IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )

IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )
Perasaan


__ADS_3

Max masih berdiam diri menatap gundukan tanah yang di dalam nya ada jasad ibunya.


" Seharusnya kau tidak pergi lebih dulu, Aku masih ingin memanggil mu ibu, Aku masih ingin hidup bersama mu, Tapi bahkan hingga akhir hayat mu pun kau tidak juga meminta maaf pada ku, Aku tidak tahu siapa yang salah di antara kalian, Baik kau atau Daddy, Kalian itu sama sama egois. " Max menghapus sisa air matanya yang luruh sejak tadi.


Bahkan dia juga menangis terisak meratapi nasibnya.


" Baik kau dan Daddy, Kalian sama sama tidak memikirkan bagaimana aku yang selalu iri dengan kehidupan mereka, Terutama pada istri ku, Dia hidup penuh dengan derita, Tapi kenapa aku tidak bisa sepertinya ?? Kenapa aku tidak bisa menerima semua ini ?? kau ibu ku, Seharusnya kau tau perasaan ku. "


" Bahkan sekali pun aku tidak pernah merasakan kehangatan sebuah meja makan saat bersama kalian, Dan semua yang tidak ku dapatkan dari kalian aku mendapatkannya dari istri dan anak anak ku, Aku memiliki istri yang luar bias la hebatnya, Aku memiliki anak anak yang luar biasa. Aku hanya ingin berterima kasih pada mu karena telah Sudi mengandung ku hingga melahirkan ku juga, Terima kasih ibu. " Irene tersenyum lega setelah mendengarkan curahan hati suaminya.


Dia begitu bangga bisa memiliki suami seperti Max yang bisa berbesar hati untuk menerima semua masa lalunya, Bahkan yang luar biasa dari Max, Dia bisa belajar dari masa lalunya demi keluarga mereka agar tidak seperti kehidupannya.


Max benar benar suami hebat bagi Irene dan ayah hebat bagi anak anak mereka.


" Sayang ???" Max melihat ke arah Irene yang mengusap bahunya.


Bahkan istrinya juga ikut berjongkok bersama sama dengan saling bergandengan tangan.

__ADS_1


" Ikhlas kan segalanya, Maka kehidupan kita akan lebih baik dati sebelumnya. "


" Aku akan berusaha mengikhlaskan segalanya, karena seperti yang kamu katakan, Kita harus hidup lebih baik lagi untuk anak anak kita, Jadi terus terdiri di sampingku. Genggam tangan ku seperti ini terus, Kita akan bersama-sama menghadapi semua ini. " Irene pun tersenyum untuk suaminya.


Dia tau apa yang tanggung Max tidak mudah, Tapi suaminya itu mau terus berusaha untuk hidup lebih baik lagi untuk mereka semua.


" Selama kamu masih menginginkan ku di sisi mu, Aku akan terus bersama kamu dan menggenggam tangan kamu, Aku akan selalu bersama kamu dan anak anak kita. " Keduanya saling mengucapkan janji setia mereka di depan makam ibunya.


Sampai tiba tiba Boy datang pada mereka dan menyerahkan sebuah kotak untuk Max.


Dia bahkan mengucapkan terima kasih pada ibu mertuanya.


" Terima kasih ibu, Aku menerima gelang ini, Dan terima kasih karena telah menganggap ku menantu ibu, Karena aku lah satu satunya menantu ibu bukan ??"


" Hanya kau menantu keluarga Anderson sayang, Hanya Irene ku saja. " Jawab Max yang meyakinkan Irene untuk semua hak nya.


" Nyonya juga berpesan bahwa dia meminta maaf atas semua kesalahannya, Dan nyonya harap anda memaafkannya, karena Nyonya yakin, bahwa anda akan memaafkan segala kesalahannya. "

__ADS_1


" Katakan saja sendiri ! Kenapa harus dengan ku ibu ku mengatakan nya ?? kenapa tidak dengan ku langsung ??" Boy terdiam.


Dia tidak bisa menjawabnya saat ini.


Apa maksud Tuan Max ini ?? Apa tuan Max menginginkan dia menyampaikan salam ini ke alam baka sana ??


" Sepertinya bukan ide yang buruk, Kau yang di titipkan salam itu bukan ?? Maka kau juga yang mengatakan pada ibu ku, Bahwa aku memaafkannya demi kehidupan keluarga ku, Jadi urus semua ini ! Segera pindah dari apartemen murah mu itu ! Segera pindah dan urus rumah besar ini. Aku rasa gaji mu cukup untuk kehidupan rumah ini. " Boy menatap tak percaya pada ucapan bosnya.


Apa dia juga harus membayar 12 orang pelayan itu juga ??


" Aku akan membayar para pelayan itu, Dan kau hanya perlu tinggal disini saja. Jangan pernah memikirkan soal biaya untuk di sini. "


" Tapi Tuan---"


" Aku tidak menerima penolakan !"


...🤍🤍🤍...

__ADS_1


__ADS_2