja mungkin.


" Apa sudah siap semua nya ??"


" Sudah sayang..." Jawab Irene dengan begitu manja nya.


Dia bahkan tanpa malu memeluk tubuh kekar suami nya di depan ayah nya sendiri.


Bukan Irene yang malu, Tapi Max lah yang malu, Apalagi saat melihat senyum tertahan ayah Gerry yang seakan tengah mengejek nya.


Mendapatkan pelukan manja dari istri nya benar benar membuat Max malu dan salah tingkah.


Dia malu karena ayah Gerry benar benar mengejek nya saat ini, Apalagi saat melihat Irene yang memeluk nya dengan begitu manja seperti itu.


Apalagi wajah Irene yang terlihat begitu menggemaskan seperti itu.


" Sayang, malu ada ayah kamu. " Max berbisik di telinga istri nya berharap Irene mengerti keadaan nya saat ini.


" Kenapa ?? Kenapa malu sama ayah ??" Ya Tuhan...


Max benar benar malu saat ini, Irene begitu polos, Hingga bertanya apa maksud nya.


Bahkan dia malah kembali bertanya pad Anya kenapa mali sama ayah nya ??


Sementara tadi dia sudah berbisik pada istri nya agar ayah mertua nya tidak mendengar, Kini malah istri nya bertanya secara langsung seperti ini.


" Tidak perlu sungkan, Itu hak yang biasa bagi pengantin baru yang saling mencintai seperti kalian. Jadi ayah bisa memaklumi nya. " Max benar benar malu saat in,i Apalagi ayah mertua nya yang sudah berjalan lebih dulu meninggalkan nya dan Irene di dalam ruangan tadi.


" Sudah ayo, Melihat mu manja seperti ini membuat ku gemas sekaligus malu. " Max mencubit gemas hidung mancung istri nya dan mengecup nya kembali.


" Aku mencintai mu. "


Blush...


Max tersipu malu Mendapatkan kata kata cinta dari istri nya seperti ini.


" Sudah ayo. "


" Balas dulu, Katakan jika kamu juga mencintai ku. " Rengek Irene dengan begitu manja pada nya.


" Iya sayang, Aku juga mencintai mu, Bahkan aku sangat mencintai mu. "

__ADS_1


" Ahh...Terima kasih suami tampan ku. " Irene langsung merangkul lengan kekar suami nya dan menyusul ayah nya yang memang sudah berjalan lebih dulu meninggalkan mereka.


...🤍🤍🤍...


__ADS_2