IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )

IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )
Merawat Luka


__ADS_3

Seharus nya Max merasa beruntung dengan apa yang di dapatkan nya saat ini.


Ada seorang Wanita yang begitu tulus mengurus nya, Begitu telaten dan penuh kelembutan.


Setiap tutur kata dan perlakuan nya sangat lembut sekali, Bahkan mungkin hanya untuk memukul nyamuk saja Irene tidak tega.


Tapi kenapa orang orang tega berbuat jahat pada nya ? Apa salah nya hingga mereka membenci nya ?


Jika dia tau di lahirkan dengan wajah cantik rupawan seperti ini akan membawa petaka bagi nya, Lebih baik dia memiliki wajah biasa saja.


Agar mereka mau berteman dengan nya dsn tidak menyakiti diri nya, Hanya karena dia cantik dia selalu di kucil kan, Dia banyak di benci orang karena kecantikan yang di miliki nya.


" Tuan...Apa ini obat anda ??" Max hanya melirik nya sekilas dan kembali fokus pada iPad nya.


Dia masih menatap pasar saham milik nya dan beberapa pekerjaan nya.


" Tuan---"


" Jika kau itu obat nya kenapa harus bertanya lagi ?? Berikan pada ku !" Max merampas begitu saja obat di tangan Irene dan meminum nya sesuai yang di katakan dokter tadi malam.


Karena memang Boy membawa nya ke dokter malam tadi.


Irene hanya bisa terus bersabar dan menguatkan hati nya untuk menghadapi Max.


Entah sampai kapan, Yang pasti dia akan bertahan hingga batas kesabaran nya.


Dan jika batas kesabaran nya nanti habis, Dan Max juga tidak melihat nya.


Maka buatlah Irene pergi dengan membawa cinta, Cinta yang harus membuat nya luka.


Luka yang mungkin saja sangat dalam. Karena mencintai tanpa di cintai itu luka nya akan sangat dalam dan sangat perih.


Bahkan obat nya sendiri kau pun tidak akan tau apa itu.


Perlahan tangan mungil Irene memberikan segelas air putih pada Max yang baru saja menelan obat nya.


" Apa anda ingin istirahat ??" Tanya Irena lagi berharap Max meminta bantuan nya.


Tapi terjadi lagi pada nya, Max tidak menanggapi nya.


Akhir nya Irene pun memilih merebahkan diri nya di kasur super mewah itu.

__ADS_1


Dari pada terus memperhatikan pria yang sama sekali tidak mencintai nya dan di abaikan, Irene lebih memilih tidur siang saja.


Dia tidur miring, Berada di sisi kasur super mewah nya.


Dari sofa Max bisa melihat bagaimana damai nya Irene terlelap dalam tidur nya karena memang tadi malam dia tidak tidur dengan tenang, Karena dia selalu terbangun untuk melihat keadaan Max.


Di tatap Max wajah terlihat damai dalan lelap nya.


Max tidak sebatu itu, Dia merasakan perhatian Irene pada nya, Tapi kenapa dia tidak merasa tersentuh sedikit pun pada wanita ini, Apalagi mata hitam nya ?


Kenapa Mata hitam itu selalu menghantui nya ?


Dia membenci mata itu, Lebih tepat nya Pemilik mata itu, Karena pemilik mata itu telah meninggalkan nya begitu saja tanpa kabar.


Bukan kah pemilik mata hitam itu berjanji pada nya dulu ? Untuk selalu menjadi teman nya ??


Lalu kenapa dia mengingkari janji nya ?


Masih tersimpan dalam ingatan Max, Bagaimana saat dia berusia 18 tahun dan berusaha mati Matian untuk membangun Anderson Group, Dia berada di sebuah taman Kota dekat dengan sekolah Internasional, Dimana ada anak perempuan yang datang pada nya dengan tangisan.


Bagaimana anak kecil itu menangis karena dia terjatuh, Anak kecil itu menangis karena teman teman nya selalu saja mengucilkan diri nya.


" Dimana kau Tania ?? Apa kau sudah menikah saat ini ? Dulu aku menemukan mu saat usia mu 7 tahun, Lalu dimana kau sekarang ??" Tatapan nya luruh ke depan, Dia menatap kosong di depan nya.


Entah kenapa tiba tiba saja senyuman Irene terlintas di benak nya.


" Tania..." Gumam Max lagi.


Karena sejak itu dia selalu ke taman itu dan menemani anak bernama Tania itu sampai di jemput oleh supir nya dan selalu melambaikan tangan mungil nya pada Max.


Bahkan Max juga mengingat saat terakhir kali mereka bertemu, Anak kecil itu mengajak nya menikah jika dewasa nanti.


Entah sadar atau tidak, Max malah menganggukkan kepala nya saat itu.


Apa itu juga menjadi salah satu alasan hingga Max belum menikah atau memang dia membenci wanita karena ibu nya ?


Ya, Biarkan lah dia terkurung dengan semua masa lalu nya dan menyiksa diri nya sendiri dengan apa yang di perbuat nya.


" Aku membenci mu dan membenci mata mu ! Kalian semua wanita selalu saja membuat hati ku sakit !" Ucap Max tepat di depan wajah Irene.


Tidak ada sedikit pun rasa belas kasih nya untuk Irene.

__ADS_1


Entah apa yang membuat nya benar benar membenci wanita, Dan kenapa juga harus Irene ?


Wanita yang begitu cantik, Tulus dan baik hati. Bukan hanya Tuhan yang melaknat mu, Tapi mamak mamak sejagad online Max, Kamu tau ? Berapa banyak orang yang ingin memukul kepala mu dengan linggis ? Kau lihat saja berapa banyak orang yang memaki dan mengumpat mu di kolom komentar.


Dan lihat, Betapa menyeramkan mamak mamak itu Max, Jangan sampai kau datang ke Indonesia dan bertemu mereka, Jangan Max, Jangan sampai.


Jika sampai itu terjadi, Kau akan tau seberapa menyeramkan nya ibu ibu berdaster yang kadang bagian ketiak nya koyak itu, Kau tidak akan bisa membayangkan bagaimana jadi nya kau nanti.


Bisa jadi panci bocor melayang di kepala mu, Atau bisa saja centong nasi mereka menghantam wajah tampan mu itu.


Jadi, Jangan coba coba untuk berkunjung ke Indonesia, Karena aku tidak bisa menjamin nyawa mu disini Max !


Hidup lah dengan damai dan tenang di Canda sana, Dan cintai lah Irene !


Deg !


Tangan Max bergetar saat menyentuh pipi mulus Irene, Dia sengaja menyibakkan rambut Irene yang menutupi wajah nya.


Dan betapa kaget nya Max saat merasakan tangan nya bergetar hebat, Keringat dingin muncul di wajah nya.


" Tidak, Kau bukan Tania, Bukan...Kau bukan Tania...Bukan...!" Max mundur dari tempat nya berdiri saat ini.


Dia masih menatap tangan nya yang bergetar, Kenapa juga tangan nya harus bergetar saat menyentuh pipi Irene ? Karena biasa nya tidak begini saat mereka bercinta atau pun saat Irene membantu nya dan menyentuh nya.


Tapi ini, Kenapa tangan nya terus saja bergetar ? Apa ini ?


" Kau bukan Tania ! Bukan Tania !!" Max langsung pergi meninggalkan kamar nya.


Entah kenapa senyuman Irene, Senyuman Tania terus saja berputar di kepala nya, Hingga membuat kepala nya benar benar sakit, Sakit sekalu Rasa nya.


" Tania !!!!!!" Jerit Max meluapkan kekesalan nya karena terus mengingat dua orang itu.


Bahkan Max juga menjambak rambut nya dengan sangat kuat berharap sakit kepala nya hilang.


" Gak, Jangan...Tidak...Jangan...Jangan !!!!" Irene terbangun dari tidur nya yang baru beberapa saat saja.


Mimpi buruk ?? kenapa dia bisa mimpi buruk di siang hari begini ??


Dan Mimpi apa itu ? kenapa menyeramkan sekali ??


...❤️🤍 ...

__ADS_1


__ADS_2