IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )

IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )
Pertengkaran Pertama


__ADS_3

Entah apa yang terjadi seharian ini Irene terus terusan marah dan terpancing emosi.


Seperti saat ini, Melihat Maxim yang menangis membuat Irene pun ikut menangis dan memarahinya juga.


" Diam lah Maxim !!! Mommy lelah hari ini !!" Bentak Irene pada Maxim yang terus terusan ingin bersamanya.


" Irene !!!!" Bentak Max yang baru saja pulang dari kantornya dalam keadaan lelah, Dan apa yang di dapatkannya saat ini ??


Irene membentak Maxim yang menangis meminta gendong.


Mendengar suara bentakan dari suaminya membuat Irene kaget dan langsung menghentikan tangisannya.


" Bawa Maxim ke kamarnya, Dan selesaikan masalah kalian ! Jangan anak yang jadi korbannya !!" Ayah Gery langsung memerintahkan Pengasuh Maxim untuk membawa cucunya masuk ke dalam kamar.


Maxim pun di bawa oleh Laura ke kamarnya, Begitu juga dengan ayah Gery yang masih menatap anak dan menantunya yang sepertinya sedang ada masalah saat ini.


" Selesaikan masalah kalian dengan kepala dingin, Jangan biarkan anak anak yang menjadi korban !" Ayah Gery pun langsung meninggalkan anak dan menantunya yang masih saja diam dengan keadaan mereka masing masing.


" Kita harus bicara !! " Max menarik tangan Irene dan membawa nya ke kamar mereka.


Bahkan Max tidak lagi memperdulikan lagi Irene yang tersakiti dengan genggaman tangannya.


" Sakit !!!" Lirih Irene yang merasa tangannya sakit karena Max menarik tangannya.


Brak !


Max membanting pintu kamarnya setelah mereka berdua masuk ke dalamnya.


" Apa yang membuat mu berani membentak Maxim ??" Irene memejamkan matanya saat mendengar bentakan dari suaminya.


Melihat Irene yang ketakutan membuat Max merasa bersalah dengan istrinya saat itu.


" Apa yang terjadi hingga kamu memarahi Maxim hingga seperti itu Irene ?? Ini bukan kamu yang ku kenal. " Tanya Max pada istrinya.


" Maafkan aku, Maafkan aku, aku salah..." Irene menangis disana.

__ADS_1


Dia menangis karena telah terbawa perasaan hingga membuat putranya menangis.


Melihat istrinya yang menangis seperti itu pun membuat Max meras bersalah dengan bentakannya tadi.


" Kenapa menangis sayang ?? Maafkan aku juga yang telah membentak mu. " Max pun ikut berlutut dan memeluk istrinya.


Mendapatkan pelukan dari Max membuat Irene semakin menangis dalam pelukan suaminya.


Max terus memeluk Irene dan membiarkan Irene menangis karena dalam pelukannya,.


Setelah cukup lama Irene menangis akhirnya mereka bisa bicara baik baik.


Ini adalah pertengkaran pertama mereka.


Maka Max tidak ingin berlarut larut lagi memperpanjang masalah mereka berdua.


" Apa yang membuat mu seperti ini sayang ?? Kenapa kamu memarahi Maxim hingga membuatnya menangis seperti itu. " Tanya Max pada Irene berharap istrinya mau bercerita pada nya, Karena dia tau pasti ini ads yang salah dengan hubungan mereka berdua.


Apalagi Irene terlihat sangat berbeda setelah mereka pulang dari Mall.


" Siapa yang kamu temui hingga membuat kamu seperti ini ?? Bukan kah aku sudah mengatakannya ? Aku tidak akan kembali pada duni gelap ku lagi ?? Jadi jangan sampai aku kembali ke sana hanya untuk mencari tau siapa yang kamu temui. Karena jika sampai aku menemukan siapa yang kamu temui, Maka aku tidak menjamin apa yang aku lakukan padanya nanti. " Irene masih terdiam.


Dia enggan menjawab suaminya karena dia takut dengan pertengkaran merkea lagi.


" Baik, Jika itu yang kamu inginkan ! Jangan salahkan aku jika aku pergi mencari tau sendiri , Dan akan ku tunjukan pada mu bagaimana cara kerja ku menghadapi mereka. " Max hendak pergi berlalu meninggalkan istrinya.


Tapi Irene menarik tangan Max hingga pria itu tidak jadi pergi meninggalkan istrinya.


" Mia !" Max memejamkan kedua matanya saat mendengar jawaban dari istrinya.


Wanita yang memang sempat di lihatnya saat pertama kali mereka memasuki Mall.


Dan kenapa Max tidak berpikir sampai ke sana jika wanita itu berani menemui istrinya hingga menyebabkan pertengkaran seperti ini bagi mereka.


" Aku tau siapa dia, Dia wanita yang pernah menjadi penghangat ranjang mu, Dia juga wanita yang menjadi wanita yang selalu memuaskan hasrat mu, Bahkan dia juga---" Irene tidak bisa melanjutkan kata katanya saat Max kembali memeluk tubuhnya

__ADS_1


Tangis Irene yang tadi nya mereda kini kembali terdengar.


Bahkan kini lebih pilu dari yang pertama tadi.


" Hati Ku sakit mendengarnya mengatakan betapa bangganya dia menjadi salah satu wanita pemuas mu, Walau aku tau masa lalu mu, Tapi hati ku tetap sakit. Aku tidak ingin sakit hati, Dan hati ku tetap tidak mampu untuk tidak merasakan sakitnya, Dia tetap sakit. Maafkan aku..." Max terus memeluk suaminya dan menumpahkan perasaan sakit hatinya terhadap Max.


" Kenapa ?? Kenapa aku tidak bisa berpura pura saja seperti saat dulu ?? Kenapa sekarang aku semakin perasa, Bahkan aku tidak bisa mengontrol hatiku lagi. Kenapa ???"


Bigg...Bugh...Bugh...


Irene terus memukuli dada suaminya dan terus menangis hingga air matanya sudah membasahi kemeja yang di kenalkan Max.


" Aku tidak ingin terus seperti ini, Jangan siksa aku dengan masa lalu mu, Aku tidak ingin..." Bukan hanya Irene yang bersedih.


Max juga bersedih dnegan keadaan istrinya yang seperti ini.


" Maafkan aku yang tidak bisa mengontrol hati ku, Maafkan aku..." Suaranya semakin lirih hingga tangis yang tadinya terus terdengar kini berganti dengan hembusan nafas istrinya yang terdengar teratur.


Mengetahui bahwa Irene telah tertidur membuat Max langsung mengangkat istrinya dan membawanya ke tempat tidur.


Di baringkan Max dengan perlahan tubuh Irene hingga benar benar nyaman posisinya.


" Maafkan karena masa lalu ku membuat ku menangis seperti ini, Maafkan aku sayang...Demi Tuhan maafkan aku..." Di cium Max kedua kelopak mata Irene yang sembab karena terlalu lama menangis.


Bukan Max tidak ingin menjawab semua yang di ucapkan Irene, Tapi dia memang sengaja membiarkan istrinya terus mengeluarkan apa yang di pendam nya hingga semua keluar.


Dan benar saja, Apa yang di pendam Irene akhirnya keluar juga,.


" Aku tidak akan pernah mengkhianati mu sayang, Tidak akan lagi. Aku bersumpah untuk itu. Maafkan semua masa lalu ku yang begitu buruk sebelum menemukan mu, Hingga kini masa lalu ku juga yang membuatmu menangis. Maafkan aku sayang. " Di selimuti Max tubuh istrinya yang tertidur, Lalu di ambilnya ponsel yang masih berada di saku celananya.


Dia menghubungi seseorang yang akan mengeksekusi wanita sialan itu.


" Seret wanita yang bernama Mia ! aku tidak ingin melihatnya lagi di negara ini ! Terserah kalian ingin melakukan apa pun padanya ! Tapi yang pasti aku ingin dia menyesal karena telah berani menemui istriku ! Aku ingin dia tau bahwa aku tidak menyukai ke lancangannya yang telah berani mengatakan hal menjijikan pada istri ku ! Pastikan dia menyesalinya !!" Max langsung memutus sambungan teleponnya setelah memberi perintah pada anak buahnya.


Dan dia pun bergegas untuk membersihkan tubuhnya karena sudah terlalu malam.

__ADS_1


...🤍🤍🤍...


__ADS_2