
Mendapatkan kabar dari anak buah nya, Jika mereka melihat seorang wanita cantik yang di yakini mereka sebagai Irene yang di cari Tuan nya, Mereka langsung menginformasikan pada bos mereka.
Bahwa mereka melihat nya, Melihat wanita itu sebagai Irene, tapi dengan penampilan berbeda nya.
Dia tidak perduli, berbeda atau bagaimana, yang penting dia bisa bertemu wanita itu dan menyeret nya kembali pada nya.
Max pastikan itu.
Menempuh perjalanan cukup lama, Akhir nya Max sampai di Kota besar ini itu, Kota romantis dengan sejuta pesona nya.
Entah mengapa juga Max harap harap cemas disini, Dia gelisah ingin bertemu Irene.
" Apa ini ? Dada ku, Hati ku, Kenapa ini ??" Tanya Max yang kini tengah berada di dalam mobil nya menunggu kedatangan Wanita yang memang di cari nya.
Bukan dia tidak mampu mencari nya, Tapi memang ahh..mentah lah.
Terkadang dia merasa bodo amat dengan Irene, tapi dia merindukan nya.
Sebenar nya perasaan apa ini ??
Kenapa dada nya selalu sesak saat mengingat perlakuan nya pada Irene ? Lalu bagaimana jika wanita itu memang mengandung benih nya ?
Lalu ada anak mereka ?? Apalagi jika mengingat Thania nya adalah Irene.
Disana lah dada nya semakin sakit dan nyeri, Entah apa penyebab nya hanya dia lah yang mengetahui nya.
" Irene..." Gumam nya saat mihat wanita cantik yang baru saja keluar dari mobil mewah nya di kawal beberapa pengawal.
" Irene !!!!" Teriak Max yang baru saja keluar dari mobil nya.
Deg !
Jantung nya berdebar kencang, Apalagi saat mendengar suara ini, Irene tau suara siapa ini.
Tanpa perduli lagi, Max langsung menghampiri wanita yang telah membuat nya gila itu.
" Lepaskan aku !!!" Teriak Max saat melihat beberapa pengawal Irene menahan tubuh nya untuk mendekati wanita itu.
Sementara Irene, Dia harus menguatkan hati nya, Jika tidak ingin lemah di mata pria ini.
Dia harus bisa dan harus kuat demi diri nya dan juga Maxim.
Walau tidak di pungkiri, bahwa hati nya masih bergetar jika menyebut nama pria yang terus mengisi hati nya.
__ADS_1
Pria yang menjadi ayah biologis putra nya dirumah.
" Ayo pulang...." Irene mundur beberapa langkah saat pria itu hendak mencapai nya kembali dan dengan sigap barisan pengawal nya langsung menjadi benteng untuk nya.
" Jangan membuat mu maraj dan menghabisi mereka semua !!"
" Siapa anda ???!"
Duarrr !
Meledak kepala Max saat mendengar kata kata Irene.
Siapa anda ? Kata kata itu menggelikan untuk di dengar nya.
Boleh kah dia tertawa saat ini ? Apa maksud Irene ?
" Kau sedang bermain drama saat ini ?? Apa kau tau ini menggelikan ???" Max tertawa disana.
Entah apa yang di tertawakan nya, Tapi yang pasti dia sudah seperti orang gila saat ini.
Ini adalah pertama kali nya dia mengejar Seorang wanita dan itu Irene.
" Maaf Tuan saya permisi, Saya sibuk !" Irene hendak memasuki perusahaan kakak nya, Karena memang dia ada pertemuan pagi dengan kakak nya hari ini.
Tapi siapa sangka, Dia malah bertemu dengan Max.
" Jangan berakting di depan ku Irene ! Aku kesini ingin membawa mu pulang !" Max kembali hendak menerobos, Tali sulit sekali rasa nya.
Tubuh nya terasa sangat lemas, Dia kurang tidur, Dan seperti nya dia akan kembali tumbang dan masuk rumah sakit.
Tapi tidak ! Dia tidak ingin terlihat lemah di mata wanita ini ! Tidak akan.
" Maaf, Anda salah orang ! Saya bukan Irene yang anda maksud. " Sebelah alis Max terangkat saat mendengar jawaban dari Irene.
" Jika bukan Irene lalu siapa kau ?? Joanathania Rhys Broiler ? Atau yang ku kenal sebagai Thania ?? Anak kecil yang menangis di depan sekolah nya, Lalu memanggil ku dengan Kakak rambut pirang ??"
Deg !
Jantung Irene semakin berdetak tak karuan, Apa maksud Max ?? Apa dia mengenal Irene ? Kenapa dia tidak bisa mengingat masa lalu itu ??
Dia bisa mengingat Nathan, Tapi kenapa dia tidak bisa mengingat Max ? Jika memang yang di katakan nya itu benar ??
" Maaf, Anda salah orang !' Irene langsung meninggalkan Max tanpa melihat ke arah pria itu sama sekali.
Disana lah baku hantam mulai terjadi, 8 lawan 1 dan bukan hal mudah bagi Max melawan nya, Karena tubuh nya tidak sehat.
Hingga akhir nya dia terjatuh di depan pintu masuk perusahaan milik Nathan.
__ADS_1
" Aku membenci mu, Kau tau ? Aku membenci mu Irene ! aku membenci mu !" Ucap Max lagi sebelum dia menutup mata nya dan kehilangan kesadaran nya.
Irene tidak mengetahui itu, Karena dia sudah masuk lebih dulu.
Tidak ingin Nona mereka mengetahui apa yang di lakukan para pengawal itu langsung membawa Max ke rumah sakit karena pria itu tak sadarkan diri dengan luka lebam di wajah nya.
Max benar benar tak sadar kan diri, Dia memaksakan keadaan yang masih lemah untuk menemui Irene.
Namun apa yang di dapat kan nya ? Wanita itu tidak ingin menemui nya, Bahkan berlagak seperti tidak mengenal nya.
Luar biasa sekali bukan ? Sebegitu menyedihkan nya kah hidup Max ?
Ini kah yang di katakan sakit hati ? Jika iya, Maka Max akan mengatakan nya bahwa ini memang benar benar sakit.
Sakit sekali.
Bukan hanya Max saja yang merasa sakit, Irene juga sama, Bahkan disini mungkin Irene lah yang paling sakit.
Hamil, Mengandung, Melahirkan sendiri, Bahkan yang lebih parah nya lagi adalah, Pria yang di cintai nya tidak menganggap diri nya sedikit pun.
Bahkan mau menikah dengan wanita lain, Lalu kenapa saat ini dia kembali ??
Di saat mulai baik baik saja bersama putra nya.
" Kenapa Max, Kenapa ?? Kenapa kau baru datang sekarang ?? Kenapa baru sekarang kau menemui ku, Di saat aku tau kemampuan mu bisa menemukan ku dulu, Kenapa ?? Kenapa setelah hati ku terluka begitu dalam kau baru datang pada ku, kenapa ???" Lirih Irene di dalam lift.
Dia begitu terpukul saat ini, Benar benar terpukul.
Ting !
Pintu lift sudah terbuka, Dan saat terbuka, Irene langsung melihat kakak nya yang berdiri tegap di depan nya dan merentangkan kedua tangan nya lebar lebar.
Melihat itu, Irene langsung berlari dan masuk ke dalam pelukan hangat kakak nya.
" Kamu hebat..." Tangis Irene mulai terdengar di telinga Nathan setelah dia datang menyambut kedatangan adik nya ini.
Ya, Nathan tau apa yang terjadi di bawah sana karena sejak satu jam yang lalu dia melihat mobil mewah yang terparkir du halaman kantor nya, Dan meyakini bahwa itu adalah Max.
Dan terbukti bukan ? Bahwa itu memang Max, dan sudah bertemu dengan adik nya.
" Kenapa dia datang di saat aku mulai baik baik saja kak, Kenapa dia baru memanggil nama ku setelah aku ingin melupakan nama yang membuat ku sangat sakit, Kenapa kak ???" Nathan memejamkan kedua mata nya saat mendengarkan curahan hati adik nya.
Tangis bercampur isi hati Irene juga membuat dada dan hati Nathan ikut sakit merasakan nya.
" Irene ingin hidup baik baik saja kak, Irene hanya ingin Maxim hidup dengan baik, Irene bisa mengurus Maxim sendiri, Tapi kenapa dia harus hadir lagi ?? Kenapa Kaka ???"
...🤍🤍...
__ADS_1