IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )

IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )
Berkah


__ADS_3

Max masih tak percaya dengan apa yang di dapatnya saat ini.


Dimana di hari ulang tahunnya, Dia mendapatkan kado yang begitu luar biasanya dari sang istri tercinta.


Istri blasteran surga miliknya.


Max masih berdiri dengan tangan yang masih memegang benda pipih yang bertuliskan pregnant berserta tanda ❤️ di sana.


" Sayang..."


" Ya ??" Jawab Max yang menatap istrinya yang berada di depannya.


" Kenapa melamun ??" Tanya Irene pada Max yang seperti nya terus saja menatap pada testpack miliknya tadi.


" Aku hanya masih tidak percaya dengan apa yang aku dapatkan tahun ini, Aku menikah dengan mu, Memiliki Baby Max, Lalu kado terindah ini ?? Apa ini nyata ?? Jika ini mimpi tolong jangan bangunkan aku dari mimpi indah ini. "


Cup..


" Kamu merasakannya??" Tanya Irene lagi.


Max menganggukkan kepalanya karena dia merasakan kecupan manis yang Irene berikan padanya barusan.


" Jika kamu merasakannya berarti ini nyata, Aku memang sedang mengandung, Tapi tidak tau berapa Minggu, Karena aku baru telat 10 hari saja. "


Grep...


" I Love you Irene, I Love You So Much Honey...Thanks for all, " Ucap Max dengan memeluk tubuh istrinya.


Dia terus mengatakan terima kasih dan kata cinta terus terucap dari bibir Max untuknya.


Max hendak mencium bibir istrinya, Namum pintu kamarnya lebih dulu terbuka dan nampak lah seorang bocah berusia setahun setengah masuk ke dalam kamar mereka.


" Daddy, Mommy,. " Panggil Maxim yang masuk dengan bantal tidur nya.


" Ayo sini Daddy merindukanmu. " Max pun langsung mengambil putranya dan menggendongnya.

__ADS_1


" Daddy, No !!!" Pekik Maxim saat Daddy-nya menciumi seluruh wajahnya.


" Daddy, No..." Ucap Maxim lagi karena Max terus menciumi wajahnya.


" Sayang sudah, Jangan menganggu Maxim. " Dan benar saja, Maxim pun menangis karena ulah Daddy-nya.


Melihat putranya menangis Max pun tersenyum melihat itu.


" Sudah ayo sini, Tidur bersama Mommy. " Irene pun langsung mengambilnya.


Dia membawa putranya untuk tidur bersama mereka malam ini.


" Apa Maxim nakal di rumah ??" Tanya Max pada istrinya setelah Maxim tertidur bersama mereka.


" Anak anak bukan nakal Sayang, Mereka hanya semakin aktif berinteraksi dengan dunia yang baru mereka lihat. Apalagi seusia Maxim masih memiliki rasa penasaran yang luar biasa tingginya. Mereka tidak memikirkan bahaya karena mereka tidak tau apa itu bahaya. "


" Maaf, Aku tidak bisa membantu mu di rumah, Dan terima kasih atas hadiah ini. " Max mengusap perut rata istrinya yang sedang mengandung anak kedua mereka.


"Tidak apa sayang, beban mu banyak, Kamu bekerja seharian dan mengurus ribuan karyawan, jadi tidak mungkin aku membebani mu lagi dengan urusan rumah tangga kita. " Sungguh mulia hati istrinya ini.


Sungguh Irene memang sangat luar biasa, Bahkan dia tidak pernah mengeluh sedikit pun tentang kehidupan yang di alami nya.


" Jangan terlalu lelah di rumah. Jika perlu tidak perlu memasak lagi untuk ku oke ?? kamu sedang mengandung Baby girl. " Irene terkejut dengan penuturan suaminya yang mengatakan tentang Baby girl.


Apa seyakin itu Max pada kandungan Irene saat ini ??


" Hello Baby, Jangan banyak menyusahkan Mommy mu sayang, Mommy mu sudah lelah mengurus Daddy dan Kakak mu, Jadi jangan lagi menyusahkan Mommy oke Darling ???" Max kembali mengusap perut Irene dan dia juga menciumi perut istrinya yang entah mengapa membuat Max betah berlama lama di dekat Irene.


" Tapi kenapa aku tidak merasakan apapun lagi saat ini ?? Dulu saat kamu mengandung Maxim, Aku sudah tidak berdaya jika begini, Tapi ini aku seperti terlihat baik baik saja. " Max pun heran karena saat ini dia belum merasakan apapun tentang kehamilan Irene.


" Aku yang memintanya, Untuk tidak menyusahkan Daddy-nya lagi, Karena aku tidak ingin kamu terbebani dengan kehamilan ku. "


" Jika menginginkan sesuatu jangan Pernah memandangnya, Katakan saja pada ku apa yang kamu inginkan, Aku ingin merasakan seperti yang para pria rasakan saat kehamilan istrinya, Aku juga ingin mencari makanan apa yang kamu inginkan, Seperti yang Boy sering ceritakan pada ku dulu. " Irene hanya mengangguk saja.


Dia mengusap kepala suaminya yang tidur di sampingnya setelah Maxim tertidur.

__ADS_1


" Sayang..." Panggil Irene pada suaminya.


" Ya ??" Jawab Max pada istrinya.


" Aku ingin bertanya sesuatu pada mu. "


" Apa ??" Terlihat Irene menghirup nafas nya dalam sebelum mengatakan sesuatu pada suaminya.


" Aku mendapat kan kabar dari pelayan, Bahwa ibu sedang sakit, Dan kabarnya juga ibu sedang di rawat di rumah sakit. Apa boleh aku menjenguknya ??"


" No !" Jawab Max dengan tegas.


Dia tidak ingin ibunya menyakiti Irene lagi. Walau tidak dengan perlakuan kasar nya, Tapi kata katanya bisa saja menyakiti Irene.


Walau Max juga tau pasti istrinya tidak akan selemah itu menghadapi ibunya.


Tapi Max harus berjaga jaga bukan ??


Karena anggaplah dia sedia payung sebelum hujan.


Jadi dia bisa menjaga Irene.


" Tapi sayang, Sekali saja. Setidaknya jika dia tidak menerima ku sebagai menantunya, Aku ingin menjenguk ibu sebagai kerabat saja. Aku mohon..."


" Tidak...!!!" Jawab Max lagi.


" Sayang, Dengarkan aku, Aku tau Perbutan ibu tidak bisa di benarkan begitu saja, Tapi kita juga tidak tau apa yang terjadi di masa lalu antara ibu dan Daddy, Aku rasa tidak mungkin Daddy tidak mengetahui kelakuan ibu yang suka berselingkuh, Kita juga harus berpikir di sana, Apa yang membuat Daddy diam saja mengetahui tabiat ibu yang seperti itu. Mungkin saja ada rahasia yang mereka sembunyikan. Coba tanyakan pada ibu,. "


" Aku tidak ingin mengetahui apapun tentang masa lalu mereka. Karena siapa pun yang bersalah disini, Luka di hatiku akan sulit di sembuhkan. Aku sudah hidup lebih baik bersama kamu dan Maxim. Lalu sebentar lagi juga ada Baby yang akan hadir kembali di tengah tengah kita bertiga, Jadi jangan rusak kebahagiaan ku dengan membahas masalah ini lagi. Aku sudah cukup berbesar hati untuk menerima semua ini, Jadi biarkan aku hidup dengan cara ku saat ini. Karena cara kerja dan tujuan hidup ku saat ini adalah kamu dan anak anak. Aku tidak ingin memikirkan apapun lagi yang akan membuat ku lemah. Aku juga sudah meninggalkan dunia hitam yang ku geluti, Itu semua karena kamu. " Irene bisa bernafas lega saat ini karena suaminya telah lepas dati jeratan hitam dunia kelamnya.


Apalagi kini Max juga sudah meninggalkan dunia mafianya yang itu berarti Irene bisa bernafas lebih lega lagi saat ini.


" Jika itu keputusan kamu aku akan mengikutinya, Tapi bolehkan aku mengirimkan bingkisan untuk ibu di rumah sakit ??" Tanya istrinya lagi.


Dengan terpaksa Max mengizinkannya karena itu lebih baik untuk mereka saat ini.

__ADS_1


" Jika hanya bingkisan saja aku mengizinkan mu, Tapi tidak untuk berkunjung, Dan besok, Datanglah ke kantor setelah jam makan siang, Kita akan ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan kamu dan Baby. Sekarang ayo tidur. "


...🤍🤍🤍 ...


__ADS_2