
Max benar benar lemas tak berdaya, Bahkan hanya untuk menegakan kepala nya saja dia tidak sanggup lagi, Ras Anya terlalu berat dan pusing bersamaan.
Apa dia mengalami jetlag ? Tapi rasa nya tidak mungkin, Karena mengingat bahwa Max sering sekali bepergian jauh menggunakan pesawat pribadi nya, Dan terbukti selama itu dia baik baik saja, Tapi kenapa saat ini rasa nya berbeda ?
" Aku harus bangun, Aku harus mandi. " Max hendak ke kamar mandi karena memang dia ingin buang air kecil, Mana mungkin dia memaksa buang air kecil di tempat tidur karena itu tidak mungkin ! dan lagi pula itu sangat menjijikan !
Sekuat tenaga Max berusaha untuk bangun dan berdiri, Namun usaha nya gagal karena dia terjatuh dan pingsan.
Brugh...
Tubuh besar nya jatuh dan tergeletak tak berdaya di atas lantai kayu Villa milik nya ini.
Entah berapa lama dia terjatuh dan tak sadarkan diri di lantai kamar nya, Tapi saat dia sadar, Ternyata dia sudah berada di rumah sakit.
Ya, pelayan rumah nya yang mendengar suara kegaduhan di kamar nya Max langsung melihat nya, Dan ternyata benar, Tuan nya lah yang tergeletak di lantai kamar besar itu.
Maka dengan segera anak buah nya membawa Max ke rumah sakit di Kota.
" Kenapa aku bisa dirumah sakit ?? Dan sejak kapan ?' Monolog nya pada diri sendiri saat melihat sekeliling ruangan ini putih, Dan ada jarum infus beserta teman teman nya yang menghiasi tangan kekar nya yang kini mulai mengurus karena memang pengaruh keadaan kesehatan tubuh nya saat ini.
" Eegghh...Rasa nya kepala ku ingin pecah !" Ucap nya lagi sambil memegangi kepala nya yang memang sangat sakit dan berdenyut, Terkadang juga dia seperti di putar putar.
Maka lebih baik dia memejamkan kedua mata nya saja, Dari pada harus membuka mata nya dan tersiksa seperti ini .
" Aku ingin makan Mie, Tapi dimana aku bisa menikmati nya ? Kau dimana ?? kau tau ?? Kau berhasil menyiksa ku dengan semua ini ! Hanya untuk makan pun aku sulit ! Aku bukan gembel yang tidak bisa membeli apapun, Tapi aku tidak mampu memakan apapun hanya karena mu ! Apa kau bahagia sekarang ?? Kau bisa menyiksa ku seperti ini ??" Max menatap kosong ke arah jendela yang memperlihatkan bahwa di luar sana tengah hujan deras.
Sangat deras !
" Jika iya, Wahh...Aku akan mengatakan selamat pada mu ! Selamat karena kau telah berhasil membuat ku terlihat lemah ! Kau bahagia bukan ? Melihat ku tidak berdaya seperti ini ???" Pikiran nya melanglang buana di luar sana karena memikirkan Irene yang meninggalkan nya !
Dimana dia harus mencari wanita itu ?? Bahkan dia juga sudah mencari di swiss pula, Namun belum menemukan titik terang nya dia sudah berada di rumah sakit seperti ini.
Max seperti pria lemah saat ini, Bagaimana biasa nya jika terkena peluru saja dia tidak kerumah sakit, Lalu ini dia di rawat dirumah sakit hanya karena tubuh nya yang tidak bisa di ajak bekerja sama ?? Luar biasa sekali tubuh nya ini.
Apa ini karena Irene ? Seperti yang di katakan Boy ?
Jika Irene yang mengandung dan Max yang mengalami ngidam nya ?
__ADS_1
Entah mengapa juga, Mengingat Irene yang seperti nya mengandung membuat dada nya semakin sesak, Benar kah Irene mengandung anak nya ?
Lalu apa yang harus di lakukan nya jika Irene benar benar mengandung ??
" Apa kau sudah puas melihat ku begini ?? Selamat Irene ! Selamat ! Kau telah berhasil membuat ku terlihat lemah ! Kau berhasil !" Kedua tangan Max mengepal kuat dengan dada nya yang sesak.
Tanpa di sadari kedua nya, Mereka hanya terpisah oleh dinding pembatas rumah sakit, Dimana saat ini Irene berada di ruangan VVIP 1 dan Max di VVIP 2.
Hanya tembok pembatas saja, Sementara Irene ? Dia yang sudah sadar pun merasakan hal yang sama, Dada nya sesak sekali.
Kini dia duduk di atas ranjang nya, Dia memikirkan Max, Entah kenapa dia bisa bermimpi bahwa Max sedang sakit dan memanggil nama nya.
" Apa kamu merindukan ku ? Apa benar yang ku rasakan ? Bahwa kamu memang merindukan ku dan anak kita ??" Anak kita ?
Irene selalu menangis jika mengingat ada anak yang sedang tumbuh di rahim nya.
Buah cinta nya bersama Max, Dia tidak menyesal karena telah menjadi pemuas bagi Max, Karena dia mencintai pria kejam itu.
Entah sejak kapan dia mencintai nya dia juga tidak tau, Karena cinta bisa datang kapan saja dan pergi begitu saja.
" Max, Aku merindukan ku, Ada anak kita disini, Dia juga merindukan Daddy nya. " Irene mengusap perut nya yang mulai membuncit.
" Makan sayang..." Seru Nathan pada adik nya yang terlihat melamun lagi.
Sebenar nya dia juga kasihan melihat adik nya, Tapi jika dia membiarkan Irene bertemu max, Apa yakin pria itu tidak akan menyakiti adik nya lagi ?
Apalagi dia mendengar curahan hati adik nya yang mengatakan apa Max merindukan nya dan menerima adik nya ? Disana lah hati Nathan benar benar sakit mendengar nya.
Adik nya di anggap barang oleh Max, Hingga hamil seperti ini.
" Kak, Aku mau keluar, "
" Di luar hujan sayang...Tidak bisa keluar. " Irene langsung melihat ke arah jendela nya, Ternyata benar di luar hujan, Dia baru tersadar jika di luar sana hujan sedang turun.
" Kakak bawa kamu keliling sini saja ya, tunggu, Kakak cari kursi roda lebih dulu. " Nathan meninggalkan Irene sebentar untuk mencari kursi roda dan kembali lagi.
Irene sudah duduk di kursi roda nya, dan Nathan bersiap mendorong nya.
__ADS_1
Sambil Nathan mendorong kursi roda nya, Disana juga Irene memakan roti roti yang di belikan Nathan tadi.
" Aku tidak ingin makan makanan sampah ini !!! Aku ingin Mie lengkap ! Aku ingin makan mie bukan sampah seperti ini !!!" Suara Max menggelegar di ruangan nya hingga terdengar ke luar.
Bukan hanya suster saja yang ketakutan, Semua orang yang mendengar nya juga ketakutan..
Pria itu sedang mengamuk di ruangan nya, Dia memaki semua orang yang ada disana karena tubuh nya yang lemah saat ini.
" Aku hanya ingin makan Mie yang di buatkan Sekertaris ku !! Aku tidak ingin Mie yang seperti ini !!! Cari wanita itu dan bawa pada ku !! Aku tidak mau tau kalian harus menemukan nya segera !!!"
" Tapi akan mencari Nona Irene Tuan, " Dari pads harus terus terkena amukan dari Tuan nya, Lebih baik mereka pergi menyelamatkan diri nya saja.
" Kau dimana Irene ?? Kau dimana ?? Aku merindukan mu ! Kau harus aku dapatkan lagi bagaimana pun cara nya ! Kau yang telah membuat ku seperti ini ! Kau harus bertanggung jawab untuk semua nya ! Kau harus bertanggung jawab atas keadaan ku !" Seru nya lagi.
Nathan yang hendak kembali ke kamar Irene untuk mengambil ponsel nya pun mendengar semua teriakan pria di kamar VVIP 2.
Dan saat dia bertanya pada Suster tadi, Ternyata itu adalah Max, Pria yang telah menyakiti hati adik nya ternyata berada di Negara ini juga.
Kemana lagi dia harus membawa Irene lagi ? Apa mereka harus kembali ke Paris ? Tapi di Paris menjadi target utama dari pemantauan anak buah Max.
Apa mereka kembali Ke Korea saja ? Disana mereka bisa memulai hidup baru,.
" Aku harus membawa Irene segera ! Irene tidak boleh bertemu dengan Max. " Nathan langsung pergi meninggalkan ruangan Max, Tapi mata tajam seorang Max tidak bisa di bohongi lagi.
Dia dapat melihat siapa yang datang dan berada di depan ruangan nya.
Itu Nathan ! Jonathan.
" Jangan pergi !! Jonathan !!!!' Teriak Max, Sekuat tenaga dia berusaha untuk bisa bangkit untuk mengejar Nathan, Tapi apa daya tubuh nya yang lemas tak berdaya ini, Hingga membuat nya Jatuh kembali.
Brugh...
" IRENE !!!!!" Teriakan Max menggema hingga membuat Irene pun seperti merasa ada yang memanggil nya.
" Kakak, Kenapa seperti ada yang memanggil nama ku ??" Tanya Irene saat merasa mendengar seseorang memanggil nama nya, Dan suara itu seperti sangat familiar di telinga nya.
Itu seperti suara Max.
__ADS_1
" Tidak ada sayang, Ayo kita pulang ke rumah, Tapi jauh, Kita menginap dirumah teman kakak saja dulu ya, Di Jerman, ." Irene yang tidak mengerti apa apa pun hanya bisa mengangguk saja sambil memegang dada nya yang terasa semakin sesak.
...🤍❤️...