
Prang !
Semua pelayan berdiri mematung di tempat mereka saat melihat Tuan mereka kembali melemparkan semua makanan yang mereka buat.
Ini adalah Mangkuk Mie yang ke 4 yang di campakan Max di depan mereka semua.
Bukan hanya para jajaran koki Rumah besar nya, Tapi para pelayan nya juga berdiri ketakutan..
Siapa yang tidak takut jika seperti itu, Tuan mereka yang biasa nya tidak pernah repot soal makanan kini menjadi lebih kritis dan cerewet soal makanan.
Bahkan berubah menjadi berkali kali lipat.
" Sudah ku katakan bukan ? Bahwa aku ingin Mie lengkap seperti yang ku makan waktu itu ! Dan apa itu ?? Makanan sampah seperti itu kalian berikan pada ku ??" Apa kata bos nya ini ?
Makanan sampah ? Padahal ini sangat enak, Koki dirumah Max juga bukan koki sembarangan.
Mana ada makanan sampah, Jika semua bahan nya bahan terbaik.
Jadi mana mungkin mereka berani memberikan makanan sampah dan tidak enak pada majikan nya ? Jika Max tidak cerewet saja mereka menyiapkan yang terbaik, Apalagi saat ini ??
" Bersihkan itu ! Dasar tidak berguna !!"
Brak !
Max menendang kursi makan nya hingga terpental jauh, Dan hal itu semakin membuat mereka semakin ketakutan.
Setelah kepergian Max, Para pelayan nya pun kembai membereskan pecahan piring dan alat makan lain nya lagi, Yang telah di campakkan Max yang ke empat kali nya.
Mereka semua bertanya tanya, ada yang terjadi pada Tuan nya ? Kenapa sering marah marah ?
Apa karena wanita cantik yang beberapa saat lalu sering masuk ke dapur dan memasak ?
Lalu dimana wanita itu jika tuan nya membutuhkan nya ? Kenapa di biarkan pergi ?
" Sudah seperti orang ngidam saja, " Gumam salah satu pelayan yang hanya berani bicara dengan diri nya saja.
Jika sampai terdengar oleh Max, Bisa habis dia nanti.
__ADS_1
" Aku harus makan apa jika begini ?" Gumam nya setelah masuk ke dalam ruangan tempat nya bisa duduk sambil menikmati hari libur nya.
" Apa yang harus ku lakukan saat ini ? Jika Irene adalah Thania, Aku telah menyakiti hati nya, Bukan hanya fisik nya. " Max merebahkan tubuh nya di sofa besar ruangan sejuk itu.
" Irene..." Gumam nya lagi sambil memejamkan kedua mata nya.
Dia tidak tau kenapa tiba tiba menginginkan mie yang pernah di buatkan Irene untuk nya.
Itu mie nya sangat enak, Luar biasa enak nya hingga membuat nya tidak menginginkan makanan lain nya lagi.
Dia hanya menginginkan Irene saja, Makanan yang di buat Irene semua di terima sangat baik oleh nya.
Entah apa yang di rasakan nya saat ini, Dia juga tidak mengerti apa yang di rasakan nya.
Dia tidak pernah merasakan apa itu jatuh cinta, Hanya ada rasa prihatin saat melihat anak usia 7 tahun bermata bulat hitam pekat menangis di taman dekat sekolah nya.
Sejak saat itu dia merasakan ketertarikan, Tapi apa lah dia, Usia nya yang saat itu sudah berusia 18 tahun, Dan sudah mengalami kehancuran karena ibu nya, Kembali merasakan apa yang nama nya sebuah perhatian.
Tapi, Itu semua hanya sesaat, Karena sejak saat itu dia tidak lagi bertemu anak kecil itu, Dan Disana lah hati nya kembali membatu karena tidak memiliki siapapun lagi setelah kematian Ayah nya.
Bagaimana bisa Irene adalah Thania ? Lalu Jonathan ? Kakak nya Thania ?
Pria yang telah membatalkan seluruh kerja sama mereka !
Walau Nathan memberi ganti rugi seluruh nya, Max yakin, Bahwa Nathan tidak akan membiarkan nya bertemu dengan Irene dengan mudah.
Maka dia masih memikirkan bagaimana bisa menemui Nathan, Karena informasi yang di dapat nya, Bahwa Nathan tidak berada di tempat nya.
Bahkan juga Pria Asia itu tidak terlihat lagi di perusahaan nya.
Untuk itu dia mengutus beberapa anak buah nya untuk mencari tau dimana saja aset tak bergerak milik Nathan, Rumah, Apartemen atau Villa, Max meminta semua itu.
Semua pemberitahuan tentang seluruh aset milik Nathan, Dan setelah menemukan nya, Baru lah dia bergerak untuk menemui Irene nanti nya.
Tapi hingga saat ini, Seluruh aset tak bergerak milik Nathan tidak di temukan mereka sedikit pun tanda tanda keberadaan pria itu, Apalagi Irene .
__ADS_1
" Hueeek !!!" Max kembali berlari kamar mandi terdekat dari nya, saat dia kembali merasakan perut nya bergejolak.
Dia benar benar tidak kuat saat ini, Dia tidak bisa makan apapun karena semua tidak ada rasa di lidah nya.
Lalu, Perut nya yang terus terusan mual dan muntah di waktu waktu tertentu membuat nya sulit untuk beraktivitas seperti biasa nya.
Dia menyukai aroma Parfume milik Irene, Bahkan dia membawa botol Parfume mahal itu kemana pun di pergi, Dan menjadi obat penenang untuk nya di saat saat seperti ini.
" Sialan ! Penyakit apa ini ?? Apa yang terjadi pada ku saat ini ?" Tanya Max pada diri nya sendiri.
Kedua tangan nya mencengkram erat wastafel dan menatap tajam pada bayangan nya di dalam kaca besar itu.
Dia melihat bahwa wajah nya pucat, Dia sedang tidak baik baik saja saat ini.
" Aku bisa gila jika begini terus. " Ucap nya lagi sambil mencuci wajah nya.
Sementara di Sebuah pulau pribadi milik Nathan, Irene tengah menikmati hari nya di pantai pulau pribadi kakak nya ini.
Dia merindukan sosok pria kejam yang telah menanamkan benih nya di rahim Irene hingga menjadi sebuah janin yang sedang berkembang di dalam diri nya.
" Apa Daddy kamu merindukan kita sayang ? Sedang apa Daddy kamu ya ?? Apakah dia baik baik saja ? Dia makan dengan baik ? Bagaimana Luka di punggung Daddy kamu sayang ?" Irene mengusap perut nya sambil berpikir jauh kesana.
Sudah di sakiti begitu dalam nya pun dia masih mencintai pria itu ?
Memikirkan nya hingga malam nya juga, Karena biasa nya Irene lah yang memasak untuk pria itu, Memasak dengan penuh cinta dan kasih sayang nya untuk Max.
" Apa kamu merindukan ku ? Bagaimana kabar mu Disana Tuan ? Apa kamu baik baik saja ? Taukah kamu bahwa sekarang ada anak kita disini ??" Air mata Irene jatuh tiba tiba saat dia kembali mengingat kata kata Max yang tidak ingin memiliki anak di antara hubungan mereka.
Dan kini Irene tengah mengandung anak Max, Apa dia akan menerima anak nya ??
Mengingat itu membuat Irene semakin banyak mengeluarkan air mata nya karena memikirkan nasib anak nya nanti yang terlahir tanpa sosok ayah.
Apa yang harus di lakukan nya ? Jika dulu saja dia di hina sebegitu jahat nya saat memiliki ibu seperti Ibu Danise, Lalu bagaimana anak nya nanti, Yang terlahir tidak memiliki ayah karena ayah nya tidak menginginkan nya sama sekali.
" Maaf kan Mommy nak, Maafkan Mommy sayang. " Nathan sangat bersedih saat mendengar curahan hati adik nya yang mengatakan semua kegundahan hati nya tentang pria bajingan itu.
Nathan benar benar tidak terima adik nya di perlakukan seperti itu.
__ADS_1
Tapi melawan nya pun tidak mungkin, Maka jalan satu satu nya adalah menutup jati diri Irene dan mengasingkan nya dari dunia luar adalah jalan terbaik nya saat ini.
...🤍❤️ ...