
Cup...
" Selamat sore sayang..." Nathan mencium puncak kepala adik nya yang tengah duduk di halaman rumah mereka.
Irene tersenyum saat melihat kakak nya yang datang pada nya dengan sekantung belanjaan pesanan nya.
Irene terlihat lebih baik dan menerima kehidupan nya saat ini dan hanya tinggal menunggu waktu kelahiran nya saja.
" Makan yuk, Kakak suapin kamu. " Irene tersenyum saja.
Dia sudah terbiasa makan dari tangan kakak nya, Bahkan para tetangga nya selalu bertanya benar kah mereka adik kakak ? Karena mereka lebih terlihat seperti pasangan suami istri.
Sangat romantis menurut mereka, Dan Irene yang tengah hamil juga menjadi bahan pergunjingan mereka, maka dari itu Nathan mengarang cerita bahwa suami adik nya meninggal karena kecelakaan.
Miris bukan ? Tapi itu lah yang terjadi, Dan Irene menerima itu semua.
Setelah selesai makan di suapi oleh kakak nya, Irene kembali ke dalam rumah nya, Dia berencana menonton tv, Namun apa yang di lihat nya tidak seharus nya di lihat, Karena hal itu membuat hati nya sangat sakit.
" Sebagaimana berita nya, Saya memang akan menikah dengan Angeline Quinto Morelli, Dia tunangan saya dan kami akan segera menikah !"
Tes...
Jatuh air mata Irene, Saat dia tengah mengandung dan menanti kelahiran anak pertama nya, Max malah ingin menikah dengan wanita lain, Wanita yang akan di nikahi pria yang telah menanamkan benih nya di rahim Irene.
Nathan menggeram tertahan saat menyaksikan berita yang tengah di lihat nya, Baru saja dia melihat adik nya terlihat bahagia dengan kehidupan nya, Kini malah berita sampah ini membuat adik nya tertekan seperti ini lagi.
" Sayang..." Irene menghapus air mata nya dengan segera, Dia tidak ingin menangis hanya karena pria kejam itu.
Hati nya telah berkali kali di sakiti, Dan kini Max kembali menyakiti hati nya.
" Aku baik baik saja kak, Hanya saja--"
" Irene !!!" Pekik Nathan saat melihat ada cairan yang mengalir dari sela sela kaki adik nya ini.
" Kak, Sakit..." Irene mencengkram kuat bahu kakak nya saat ini.
__ADS_1
Rasa nya seperti di remas remas perut nya saat ini.
" Kamu mau melahirkan sayang, Ayo kita kerumah sakit. " Nathan langsung menggendong adik nya menuju mobil karena Irene memang sudah waktu nya melahirkan mungkin.
Sementara di Canada sana, Max yang sudah frustasi mencari Irene pun memilih menikah dengan wanita yang baru di kenal nya beberapa saat, Wanita yang membantu nya sembuh dari penyakit yang di derita nya.
Pada dasar nya tidak ada penyakit yang di yakini Max, Itu hanya fase ngidam nya Irene saja yang mempengaruhi nya, Maka dia menjadi seperti itu, Tapi setelah masa ngidam nya Irene selesai, Max sudah sehat.
Jika orang mengatakan Max bodoh, Pada dasar nya memang bodoh !
Dia terlalu naif dengan kehidupan nya sendiri, Terutama hati nya, Dia tidak sadar bahwa dia mencintai Irene ! Tapi dia menutupi nya Dengan semua itu, Semua kekerasan hati nya.
" Babe, Kau baik baik saja ??" Angeline panik saat melihat wajah Max yang terlihat pucat setelah mereka melakukan konprensi pers tadi.
Bahkan kini calon suami nya itu seperti tengah menahan sakit yang teramat besar.
" Babe..."
" Aku baik baik saja. " Max terpaksa menyandarkan tubuh nya di kursi penumpang mobil yang tengah mereka tumpangi saat ini.
Karena mereka ingin menuju butik untuk melakukan fitting baju pengantin mereka.
" Jangan banyak bicara ! Diam di tempat mu dan jangan berisik !" Begitu lah sikap nya.
Dia menikahi Angeline bukan karena dia mencintai nya, Entah lah, Entah atas dasar apa dia berani mengambil keputusan ini untuk menikah dengan wanita itu, Sementara dia terus memikirkan Irene dan Irene hingga rasa nya dia sangat membenci perempuan yang telah menghancurkan seluruh hidup nya.
" Ahhh...Kakak sakit...." Irene terus mengeluarkan air mata nya saat hantaman bertubi tubi menyerang nya.
Begitu yang di rasakan Irene, Max lebih dari itu, Bahkan dia berkeringat dingin, Wajah nya pucat dan seluruh tubuh nya bergetar hebat.
Dia tidak mengerti apa yang terjadi sebenar nya, Apakah ini penyakit baru ?? sebenar nya dia ini sakit apa ??
Itu lah yang terus menjadi pemikiran nya.
" Sabar sayang, Kakak disini sayang, Kakak akan menemani kamu sayang, Kakak akan menemani kamu. " Irene terus mengeluarkan air mata nya, Karena rasa sakit yang di rasakan nya saat ini sungguh sangat luar biasa.
" Sedikit lagi Nona, Sedikit lagi, Ayo tarik nafas perlahan, Dan dorong saat dia ingin keluar. " Irene mengangguk dan menuruti apa kata dokter nya.
__ADS_1
" Eeeggghhhhh...." Sekuat tenaga Irene mengejan untuk melahirkan putra nya, Dan berhasil, Tangisan anak nya menggema di seluruh ruangan bersalin itu, Tempat dimana menjadi saksi perjuangan seorang wanita yang baru saja menyandang status ibu muda.
" Selamat datang Maxim Storge Anderson..."
" Irene, Sayang ..Buka mata mu sayang, Irene..." Semua panik saat melihat wanita cantik tersebut memejamkan kedua mata nya.
Nathan terlihat sangat panik, Apalagi saat melihat adik satu satu nya menutup mata nya seperti itu.
" Silahkan keluar ! kami akan menangani pasien ! Denyut nadi nya melemah. "
" Tidak !! Adik ku harus hidup !"
" Kami mohon Tuan, Ini demi sedikit selamatan pasien ! Kami mohon kerja sama nya. " Dengan berat hati Nathan meninggalkan ruangan Irene.
Adik nya tengah berjuang, Irene tengah berjuang untuk hidup di dalam sana.
" Irene, Adik ku, Kakak mohon bertahan sayang, Ada Maxim yang membutuhkan mu, Kakak mohon bertahan lah sayang, Kakak sayang kamu Irene, Kakak yakin kamu wanita dan ibu hebat. " Nathan menatap bayi mungil yang baru saja di serah kan Suster pada nya.
" Maxim, Bantu Mommy mu nak, Mommy mu wanita hebat !" Air mata Nathan juga mengalir saat menatap wajah tampan Maxim yang memang sangat mirip dengan pria yang menjadi ayah dari keponakan nya ini.
Lain Nathan yang tengah khawatir dengan keadaan Irene, Lain lagi dengan Max yang merasa sudah baikan karena rasa sakit nya, Tapi entah mengapa dada nya terasa sangat sesak, air mata nya mengalir tanpa di sadari nya, Entah apa yang membuat air mata nya keluar begitu saja.
Hati nya juga terus tertaut pada sebuah nama yang selama ini di cari nya
Irene
Panggil Max dalam hati nya, Dia memegangi dada nya yang terasa sangat sesak, Entah apa lagi yang terjadi, Tapi kenapa ras Anya dia sedih sekali ? Dia ingin menangis saat ini.
Tapi menangis untuk apa ? Apa yang harus di tangis nya ??
Begitu juga dengan Irene, Dia berjuang untuk putra nya, Ada putra nya yang tengah menanti nya, Hingga membuat nya kuat kembali, Karena tadi nya denyut jantung nya sudah berhenti, Dan beruntung nya saat alat DC Shock yang bekerja untuk dua kali nya, Denyut jantung Irene kembali normal, Tapi wanita itu belum sadar kan diri.
Masih harus dalam pantauan tim medis.
" Maxim, " Lirih nya dalam hati sebelum kesadaran nya benar benar hilang lagi.
__ADS_1
...🤍❤️...