IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )

IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )
Emosi


__ADS_3

Nathan juga merasakan sakit nya seperti yang di rasakan Irene, Bagaimana adik nya itu terus saja menangis dan memohon untuk di lepaskan.


Selain ada ayah angkat nya, Irene juga memikirkan bajingan itu, Dan hal itu membuat Nathan emosi.


Dia marah !


Dan ini sudah hari kedua dimana dia terus memohon dan menangis, Maka Nathan akan datang menemui adik nya.


Tak...Tak...Tak...


Irene mendengar ketukan sepatu Pantofel mahal yang berdiri di depan nya, Dan saat dia melihat ke arah nya betapa kaget nya dia bahwa yang di lihat nya saat ini adalah Jonathan.



" Kenapa menangis Nia ??"


Deg !


Jantung Irene berdegup kencang.


Dia benar benar tidak tau harus bersikap bagaimana, Karena selama ini dia menutupi Diri nya sebagai Irene, Karena saat itu ayah nya yang meminta Nia yang bernama Joanathania Rhys Broiler yang sebenar nya adalah adik kandung dari Jonathan harus bersembunyi dengan nama Irene.


Karena Kasus pembunuhan kedua orang tua nya waktu itu, Dan Nia dan Nathan di bawa oleh pembantu mereka masing masing dan terpisah.


Hingga suatu hari, Nia di temukan oleh Denise yang seorang wanita pekerja malam, dia memang seorang pelacur, Hingga dia menikah dengan Gery, Yang asli nya juga adalah mantan narapidana, Mereka memutuskan untuk menikah dan merawat anak yang Tidak sadarkan diri selama dua hari setelah kecelakaan mobil nya waktu itu.


Dan saat Joanathania sadar, Mereke kaget saat anak perempuan berusia 7 tahun itu menangis dan menjerit, Beban mental nya sangat mengerikan, Dan saat itu pula lah mereka mengubah nama Joanathania Rhys Broiler menjadi Irene Anastasia, Dan pindah ke Negara Asli nya di Korea.


Karena di Canada Denise seorang wanita pekerja malam, Dan Gery mantan narapidana yang membunuh bos tempat nya bekerja.


Suatu ketika, Saat Denise dan Gery ribut, Gery mengatakan Denise yang memang seorang pelacur dan itu di dengar semua orang, Maka sejak saat itu juga hidup Irene berubah, Dia di kucilkan karena anak seorang Pelacur dan karena kecantikan nya pula lah yang membuat nya di jauhi banyak orang di sekeliling nya.


...🤍...


" Lepaskan aku !!!" Irene langsung menepis tangan Nathan yang mengusap air mata yang mengalir di pipi nya.

__ADS_1


Dia marah, Ternyata pria ini yang menculik nya, Dia tidak menyangka pria ini bisa berbuat sejauh ini.


Itu lah yang ada di pikiran nya saat itu.


" Nia, Ini kakak, Jonathan, Kakak kamu. " Irene menggelengkan kepala nya.


Dia tidak percaya begitu saja, Walau sejak awal dia memang merasakan seperti nya dekat dengan pria ini, Tapi dia tidak ingin percaya dengan mudah nya.


" Nia, Ini benar benar kakak, Jonathan, dan kamu Joanathania, Adik kesayangan kakak. " Nathan masih berusaha meyakinkan adik nya bahwa dia benar benar kakak nya.


" Lepas, Kamu bukan kak Natha, Bukan...kamu bukan Kakak Natha, Bukan...Hiks...Hiks...Mommy, Daddy...Nia takut..." Nathan langsung memeluk adik nya.


Sakit sekali hati nya saat melihat adik nya menangis seperti itu, Dia juga tau betapa berat nya hidup tanpa orang tua dan berjuang sendiri, Tapi dia laki laki, Lalu apa kabar adik nya saat itu yang baru berusia 7 tahun ? Karena saat itu Nathan sudah berusia 17 tahun, Dan harus Koma selama 3 bulan saat melompat ke sungai dan di temukan orang Baik, Hingga dia bisa mencapai puncak karier nya saat ini.


" Ini kakak Nia, Ini kakak sayang...Ini kakak..." Nathan terus memeluk Nia nya, Adik kecil nya yang terus saja menangis sejak dua hari ini,.


" Hueekkk...." Irene muntah di pakaian yang di kenakan Nathan saat ini, Entah mengapa dia tidak tahan mencium aroma tubuh Nathan.


" Nia ? Kamu baik baik saja ???"


Benar benar panik hingga melihat Nia nya lemas tak berdaya di kamar mandi.


Sementara di Canada sana, Max yang sudah pulang dari London sejak malam dimana Irene hilang, Dia mendapatkan rekaman cctv bahwa Irene di bawa oleh dua orang yang mencurigakan bagi nya.


.Terlebih lagi mobil mahal nya, Yang ternyata plat nomor itu palsu hingga Max tidak bisa mengetahui siapa yang membawa Irene nya.


" Masuk !" Max mempersilahkan siapa yang mengetuk pintu ruangan kerja nya saat ini.


Dan ternyata anak buah nya yang memang di utus nya mencari siapa Irene.


" Apa ini ?" Tanya Max pada anak buah nya.


" Beberapa hari yang lalu ada tang datang ke Canada mencari informasi, Dan berakhir ke Korea, Dan orang yang di cari nya adalah Joanathania Rhys Broiler, Adik kandung Jonathan Rhys Broiler yang menjadi korban penculikan karena orang tua nya di bunuh, Dia kecelakaan, dan berita yang saya dapat juga bahwa anak itu di besarkan oleh Sepasang suami istri bernama Denise Dan Gery. " Max mengangkat tangan nya menghentikan penjelasan anak buah nya.


Karena dia tidak ingin tau berita itu.

__ADS_1


" Aku tidak ingin mendengar berita nya, "


" Tapi, Ini berkaitan dengan orang yang sama Tuan, Ini, Joanathania Rhys Broiler saat berusia 7 tahun, Dan di dalam nya juga ada Foto nya saat ini. Saya rasa anda akan terkejut dengan berita ini. " Max dengan malas membuka amplop besar tersebut,.


" What is that ? Apa ini ?? Thania dan Irene ??"


" Ya, Irene adalah Joanathania Rhys Broiler, Mereka adalah orang yang sama. " Kepala Max berdenyut.


Pusing mendera nya saat ini, Dia benar benar Tidak bisa berpikir lagi, Bagaimana bisa Joanathania adalah Thania nya, Juga Irene, Apa ini semua ??


" Hueeek !" Max tiba tiba saja muntah.


" Tuan, Anda baik baik saja ???"


" Hueekkk !" Max kembali ingin muntah, Dan sebisa mungkin dia berlari ke kamar mandi.


Bahkan muntah nya sampai berceceran di lantai karena tidak sanggup menahan nya lagi.


" Sialan !! apa yang terjadi pada ku ?? Kenapa aku--Hueeek !" Max kembali menumpahkan semua isi perut nya.


Dia tidak pernah mengalami hal seperti ini sebelum nya.


Bahkan saat dia mabuk berat pun dia masih bisa sadar dan kuat, Tidak muntah sama sekali.


Lalu, Bagaimana bisa dia mengalami hal ini ?


" Apa ini ? Sialan !! Aku ingin muntah lagi. Tapi Penyakit apa ini ??" Max kembali bertanya dengan diri nya sendiri.


Dokter pun langsung datang ke kantor nya, Karena anak buah nya tadi yang menghubungi nya.


Kini, Max sudah berganti pakaian santai, Dia masih menunggu dokter. Dan begitu di periksa, Dokter mengatakan nya baik baik saja, Tidak ada yang perlu di khawatirkan .


" Kau bilang aku baik baik saja ?? Sementara aku muntah dari tadi, Dan,---Hueeek !" Max kembali berlari ke kamar mandi karena hidung nya mencium aroma yang menyengat dari tubuh dokter tersebut.


Dia benar benar lemas saat ini, Tubuh nya tak berdaya lagi, Bahkan untuk berjalan saja ras Anya dia tidak kuat.

__ADS_1


...🤍❤️...


__ADS_2