
Irene sudah sampai di kamarnya tapi dia ganggu nggak melihat suaminya keluar dari kamar mandi.
Karena merasa sudah terlalu lama, Akhirnya Irene memutuskan untuk masuk ke kamar mandi dan menyusul suaminya.
Dan benar saja kekhawatirannya, suaminya itu masih berada di bawah guyuran air shower.
Irene pun langsung bergegas mengambil handuk dan mematikan air shower tersebut.
" Sayang kenapa seperti ini?" Tanya Irene sambil berlinang air mata yang melihat keadaan suaminya yang begitu menyedihkan seperti ini.
Melihat kekhawatiran istrinya, Max pun hanya bisa menatap sendu pada Irene yang terus saja mengelap tubuhnya.
Bahkan Irene juga melepas celana nya yang sudah basah dan kotor.
" Kenapa mencintaiku sebegitu besarnya ? sementara ibuku dia tidak bisa mencintaiku walau hanya sedikit saja. " Mendengar pertanyaan suaminya membuat hati Irene semakin sakit.
Dia tidak tahu harus menjawab apa, Karena memang dia tidak tahu jawabannya.
" Jangan tanyakan apapun lagi saat ini, dan ayo keluar. " Max pun hanya bisa pasrah saja mengikuti istrinya yang membawanya keluar dari kamar mandi.
Secangkir teh hangat sudah disiapkan istrinya dan Max langsung meminumnya karena airnya sudah memberikan cangkir itu kepadanya.
" Kenapa melakukan hal bodoh seperti ini? ini sudah malam dan kamu menyiksa tubuh seperti ini hanya karena ibumu ? jika karena ibu kamu seperti ini maka aku akan melarang untuk bertemu ibu. tidak perlu lagi memikirkan cintanya yang tidak pernah diberikan untukmu, karena aku rasa cintaku saja sudah cukup untuk memenuhi semua itu. " Melihat kesedihan istrinya seperti itu membuat Max tidak tega.
Dia pun mengusap air mata air yang terus saja berlinang dari kedua sudut matanya.
" Maafkan aku yang telah menyakiti hatimu, Maafkan aku juga yang membuatmu khawatir terhadapku. Tapi aku hanya ingin tahu bagaimana rasanya dicintai oleh sosok ibu. "
" Sudah kukatakan bukan ? jika ibu hanya membuatmu sedih seperti ini, maka aku tidak akan mengijinkan yang bertemu denganmu.
__ADS_1
aku melarang mu untuk bertemu dengan ibu karena aku tidak ingin melihat suamiku menangis dan bersedih seperti ini. " Mendengar ucapan istri nya dengan penuh kasih sayang pada nya, Membuat Hati Max begitu hangat mendengar nya.
Istri mana yang kuat saat melihat kerapuhan suaminya seperti ini ?
Max tidak meminta banyak tentang hidupnya, dia hanya ingin merasakan bagaimana rasa dicintai oleh seorang ibu hingga usianya saat ini dia tidak pernah merasakan itu sama sekali.
Karena sejak dulu pun ibunya tidak pernah menganggapnya dan selalu saja sibuk dengan teman-temannya dan dunia luarnya.
Max hidup hanya bersama Daddy nya saja, sekolah dan belajar demi untuk membanggakan dirinya.
" Jangan menangis lagi karena aku, karena hatiku tidak sanggup lagi menahan beban yang begitu berat. tolong jangan tambahkan lagi beban ku. " Irene pun langsung memeluk tubuh suaminya.
Begitu juga dengan Max, Dia juga memeluk pinggang istrinya yang berdiri di depan nya, Bahkan Max juga menyembunyikan wajahnya di perut sang istri.
Keduanya larut dalam suasana hingga beberapa saat Irene melepaskan pelukannya pada Max itu juga dengan.
" Tunggu di sini aku akan mengambil pakaianmu biar kita agak segera tidur. " Max hanya bisa pasrah dengan semua perintah sang istri.
" Sini aku akan memelukmu hingga tidur seperti biasa."
" Jangan pernah tinggalkan aku seperti Daddy meninggalkanku, Jangan pernah membiarkanku kekurangan cinta seperti ibu ku yang melakukan itu padaku. aku mohon jangan. " Pinta Max dengan begitu sendu pada istrinya.
Dia tidak tahu bagaimana hidupnya jika tanpa Irene, Karena saat ini hanya Irene lah yang dimiliki olehnya.
" Bukankah aku sudah berjanji di hadapan Tuhan, Aku tidak akan meninggalkanmu apapun yang terjadi. Dan aku juga sudah berjanji untuk selalu bersamamu dalam suka maupun duka, Jadi aku harap jangan pernah ragukan lagi rasa cintaku untukmu karena aku benar-benar mencintaimu. " Max menatap wajah cantik istrinya yang berada di bawah sinar temaram lampu kamar mereka.
Dengan lembut wajah cantik itu dan diberikannya sebuah kecupan manis di bibirnya.
Cup..
__ADS_1
" Jika itu memang benar janji yang kau berikan pada Tuhan, maka aku akan meminta itu pada Tuhan untuk tidak mengambilnya dariku. Jika bisa, Lebih baik Tuhan mengambil nyawaku lebih dulu daripada aku harus hidup tanpa dirimu. biarlah aku yang kembali lebih dulu pada Tuhan asal aku bisa melihatmu dari sana. aku tidak tahu bagaimana hidupku jika tanpa dirimu, tanpa cintamu, dan tanpa kasih. aku tidak bisa membayangkan itu sayang, aku benar-benar tidak sanggup. " Air mata Max kembali mengalir karena dia benar-benar tidak kuat jika hidup tanpa irene.
Melihat air mata kesedihan dari suaminya membuat kita juga ikut larut dalam kesedihan.
Dia tidak menyangka jika suaminya bahkan rela mati lebih dulu demi untuk bisa melihatnya dari sana.
Sementara Irene bisakah dihidupkan tanpa Max ? maka jawabannya adalah tidak dia juga tidak akan bisa hidup tanpa.
" Maka aku juga akan meminta pada Tuhan tepat dimana saat tuhan mengambil mu dariku, maka aku juga meminta pada Tuhan untuk mengambil nyawaku saat itu juga. karena aku juga tidak bisa hidup tanpamu dan aku tidak bisa hidup tanpa cintamu. biarlah aku ikut mati bersamamu asal aku tidak hidup sendirian di dunia ini. "
" Aku mohon jangan menangis, Aku benar-benar tidak bisa mendengar tangisanmu, bahkan aku tidak sanggup melihat air mata ini jatuh, aku mohon jangan sayang. " Max berusaha menghentikan tanya istrinya, Dia tidak ingin melihat kesedihan Irene cukup sudah cukup dan melihat wanita itu tersakiti karenanya tapi tidak lagi mohon jangan lagi.
" Aku baik-baik saja sayang, Asal kamu juga baik-baik saja. aku akan sehat asal kamu juga sehat, dan aku juga akan menangis jika kamu menangis. aku hanya ingin hidup sederhana bersamamu, menghabiskan hari-hariku bersamamu dan anak-anak kita. aku berharap suatu saat kita akan berjalan di pantai berdua dan menikmati senja. " Max nggak tahu lagi harus menjawab apa.
Karena semua kata-kata yang diucapkan istri yang begitu tulus untukmu, cintanya dan seluruh hati sayangnya benar-benar beruntung merasakan itu dari Iran.
Dan semoga berharap apa yang dikatakan irian tadi benar, cukup cinta Irene saja maka mesti tidak akan kekurangan cinta apapun lagi.
" Sudah malam ayo tidur, sudah waktunya istirahat. " mengakhiri kisah mereka malam ini.
Kisahnya yang tak sempurna dan disempurnakan oleh ketulusan dan kekuatan cinta sang istri.
Boy menyebutnya istri blasteran surga, kan Irene adalah bidadari yang turun dari surga, bidadari yang diberikan tuhan untuknya, untuk menemani hari-harinya dan mengisi seluruh jiwa nya yang kosong.
" Aku mencintaimu sayang. "
" Maka hiduplah dengan baik dengan cinta yang kumiliki. " Tutur Irene pada suaminya.
Dan berakhirlah kisah mereka malam ini.
__ADS_1
...🤍🤍🤍...