
Hujan turun dengan begitu derasnya, Membuat jalanan menjadi licin dan ada beberapa pohon tumbang hingga membuat beberapa titik di jalan kota tertutup hingga membuat kemacetan.
Hal itu pula yang di rasakan Max saat ini, Hujan yang turun begitu deras dan dia juga terjebak macet membuatnya semakin tak karuan saat ini.
Hatinya sedang tidak baik baik saja saat ini, Dia begitu risau dan khawatir berada di dalam mobil.
" Berapa lama lagi ??" Tanya Max yang semakin panik.
" Apa tidak bisa meminta bantuan polisi Boy ? "
" Sebentar saya hubungi polisi lalu lintas Tuan. " Boy pun akhirnya menghubungi polisi lalu linta untuk membuka jalan alternatif untuk mobil mereka.
Namun apa yang di dapatnya ?? Mereka benar benar tidak bisa lewat karena beberapa titik terdapat pohon tumbang dan sedang mengevakuasinya.
Mendengar penjelasan dari Boy membuat Max benar benar frustasi saat ini.
Akhirnya dia memilih keluar saja dari mobilnya.
" Tuan, Anda mau kemana ??" Tanya Boy saat melihat Max yang ingin membuka mobilnya.
Beruntung Boy selalu siaga dengan mengunci pintu mobil mereka.
" Buka !! aku tidak mungkin disini terus sementara istri ku akan melahirkan. Aku tidak mungkin menunggu jalan yang belum tentu akan terbuka malam ini juga. !" Mendengar jawaban Max yang bercampur panik dan emosi pun akhirnya Boy membiarkan Bosnya pergi dalam keadaan hujan seperti ini.
Akhirnya Max benar benar keluar dari mobil dan berlari menembus hujan, apa yang terjadi hingga membuatnya nekad menembus hujan ??
Yang membuatnya nekad berlari dan menembus hujan adalah karena Irene, dia mendapatkan telpon dari Laura bahwa Irene di larikan ke rumah sakit, air ketubannya sudah pecah, dan berarti itu artinya sebentar lagi istrinya akan melahirkan anak mereka yang memang Max tidak ingin mengetahui jenis kelaminnya.
Biar menjadi kejutan untuk mereka nantinya, itu lah yang di katakan Max pada dokter saat mereka memeriksakan kandungan Irene sejak awal 4 bulan.
" Tunggu aku sayang, Tunggu aku untuk menemani mu melahirkan anak kita, Tunggu aku untuk sama sama berjuang untuk mu. " Max berucap dalam hatinya
Dia berlari sekuat yang dia bisa untuk mencapai rumah sakit internasional dimana Irene berada, apakah istrinya sudah sampai di rumah sakit ??
Max berharap Irene sudah sampai di rumah sakit dan tidak terjebak macet seperti ini.
" Selamatkan anak dan istri ku Tuhan, aku mohon padamu. " Ucapnya lagi di bawah guyuran air hujan yang membasahi seluruh tubuhnya.
Kemeja, Celana bahan dan sepatu pantofel yang masih melekat di tubuhnya menjadi saksi bagaimana kerasnya Max berjuang untuk bisa sampai di rumah sakit demi istri dan anaknya.
Dia bahkan tidka tau lagi sudah sejauh apa dia berlari menembus hujan, Aksi yang di lakukan Max menjadi tontonan orang orang yang berada di dalam mobil yang juga terjebak macet.
__ADS_1
Bukan hanya itu saja, Polisi lalu lintas yang mengatur evakuasi jalanan yang banyak pohon tumbang akibat hujan deras seperti ini.
Max mengabaikan derasnya air hujan yang membasahinya, Petir dan Guntur menemani langkahnya yang selalu terselip doa untuk istri dan calon anaknya.
Dia berharap bisa bertemu dengan anak dan istrinya tepat pada waktunya.
Bugh...
" Hey sialan !! kau mau mati ya ?? Perhatikan langkah mu bajingan !!" Max terjatuh saat dia hendak menyebrang jalan dan tertabrak mobil hingga membuat kakinya seperti terkilir.
Tapi Max tidka memperdulikannya lagi, Jika dia tidak dalam keadaan buru buru maka habislah pria yang mengatakannya bajingan itu.
Tidak ingin membuang waktunya lagi dia kembali berlari walau kakinya terasa be denyut dan nyeri.
" Aku bisa, ya aku bisa. " Max terus menguatkan hatinya untuk terus berlari sekuat yang dia bisa.
Sementara di rumah sakit, Irene tengah merasakan kontraksi yang begitu luar biasa, Jika dulu saat melahirkan Maxim dia tidak merasakan apapun, Tapi kini dia merasakannya,.
" Jangan nakal Baby, kita tunggu Daddy oke, sebentar lagi Daddy akan sampai. " Irene berusaha mengatur nafasnya dan berbicara pada calon anak mereka yang sudah ingin keluar untuk melihat dunia ini.
" Auhhhh..." Irene kembali merasakan hantaman di ruang panggulnya saat dia bicara pada calon anak mereka.
" Jangan seperti ini Baby, Mommy tau kamu ingin bertemu Mommy, Daddy dan Kakak kamu bukan ? Jadi ayo kita berjuang bersama. " Irene pun kembali mengusap perut buncitnya dimana di dalam sana anaknya sudah ingin bertemu dengannya.
Pintu ruangan terbuka dan terlihat sudah suaminya yang sangat berantakan seperti itu, Pakaian yang di kenakannya basah semua, Bahkan berlumpur juga.
Apa suaminya berlari menembus hujan demi bisa bertemu dengannya seperti ini ??
" Sayang..."
" Honey..." Max langsung menghampiri Irene yang mengeluarkan air matanya.
Bukan hanya Irene saja, Max juga merasakan apa yang di rasakan istrinya.
Dia juga meneteskan air matanya saat melihat Irene yang wajahnya sudah pucat, Perutnya terus bergerak dan mendengar rintihan kesakitan dari Irene membuat Hati Max benar benar seperti di sayat oleh ribuan pisau belati.
Sakit sekali rasanya, Luar biasa sekali sakit yang di rasakan Max, Lalu apa kabar istrinya yang berjuang seperti itu ??
" Aku disini Honey, Aku disini sayang, Aku sudah sampai..." Max menciumi tangan istrinya.
Bukan hanya itu saja, Bahkan seluruh wajah Irene tak lepas dari sapuannya.
__ADS_1
" Aauuhh....Sayang ..Sakit..." Irene kembali merasakan kontraksinya yang semakin intens dan beruntun membuat suaminya semakin panik melihatnya kesakitan seperti ini.
" Maafkan aku Honey, Maafkan aku..." Max Terus mengucapkan kata maaf untuk istrinya.
Dia tidak tau lagi harus merasakan apa, Bahkan kakinya yang berdenyut tidak lagi di rasakannya saat melihat Irene yang kesakitan.
" Pembukaan lengkap Nyonya. " Dokter pun sudah siap dalam posisinya saat melihat kepala calon anak mereka sudah terlihat.
Irene memilih untuk melahirkan normal karena memang dia banyak mengikuti kelas kehamilan, Apalagi Maxim dulu juga dia melahirkan secara normal, Maka dia juga ingin melahirkan Anaknya kali ini juga dengan proses normal pada umumnya.
Merasa Irene semakin kuat menggenggam tangannya membuat Max ikut berjuang bersama istrinya.
" Ayo berjuang bersama Sayang, Bagi rasa sakit mu padaku, Lakukan apapun pada ku asal bisa meringankan rasa sakit mu. " Bukan hanya Irene saja, Bahkan Max juga sering ikut menemani istrinya untuk melakukan kelas kehamilan, Maka Max juga belajar bagaimana cara menyikapi istrinya yang kontraksi, Dari yang mulai palsu hingga pecah ketuban.
Max mempelajari semua itu demi istrinya.
Dan terbukti saat ini bahwa itu semua berguna baginya.
Dia benar benar mendampingi istrinya untuk sama sama berjuang demi anak mereka yang sebentar lagi akan bertemu dengan mereka.
Mereka akan menyambut kehadiran anggota baru keluarga mereka dengan penuh suka cita.
" Eeegghhhh....." Irene mulai mengejan berusaha mendorong anaknya keluar.
Dokter dan para asistennya bersiap dan terus memberi instruksi padanya, Begitu juga dengan Max yang terus menyemangati istrinya dengan kata kata cinta dan usapan lembut di wajahnya.
Cup...
" Sedikit lagi sayang, aku tau kamu bisa, Kamu wanita hebat, Kamu mommy terhebat, Kamu bisa sayang, Ayo sedikit lagi. " Irene terlihat mengatur nafasnya.
Saat dokter mengatakannya untuk mengejang Dia kembali mengejan dan berusaha sebisanya.
" Eeeggghhh....sayang......"
" Oeeekkk....." Terdengar suara tangisan bayi dan melihat bayi yang baru saja keluar dari inti tubuh istrinya membuat Max terduduk lemas di lantai rumah sakit, Dia menangis haru dengan perjuangan istrinya yang begitu luar biasa untuk melahirkan anak mereka.
Melihat suaminya menangis seperti itu membuat rasa sakit Irene hilang seketika.
Dia bahagia bisa berjuang bersama suaminya.
" Bayinya sehat dan lengkap Nyonya, Tuan, Jenis kelaminnya perempuan..." Mendengar ucapan dari dokter membuat Max semakin menangis haru, Dia kembali menciumi wajah istrinya dengan penuh air mata.
__ADS_1
" Terima kasih sayang, Terima kasih telah memberikan kebahagiaan yang luar biasa ini pada ku, Terima kasih karena telah berjuang bersama ku, Aku mencintai mu sayang, Aku mencintai mu Joanathania Rhys Anderson. Aku mencintai mu sayang. "
...🤍🤍🤍 ...