IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )

IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )
Terasa Beda


__ADS_3

Setelah pertemuannya dengan wanita yang katanya pernah menjadi partner **** suaminya, Irene terlihat lebih banyak diam.


Dan hal itu pula yang membuat Max sedikit heran dengan istrinya.


Apalagi semenjak kepulangan mereka dari mall tadi, istrinya itu terlihat sangat berbeda.


Karena biasanya Irene pasti akan selalu tersenyum dan ceria, tapi kali ini sangat terlihat perbedaannya.


Apa yang terjadi ???


" Sayang, Ada apa ?? Apa yang terjadi ??" Tanya Max pada Irene yang berada di ruang ganti untuk menyiapkan pakaian kerjanya besok.


Karena memang seperti itulah Irene setiap harinya memang.


" Tidak ada, Memangnya aku kenapa ??" Tanya Irene balik pada suaminya.


Jawaban dari Irene membuat Max yakin bahwa ada yang di sembunyikan istrinya.


Tapi apa ??


" Apa ini tentang ibu lagi ??"


" Tidak !"


" Lalu ? Jika bukan karena ibu, lalu apa ?? apa yang membuat mu mendiamkan ku seperti ini ? Tidak biasanya kamu seperti ini. " Ucap Max lagi.


Dia tau pasti ada yang di sembunyikan oleh istrinya dan itu pasti ada.


" Aku tidak mendiamkan kamu, Dan jika kamu berpikir ini soal ibu mu, maka kamu salah besar !" Max sedikit kaget dengan jawaban istrinya.


ini adalah pertama kalinya Irene menjawab pertanyaannya seperti ini.


Dan terasa aneh bagi Max, Karena Irene yang di kenalnya selama ini bukanlah Irene yang sedang menjawab pertanyaannya.


" Tidurlah lebih dulu, Mungkin kamu lelah. Aku bisa menyiapkan pakaian ku sendiri untuk besok pagi. " Akhir nya Irene pun pergi ke tempat tidur dan meninggalkan Max yang masih berada di ruang ganti.


Entah lelah atau terlalu banyak pikiran yang ada di kepalanya, Irene pun langsung tertidur dan memejamkan kedua matanya begitu saja.


Bahkan saat Max menyusulnya pun dia sudah melihat bahwa istrinya sudah tertidur dan terlelap dalam mimpinya.


" Secepat inilah ?? Biasanya juga dia menunggu ku. Bahkan saat aku lembur sekali pun. " Gumam Max menatap heran pada istrinya.


Max mengusap kening istrinya yang berkerut, dan berharap Irene bisa tenang dalam tidurnya.


" Apa yang sedang kamu pikirkan sayang ?? Kenapa sepertinya berat sekali ??" Tanya Max sambil terus mengusap kening Irene.


Max juga memberikan kecupan di sana, Perlahan tapi pasti, Kening Irene yang tadinya berkerut kini sudah kembali terlihat biasa saja.


Hembusan nafasnya juga sudah semakin teratur dan tidak tertekan lagi.

__ADS_1


Setelah memastikan Irene nyaman, Max pun ikut tidur di sampingnya, Memeluk Irene dari belakang,.


Tengah malam, Irene terbangun dan dia merasakan ada tangan yang menimpa tubuhnya dan lengan bertato itu adalah milik suaminya.


Perlahan lahan Irene melepaskan lengan berotot milik Max dan membalikan tubuhnya menghadap Max.


Di tatapnya wajah tampan Max yang tertidur dengan nyamannya.


" Aku tau masa lalu mu, Tapi kenapa rasanya sakit sekali saat bertemu langsung dengan wanita yang pernah memuaskan hasrat mu ??" Di usap Irene dengan lembut rahang tegas suaminya.


Irene kembali bicara dengan apa yang dirasakannya, Hatinya seperti tidak menerima itu semua.


Salah kah dia merasakan perasaan ini semua ?? Apa kah salah jika dia bersikap demikian ??


Hatinya, Dia benar benar sudah memaafkan Max, Tapi kenapa harus ada wanita dari masa lalu suaminya yang datang dan mengatakan bahwa wanita itu lah yang lebih dulu memuaskan hasrat Max sebelum dirinya.


Bahkan wanita itu jugalah wanita yang menjadi kesayangan Max karena selalu bisa memuaskannya ?? Kenapa sakit sekali hati Irene mendengar itu secara langsung ??


Kenapa hatinya berkhianat ? Bukan kah dia sudah berjanji pada suaminya untuk mengatakan apapun yang dirasakannya ??


Tapi kenapa sekarang hatinya berkhianat dan tidak mau bercerita pada suaminya ??


Kenapa ?? Irena juga tidak menginginkan hal seperti ini.


Lalu apa yang harus di lakukan Irene sekarang ??


Merasa suaminya seperti terusik dengan tidurnya membuat Irene menyudahi kegiatannya.


Melihat Irene yang masih tertidur membuat Max juga kembali memejamkan kedua matanya karena memang dia mengantuk.


Max berpikir bahwa istrinya masih tertidur, Dan apa yang dirasakannya tadi hanya halusinasinya saja, Maka dia pun kembali memilih tidur bersama Irene.


Tanpa dia tau yang sebenarnya, Bahwa istrinya itu memang sudah terbangun sejak tadi.


Bahkan istrinya juga memang benar benar mengusap rahangnya.


Irene kembali membuka matanya saat di rasa Max sudah kembali tidur.


Di tatapnya lagi Lamat Lamat wajah tampan suaminya, Berharap perasaan cemburu dan rasa sakit hatinya bisa hilang setelah ini.


Karena memang masih waktunya jam tidur, Irene pun akhirnya kembali tertidur bersama suaminya.


Mereka saling berpelukan berharap perasan sakit hatinya bisa hilang dan kembali baik baik saja.


.


.


.

__ADS_1


.


Pagi sudah datang, Begitu juga dengan Max , Dia sudah terbangun lebih dulu, Tapi istrinya belum bangun.


Tidak biasanya Irene bangun siang, Tapi mungkin istrinya memang lelah, Apalagi semalam mereka habis dari Mall hingga malam.


Maka Max pun tidak membangunkan istrinya yang masih tertidur dengan begitu lelapnya seperti bayi yang terlihat begitu imut dan menggemaskan menurut Max.


" Aku mencintai mu. "


Cup...


Max pun bergegas ke kamar mandi karena pagi ini dia ada meeting pagi, Mungkin dia juga tidak sempat untuk sarapan di rumah.


Setelah selesai bersiap, Max langsung bergerak cepat untuk mengejar meeting paginya bersama investor dari China.


Tapi dia masih menyempatkan diri untuk menyapa anak anak dan istrinya.


Sidaknya melihat mereka semua adalah sumber kekuatannya pagi ini.


" Aku pergi sayang, Hati hati di rumah oke. Aku mencintai mu sayang..."


Cup...


Lagi lagi Max meninggalkan sebuah kecupan Manis di kening istrinya sebelum dia berangkat ke kantor.


Dia juga mengusap perut Irene dengan penuh kasih sayang dan menyapa calon anak kedua mereka.


" Daddy pergi ke kerja dulu Baby, Jangan nakal dengan Mommy ya, Jangan menyusahkan Mommy Baby, Oke ??"


Cup...


Max juga mencium perut Irene lalu barulah dia berangkat bekerja.


" Daddy pergi Baby,." Akhirnya Max pun benar benar pergi bekerja pagi ini setelah berpamitan pada Irene dan calon anak keduanya.


Max juga berpamitan pada Maxim yang juga masih tidur.


Tapi saat di bawah, Dia kembali berhenti untuk memberi perintah pada pelayan rumahnya.


" Jika Nyonya sudah bangun, Jangan biarkan dia ke dapur, Nyonya kalian tengah mengandung anak kedua ku, Jadi aku mohon bantu aku untuk menjaga mereka selama aku bekerja. "


" Dan satu lagi, Katakan aku akan pulang malam hari ini, istriku masih tidur, Begitu juga dengan Maxim, Anak itu sedang dalam masa tumbuh kembangnya, Jadi biarkan dia melakukan apapun, Selama itu tidak berbahaya bagi nya. "


" Baik Tuan, Kami mengerti " Jawab para pelayan rumahnya.


Setelah benar benar menyelesaikan tugasnya pagi, Max pun baru berangkat ke kantornya.


Walau sepertinya berat, Tapi dia tetap harus pergi bekerja pagi ini karena memang dia harus menyelesaikan semua ini.

__ADS_1


...🤍🤍🤍...


__ADS_2