
Hari hari Max dan Irene terasa begitu sangat bahagia.
Rasanya memaafkan itu ternyata sangat indah, Karena sangking indahnya, Max dan Irene beserta anak anak mereka bisa hidup dengan sangat bahagia saat ini.
Tumbuh kembang putra dan putri mereka yang sangat luar biasa, Dimana Maxim yang semakin giat belajar di perusahaan, dan Celine yang seperti sangat tertarik dengan dunia Fashion,.
Hal itu membuat Max sangat bahagia,.
" Terima kasih..." Irene yang tengah melihat anak anak mereka yang tengah berlarian di pinggir pantai membuatnya langsung beralih ke arah suaminya.
" Terima kasih untuk apa sayang ??" Irene kembali fokus pada anak anaknya.
" Kakak, Jangan lari lari, Nanti jatuh--Nah kan Adik jatuh..." Belum selesai Irene bicara pada anaknya, Celine sudah terjatuh dan tersungkur di pasir pantai seperti itu.
Pakaiannya kotor semua, Bukannya menangis Celine malah semakin gencar dan semangat untuk mengejar kakaknya.
" Biar kan anak anak sayang, Mereka tengah menikmati hari hari mereka, Lagi pula mereka tidak bisa sebebas ini. " Pelukan di tubuh Irene semakin mengerat, Karena Max yang memeluknya seakan tidak ada puasnya memeluk wanita cantik itu.
" Sayang..."
" Ya ???" Jawab Irene pada suaminya yang entah mengapa terlihat sangat bahagia sekali hari ini.
" Apa kamu bahagia ??"
" Kamu bertanya apa aku bahagia ??"
" Ya, Aku bertanya apa kamu bahagia ? " Irene tersenyum.
Dia tau apa yang di rasakan suaminya saat ini.
" Bahagia, Jelas aku bahagia, Suamiku, Putra ku, Dan putri ku, Mereka bertiga adalah orang orang hebat untuk ku. Suami yang begitu sangat mencintai ku, Suami yang berusaha keras untuk bisa menjadi yang terbaik untuk ku dan anak anak ku, Lalu apa lagi yang membuat ku tidak bahagia ??" Binar bahagia yang di tunjukan Irene benar benar membuat Max begitu bahagia saat mendengar jawaban dari istrinya.
Irene memang selalu menjadi yang terbaik untuknya, Karena Irene bisa menjadi obat dari segala kesakitan yang di rasakan nya.
" Pernah kah kamu merasa tidak bahagia dengan apa yang kamu miliki saat ini ??"
" Lihat aku sayang, Lihat mata ku dan rasakan semua cinta yang ku miliki. " Irene menarik tangan suaminya dan meletakan di dadanya.
Max menuruti apa yang di lakukan istrinya, Dia terdiam menatap wajah istrinya yang terus saja tersenyum indah untuknya.
Dan setiap kali melihat Irene tersenyum, Rasanya hati Max menjadi hangat dan tenang, Binar mata hitam bulat itu membuat Max selalu hanyut dan tenggelam dalam pesona dan cinta dari Irene.
" Pejamkan matamu dan rasakan segalanya, Aku tidak akan mengatakan apapun, Tapi kamu harus tau, Bahwa apa yang kamu rasakan nanti, Maka itu adalah jawabannya. " Sebelah tangan Max di letakan di dadanya, Dan sebelah tangannya lagi di genggam erat oleh istrinya.
__ADS_1
Dia mulai memejamkan matanya, Max membiarkan wajah tampannya di terpa angin pantai di sore hari, Mereka tengah menikmati sunset di pulau pribadi miliknya.
Dan rencananya juga dia akan membangun sebuah Mansion lagi di sini untuk masa depan nya bersama Irene, Dia akan tinggal di sini setelah anak anaknya dewasa dan memiliki kehidupan mereka sendiri nantinya.
Jantung Max berdetak kencang, Dia tidak tau apa yang di rasakan nya saat ini, Tapi yang pasti Max meyakini bahwa itu adalah cinta yang luar biasa milik istrinya.
" Kamu merasakannya bukan ??" Max membuka perlahan kedua matanya, Dan kedua pasang manik mereka langsung bertemu.
Dimana manik bening milik Max bertemu dengan manik mata hitam legam milik Irene.
" Apa yang kamu rasakan ??" Tanya Irene pada suaminya.
" Apa kamu merasakan hal lainnya ???"
" Entah lah, Aku seperti merasakan sebuah ledakan di dalam dada ku, Entah mengapa juga aku merasa seperti sangat bahagia, Seakan--entah lah aku tidak tau apa itu, Tapi rasanya sangat membahagiakan ," Jawab Max yang kini dalam posisi memangku istrinya.
" Berikan tangan kamu. "
" Tangan ?? Untuk apa ??" Walau bertanya seperti itu tapi Max tetap memberikan tangannya yang di minta Irene.
Jangan kan tangan, Bahkan seluruh raganya pun akan Max berikan untuk istrinya itu.
" Tutup mata kamu ya, "
" Ayo tutup dulu, Nanti aku beri tahu. "
" Tapi untuk apa ??"
" Sudah sini, Aku akan beri tahu nanti. " Max memberikan telapak tangannya dan memejamkan matanya, Sesuai yang di minta oleh istrinya.
Melihat suaminya yang sudah kembali memejamkan matanya membuat Irene langsung mengambil sesuatu yang ingin di berikan nya pada Max .
" Jangan mengintip. "
" Aku tidak mengintip, Memangnya apa yang kamu berikan padaku ?? Kamu tidak aneh aneh bukan ??" Tanya Max yang mulai panik saat merasakan ada sesuatu yang di pegang ya saat ini.
" Apa sudah ??" Tanya Max pada Irene.
Dia sudah sangat penasaran dengan apa yang di berikan Irene padanya.
" Buka mata kamu. " Irene bersiap untuk melihat bagaimana reaksi suaminya,.
Dia sudah menyiapkan ini semua, Dan bersyukurnya Tuhan membantunya untuk memberikan kejutan ini untuk Max.
__ADS_1
Max terdiam saat dia membuka kedua matanya saat melihat apa yang ada di genggaman tangannya saat ini.
Max bukan pria bodoh, Dia sangat mengerti apa itu, Dia benar benar sangat mengerti apa yang tengah di pegang nya saat ini, Tapi apa ini benar ??
" Pregnant ??" Irene mengangguk dengan sangat antusias.
Binar bahagia di wajahnya terlihat begitu jelas, Dia menunggu reaksi suaminya yang sudah mengerti arah pembicaraan mereka saat ini.
" Happy Birthday My Love, My Destiny and My Happiness, Selamat bertambah usia dan terus lah sehat untuk kami semua, Karena saat ini, Aku tengah mengandung anak ketiga kita, Dan kami juga akan semakin membuat dompet mu menipis dengan kehadirannya. " Max menatap tak percaya dengan apa yang di katakan istrinya.
Irene hamil lagi ?? Mengandung anak ketiga mereka ??
Ya Tuhan, Betapa bahagianya hidup Max saat ini, Dia tidak pernah membayangkan bagaimana jika Irene tidak hadir dalam hidupnya, Tidak sekali pun Max ingin membayangkan itu semua.
" Katakan pada ku bagaimana cara aku membalas semua ini sayang, Katakan pada ku apa yang harus ku lakukan untuk mu ?? Kamu dan hadir mu membuat kehidupan ku begitu bahagia, Kamu dan cinta mu membuat ku begitu terharu dengan semua ini, Bahagiaku, cinta ku dan seluruh hidupku, Semua sudah terikat dengan mu, Apa yang bisa aku lakukan untuk mu sayang ??" Begitu emosional perasaan suaminya saat ini.
Max sampai meneteskan air matanya saat mendapatkan hadiah yang luar biasa ini dari Irene.
" Terus lah sehat untuk kami, Bahagia lah selalu bersama kami, Dan berusaha lah untuk terus menjadi pria hebat untuk kami semua, Cinta pertama bagi putri kita adalah ayahnya, Maka jadi lah pria yang hebat untuk Celine, Guru pertama bagi putranya adalah ayahnya juga, Maka jadi lah guru hebat untuk putra kita, Dan jadilah suami hebat untuk ku, Suami yang terus mencintai ku di setiap hembusan nafas mu. " Irene mengusap air mata yang menetes di pipi suaminya.
Sementara Max dia tidak bisa melakukan apapun lagi selain mengucap syukur patas apa yang di dapatkannya saat ini.
Saat Irene masuk ke dalam hidupnya dan memberikan kebahagiaan yang sangat luar biasa seperti ini.
Tanpa menunggu lagi, Max langsung menarik tengkuk Irene dan menyatukan bibir mereka.
Ciuman panas penuh cinta mereka lakukan di sore hari ini, Di temani dnegan burung burung yang baru saja kembali dari berkelana mereka dan sinar hingga yang sangat luar biasa indahnya.
Melihat kedua orang tuanya yang tengah berciuman mesra seperti itu, Membuat kedua anak anak hebat itu langsung mengambil foto kedua orang tua mereka yang saling berciuman mesra di ujung sana.
...Tamat...
Terima kasih kerena telah menemani perjalanan cinta Max dan Irene.
Perjalanan dimana begitu banyak hujatan dan makian dari emak emak komplek perumahan NT pada Max saat itu, Pada akhirnya, Kita sampai di akhir cerita cinta mereka.
Salam hangat dari Author yang rada gila ini 😁😁
Yuhuuuuu...dalam cinta dari Tessa Amelia Wahyudi 🤍
Sampai bertemu di karya selanjutnya 🙏🏽
Sehat sehat untuk kita semua 🤍🤍🤍
__ADS_1