
Mau tidak mau Max juga harus ikut andil hari ini.
Hari dimana Nathan akan melepas masa lajang nya, Dan dia di pilih menjadi pendamping nya.
Menyebalkan sekali bukan ? Bagaimana bisa wajah tampan nya yang bule 110 persen itu bersanding dengan wajah Korea yang juga sama besar persen nya.
Sangat kontras dan tumpang tindih jadi nya.
" Kau sengaja membuat ku menjadi pendamping mu untuk mempermalukan ku bukan ??" Tanya Max dengan wajah masam nya di yang berjalan di samping pria Korea itu.
Nathan hanya menatap malas pada nya, Tidak bisakah pria bule ini diam ? Dimana julukan pria dingin dan kejam itu ?? Kenapa sekarang setelah menjadi pemuja cinta nya sang adik menjadi pria yang super menyebalkan seperti ini ??
" Kau terlalu banyak bicara ! Jadi diam lah, Aku sedang menghafal janji suci yang akan ku ucapkan nanti, "
" Kau terlalu bodoh hanya untuk menghapal seperti itu, "
" Kau akan merasakan nya nanti jika saat kau berjalan dan melihat bagaimana mempelai mu menunggu disana dengan senyuman, Dan membuat hati mu bergetar. " Kini Max kembali menatap ke arah Nathan.
Benar kah seperti yang di katakan pria ini ? Hati nya akan bergetar saat melihat mempelai nya nanti ? Tapi saat ini dia biasa saja.
Tidak merasakan hal apapun.
Oh Max ! Kemana kepintaran mu dulu ? Apa kau benar benar menjadi bodoh saat ini ? Setelah mengalami kecelakaan dan kepala mu terluka ??
Jelas kau tidak merasakan perasaan apapun saat ini, Karena yang menikah itu bukan kau, Tapi Nathan, Jonathan Rhys Broiler kakak nya calon istri mu dan yang akan menjadi kakak ipar mu nanti.
Jadi kau tidak akan merasakan nya ! Lain hal nya jika itu Irene yang berada di depan sana, Dan kau mempelai nya.
Bisa jadi semua yang ada di pikiran mu terhapus oleh senyuman dan kecantikan Irene.
" Jelas kau tidak merasakan nya bodoh ! Karena bukan kau yang menikah ! Tapi aku !!"
" Sialan kau !! aku tidak bodoh sialan !!"
__ADS_1
" Diam dan jangan berisik !" Akhir nya Max pun menutup mulut nya saat musik pengiring mempelai pria mulai mengalun dengan indah.
Max mulai tidak fokus, Dia mulai berhalusinasi saat ini.
Dia sudah membayangkan bagaimana nanti nya dia berjalan di atas karpet merah merah yang di taburi ribuan bahkan jutaan kelopak bunga yang akan menjadi saksi langkah nya bersama Irene nanti.
Apalagi Irene tengah berjalan ke arah nya dengan senyuman indah, Gaun yang tak kalah indah nya, Mahkota di atas kepala nya membuat Max benar benar bisa gila hanya karena membayangkan hal seperti itu.
Ini sudah tidak benar ! Benar benar sudah tidak bisa di kondisikan lagi,.
Pokok nya setelah ini, setelah pesta pernikahan pria menyebalkan itu, Max akan segera menyelenggarakan pesta pernikahan nya bersama Irene dan akan lebih mewah dari pada pernikahan Nathan.
" Sayang..." Max pun kaget dan langsung tersadar setelah Irene menepuk bahu nya.
Bagaiman bisa Irene telah memanggil nya sebanyak 3 kali, Tapi tidak ada sahutan apapun, maka dia menepuk bahu calon suami nya itu.
" Ya Sayang ?? ada apa ??" Tanya Max yang kembali menetralkan diri nya saat ini.
" Tolong jaga Baby Max sebentar, Aku ingin ke toilet. "
Dia tidak ingin kembali kehilangan Irene karena kejadian waktu Nathan membawa nya adalah saat berada di sebuah pesta dan di toilet.
" Tidak usah, Aku bisa sendiri Hubby. "
" No ! Aku harus ikut dan menemani mu. Ayo !" Max pun menggandeng tangan Irene dan mengantarkan nya ke toilet.
Sepanjang jalan menuju toilet Max terus menggandeng tangan Irene hingga benar benar sampai di toilet dan membuatkan wanita nya masuk ke dalam.
Semua orang menatap ke arah mereka, Dimana seorang pria yang di ketahui mereka bernama Max Anderson tengah menggandeng tangan seorang wanita cantik bernama Joanathania Rhys Broiler yang lebih di kenal mereka sebagai Irene.
Max dengan gagah nya memakai setelah jas hitam dan menggendong baby Maxim yang terlihat sangat nyaman bersama sang Daddy.
Benat Benat definisi hot Daddy.
__ADS_1
Lagi pula wajah bule anak nya yang sangat mengagumkan itu menjadi pusat perhatian banyak orang di sekeliling nya.
Tapi apa perduli Max ?? Dia tidak memperdulikan tatapan memuja,ingin tahu bahkan tatapan heran karena mereka belum menikah tapi sudah memiliki anak.
" Aku memang belum menikah ! Lalu apa perduli kalian ?? Aku hanya tinggal melangsungkan pernikahan ku setelah Nathan, Jadi jika sampai aku masih mendengar kalian bergunjing tentang kehidupan pribadi ku, Maka aku tidak akan segan segan untuk mencabut lidah kalian !" Betapa geram nya dia saat ini.
Di jaman yang semakin modern seperti ini masih ada yang nama nya perlindungan seperti ini ? Menggunjing kan apa yang bukan menjadi hak dan kapasitas mereka.
Max tidak habis pikir dengan itu, Dia tidak pernah perduli dengan masalah orang lain, Tapi kenapa mereka perduli bahkan terkesan memojokkan mereka berdua ?
" Aku bisa memaklumi jika kalian bergunjing tentang ku, Tapi jika anak dan istri ku yang menjadi bahan pergunjingan kalian, Maka aku tidak akan segan segan melakukan hal yang bahkan kalian tidak pernah berpikir sedikit pun apa yang akan aku lakukan pada kalian semua ! tanam kan itu di kepala dan otak kalian !!" Max mengatakan hal itu dengan sangat tegas.
Dia tidak ingin Irene mendengar apa yang di bicarakan mereka dan akan berakibat buruk pada mental nya nanti.
Apalagi menurut yang di baca nya, Kesehatan mental ibu menyusui sangat berpengaruh besar pada produksi ASI nya.
Maka Max tidak ingin produksi ASI Irene buruk untuk putra nya ini.
" Apa sudah ??" Irene menganggukkan kepala nya dan kembali menautkan tangan mereka.
Dia tidak tau apa yang terjadi di luar toilet tadi, Saat Max melayangkan kata kata pedas nya untuk para wanita yang telah berani Menggunjing kan calon istri nya.
" Kenapa wajah kamu tegang sekali ??" Tanya Irene yang melihat wait wajah tunangan nya itu berbeda sekali.
" Tidak ada ! Tadi hanya ada tikus lewat yang membuat ku kesal. "
" Hah ? Tikus ?? Apa di hotel ini ada tikus ??"
" Ya ! Tikus tikus yang membuat ku ingin mencincang tubuh mereka hingga halus dan ku lemparkan ke lautan untuk menjadi santapan ikan hiu. "
" Tapi bagaimana bisa ??"
" Jelas bisa ! Jadi sudah jangan di pikirkan lagi. Kita sekarang kembali ke acara pernikahan kakak mu yang menyebalkan itu. " Irene pun setuju dengan tunangan nya itu.
__ADS_1
Mereka kembali ke dalam ballroom hotel kakak nya ini, tempat dimana acara pernikahan itu tengah di selenggarakan dengan sangat mewah bagi Irene.
...🤍🤍...