IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )

IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )
Gila


__ADS_3

Semakin hari sikap Max semakin menjadi saja, Apapun tentang hal apapun pasti dia akan marah dan mengamuk.


Sudah tak terhitung berapa banyak peralatan makan yang di hancurkan nya karena dia tidak bisa memakan apapun, Dia lapar, Dia ingin makan tapi tidak ada satu pun yang bisa di makan oleh nya.


Hany bisa makan roti dan susu saja, Buah pun kadang dia tidak bisa menelan nya, Karena apa yang pernah di buatkan Irene untuk nya pasti akan teringat pada nya dan membuat nya tidak bisa makan.


Pryar !!!


Suara pecahan kaca di kamar mandi nya di pecahkan oleh Max sendiri, Dia menghantam kaca tersebut dengan tangan nya yang kini mengeluarkan darah, Bahkan juga ada serpihan kaca nya yang menancap sempurna' di tangan nya yang terkepal.


" Dimana kau Irene !!! Puas kau sudah menyiksa ku begini hah ??? Dulu kau meninggalkan ku saat aku baru merasakan memiliki teman seorang anak kecil yang membuat ku gila karena menyukai gadis yang berusia 7 tahun, Dan sekarang kau kembali meninggalkan ku dan membuat ku lebih gila lagi dari yang dulu!! Kau hebat Irene ! Kau hebat, Kau dan Thania, Aku membenci kalian !! Aku membenci mata kalian !!!" Teriak nya penuh emosi.


Dia benar benar emosi saat ini, Sudah dua bulan ini dia merasakan hal seperti ini, Sudah dua bulan juga lama nya Irene menghilang dari pandangan nya, Max bertanya tanya dimana sebenar nya wanita itu ?


Wanita yang telah menyiksa nya hingga seperti ini.


Jika dulu Max di lihat sangat tampan dan rapi menjadi idaman kaum wanita, Maka tidak dengan Max saat ini.


Dia tidak lagi rapi, Tidak lagi terlihat seperti Max yang dulu karena dia banyak kehilangan berat badan nya dsn penampilan nya sangat berantakan.


Dia lebih sering kerja dari rumah dari pada harus pergi ke kantor, Jika pun dia pergi ke kantor, Maka akan pergi dengan pakaian biasa.


Lagi pula siapa yang berani melarang nya ??


" Aku akan menemukan mu Irene ! Tidak perduli siapa kau, Irene atau Thania, Kalian harus membayar semua yang telah kalian lakukan pada ku, Aku akan membalas kalian ! Aku pastikan itu !" Max langsung bertekad untuk menemukan Irene atau Thania, Dia akan membalas semua ini pada nya, Terlebih itu akan terwujud atau tidak nanti nya.


Yang pasti saat ini dia harus bangkit, Dia akan bangkit untuk mencari Irene sendiri, Mencari dimana keberadaan wanita yang telah membuat nya tidak bisa melakukan apapun seperti ini.


" Kau akan menerima akibat nya nanti ! aku pastikan itu!!"


...🤍❤️...

__ADS_1



" Ayo makan, Kamu belum makan bukan ?? Kakak sudah membawakan sup ayam untuk adik ku yang cantik ini. " Irene yang berada di posisi nya melihat ke arah kakak nya yang baru saja datang membawakan makanan untuk nya.


" Irene gak lapar kak..." Senyum Nathan luntur seketika saat adik nya menolak makanan yang di bawa nya


Ini juga bukan hak yang pertama, Tapi sudah cukup sering, Adik nya itu hanya memakan Selembar roti dan susu kehamilan nya, Itu pun yang rasa Vanila saja.


Karena Irene tidak menyukai banyak rasa, Dia lebih suka makan buah dan selembar roti tanpa selai apapun.


Itu lebih baik bagi nya dari pada harus memakan dengan berbagai macam rasa yang ada.


" Irene..."


" Ya kak ??" Dia duduk di samping kakak nya dan Nathan langsung memeluk nya.


" Maafkan jika kakak memiliki salah pads mu, Kakak melakukan ini semua demi keselamatan mu, Maafkan kakak jika mengurung mu membuat mu tertekan seperti ini, Tapi itu semua demi kebaikan kamu. " Irene mengangguk.


Dia merasakan bagaimana hangat nya sebuah pelukan dan kasih sayang dari orang orang yang memang di sayangi nya.


" Maafkan kakak, Jika belum bisa membawa ayah angkat mu kesini, Dia sudah di tahan lebih dulu oleh baji- Maksud kakak Max. " Kenapa Nathan tidak jadi mengumpat Max ? Jawaban nya adalah karena adik nya ini sangat mencintai bajingan itu.


Walau Irene tidak pernah mengatakan bahwa dia keberatan saat Nathan menyebut Max pria bajingan, Tapi Nathan tau bahwa adik nya merasa tidak nyaman dengan itu semua.


" Oke, Katakan pada kakak kamu ingin apa ?? apa mau melihat air terjun nya ??" Irene melepaskan pelukan kakak nya dan menatap mata hitam milik Nathan yang sama seperti milik nya.


" Apa boleh ??"


" Kamu mau ???" Irene mengangguk dengan penuh semangat.


Senyum nya juga sudah terlihat untuk Nathan, Karena selama dua bulan ini, Belum sekali pun Nathan mihat senyuman tulus dari Thania nya, Dan kini Nathan bisa melihat nya.

__ADS_1


" Tapi makan dulu ya, Bagaimana pun, Anak kamu itu anak kakak juga, Biarkan kakak yang menjadi ayah untuk nya, Dia bisa memanggil kakak sesuka nya nanti. "


" Suapin Irene bisa ??" Nathan pun tersenyum dengan sempurna saat Irene meminta makan dari tangan nya.


Maka dengan segera Nathan melakukan nya, Karena sejak dulu pun Nathan lah yang sering menyuapi nya makan.


Irene makan dengan sangat lahap, Dia benar benar makan dengan baik Hari ini, Entah karena memang dia lapar, atau memang karena tangan kakak nya


" Enak ??" Tanya Nathan saat melihat adik nya begitu lahap menghabisi makanan nya.


" Enak, Suku juga Irene sering masak untuk Max, Dia makan dengan---" Irene tidak melanjutkan ucapan nya saat melihat raut wajah kakak nya yang berubah saat dia menyebutkan nama pria yang sangat di benci kakak nya ini.


Tapi mau bagaimana lagi ? Memang begitu kenyataan nya, Walau pria itu kejam dan suka menyiksa nya, Irene tetap mencintai nya.


Karena Max lah cinta pertama bagi nya, Max lah yang membuat nya merasakan apa itu cinta, Walau bertepuk sebelah tangan.


Dia cukup bahagia bisa memeluk Max saat pria itu benar benar sudah tertidur dan mencium kening nya.


Dia melalukan itu semua benar benar saat Max sudah terlelap dan terbuai dalam mimpi nya.


" Sudah selesai, Ayo mandi kakak tunggu kamu di bawah, " Irene hanya mengangguk saja.


Setelah kepergian Nathan, Air mata nya kembali turun saat mengingat Max.


Apakah pria itu merindukan nya ? Tidak kah dia bisa merasakan perasaan nya ini, Rasa cinta nya yang begitu besar untuk Max.


Setidak nya jika tidak mencintai nya, Cukup bersikap baik pada nya, Tapi itu mana mungkin terjadi !


Karena Max tidak akan tau apapun isi hati nya saat ini, Pria itu terlalu dingin dan hati nya begitu membatu sehingga perhatian apapun yang di berikan Irene padan tidak terlihat sedikit pun di mata bening pria yang telah menanamkan benih kehidupan nya di dalam rahim Irene.


" Suatu hari nanti, Aku harap kamu bisa menerima semua ini, Bahwa ada anak kamu yang sedang hidup di dalam diri ku, Aku benar benar mencintai mu. " Air mata Irene meluncur deras sambil mengusap perut nya yang mulai membuncit.

__ADS_1


...🤍...


__ADS_2